HUT PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2022 Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes

 


Bertempat di SD Komplek, PGRI Cabang Larangan menyelenggarakan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2022.

Diawali dengan upacara, acara tersebut berlangsung dengan khidmat dan juga meriah. Usai melaksanakan upacara, semua guru sekecamatan Larangan yang hadir melakukan kegiatan jalan sehat mengelilingi lingkungan di sekitar Kecamatan Larangan Brebes.

Usai kegiatan tersebut, diadakan dorfrice dan juga lomba. Lomba-lomba tersebut diantaraanya adalah lomba memindahkan bola, memindahkan sarung, dan juga lomba memasukan paku ke dalam botol.

Hikmah dalam Lomba HUT PGRI dan Hari Guru Nasional

Selamat ulang tahun Bapak/Ibu guru semua. Sungguh ada banyak hikmah dengan diadakannya peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2021 ke-77 ini. Apalagi semua lomba yang diselenggarakan juga menggambarkan pentingnya kerja sama dan kekompakan.

Dimulai dari kegiatan jalan sehat https://youtu.be/JkrHq9OttBw

Lomba memasukan paku ke dalam botol https://youtu.be/X32czq5mcac

Lomba memindahkan bola https://www.youtube.com/watch?v=XfHVhOnluVo&t

Hingga lomba memindahkan sarung https://www.youtube.com/watch?v=a7b5Hnf8kXM

Semua lomba tersebut dilakukan secara berkelompok, tentunya sebagai pengingat agar kita bisa senantiasa kompak dan kerja sama dalam mensukeskan Pendidikan di Indonesia.

Hari itu kita bergabung dalam satu kesatuan, atas nama PGRI. Sebelumnya kita saling berkompetisi, baik antar guru maupun murid. Ternyata itu semua hanyalah pemacu untuk kita terus semangat meningkatkan kualitas diri.

Adanya siswa dari SDN Larangan 02 yang membawakan lagu Pecah Seribu membuat kita semua terpukau dengan suara, tarian, dan mentalnya. Sebagai seorang guru tentu kita merasakan hal yang sama, yaitu merasa dia adalah anak kita, bagian dari kita.

https://www.youtube.com/watch?v=F7FSYhQAWtE&t=50s

Setiap anak didik yang kita jumpai adalah anak-anak kita, itu memang panggilan nurani untuk seorang guru. Maka sangat wajar, jika dalam lomba pun kita senantiasa berusaha menanamkan nilai-nilai kebaikan pada peserta didik kita. Saling berkompetisi untuk menang, namun dengan cara-cara yang sehat.

Sebab lomba, adalah salah satu sarana terbaik agar siswa semakin memiliki tempat untuk meningkatkan bakat dan kemampuannya, bukan untuk saling menghina apalagi mencari musuh.

Hal ini semakin diperkuat dengan Ananda Wiwik kelas 5 SDN Larangan 02 yang menyanyikan lagu Runtah Doel Sumbang. Ini adalah simbolis, sebab Ananda Wiwik adalah orang Jawa, namun ia menyanyi dengan Bahasa sunda yang sangat mirip logatnya seperti orang sunda. Inilah symbol persatuan dan juga persaudaraan

https://www.youtube.com/watch?v=MctTReB421A&t 

Kita Semua Adalah Murid

Di HUT PGRI 2022 tentu kita ada yang bertemu dengan guru-guru kita waktu sekolah dulu. Begitu pun Bapak/Ibu ada yang bertemu murid-muridnya dahulu, yang kini sudah memiliki profesi yang sama.

Rasanya jika bertemu guru-guru saya, saya pribadi ingin bisa seperti dulu. Belajar bersama guru-guru saya, yang selalu saya rindukan. Ini membuktikan bahwa sampai kapan pun kita adalah seorang murid.

Ada kalanya, seorang murid bisa lebih sukses dalam suatu bidang dari pada gurunya. Bahkan tak sedikit, seorang murid yang lebih dulu menjadi seorang PNS dibandingkan gurunya.

Beruntungnya kita yang terpilih menjadi guru, sekali pun bertemu dengan guru-guru kita yang masih bersetatus honorer misalnya, kita tidak merasa lebih baik darinya, apalagi sampai menyombongkan diri.

Kita sadar, suksesnya kita dalam bidang apa pun adalah pertanda nyata suksesnya guru kita dalam menjalankan tugas mulianya. Jadi sangat wajar jika setiap guru akan merasa bangga jika bisa bertemu dengan murid yang bisa lebih sukses darinya. Sebab ternyata itulah ciri utama suksesnya dunia pendidikan.

Mohon izin Bapak/Ibu guru , yang telah mendidik saya sehingga salah satunya saya bisa menulis seperti ini. Saya tag beberapa Facebooknya. Semoga ini bisa menceritakan gambaran kerinduan kepada Bapak/Ibu semua.

Terima kasih telah menjadi guru yang baik selama ini, sehingga bukan hanya saat masih sekolah saja, sampai sekarang pun saya masih sangat rindu untuk bisa belajar bersama Bapak/Ibu.

Duduk mendengarkan Bapak/Ibu, bertanya, berdiskusi, dan melakukan kegiatan Bersama. Semua kenangan itu, sangat indah dan sangat berharga yang tentunya tak bisa terulang. Sama seperti terhadap orang tua di rumah, bertemu Bapak/Ibu jika boleh jujur, membuat saya merasa ingin bisa kembali ke usia, dimana saya dulu bisa selalu bertemu setiap hari untuk belajar bersama Bapak/Ibu.

Bukan karena tidak beriman terhadap takdir Tuhan yang sudah mengantarkan saya menjadi dewasa, namun karena momen kebersamaan kita dulu di sekolah sangatlah berarti.

Salam sayang, salam hormat untuk Bapak/Ibu guru semua….

1 comment for "HUT PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2022 Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes"

Komentar