Jurnal Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nelayan pada Produk Pembiayaan
ANALISIS
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT NELAYAN PADA PRODUK
PEMBIAYAAN DI BMT SM PC FATAYAT NU BREBES
Pembimbing:
Moh.Mabruri Faozi, MA
Eef Saefulloh, M.Ag
Fakultas Syariah
dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Disusun Oleh:
Siti Aroh Munawaroh
Arohkamal06@gmail.com
Mahasiswa
Program Strata Satu (S1) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
ABSTRAK
Siti Aroh
Munawaroh, NIM:1414231106, “ANALISIS
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT NELAYAN PADA PRODUK PEMBIAYAAN DI BMT SM
FC FATAYAT NU BREBES”,2018.
Minimnya
peralatan melaut dan modal usaha yang di butuhkan oleh nelayan khususnya
nelayan kecil dalam kegiatan penangkapan ikan di laut tentunya bantuan
permodalan sangat di butuhkan, kini dengan hadirnya berbagai lembaga keuangan
tentu sangat membantu, namun lembaga keuangan yang mana yang akan di pilih oleh
para nelayan itu tergantung dari daya tarik yang ada di berbagai lembaga
keuangan yang ada termasuk BMT. Sehinggga sangat penting untuk di kaji mengenai
berbagai faktor yang dapat mempengaruhi minat para nelayan untuk melakukan
pembiayaan di lembaga keuangan seperti BMT.
Permasalahan
dalam penelitian ini ialah mengenai ada tidaknya pengaruh dari faktor produk,
faktor harga, faktor promosi dan faktor lokasi baik secara parsial maupun
simultan terhadap minat nelayan dalam menggunakan produk pembiayaan di BMT SMPC Fatayat NU Brebes, dan objek dari penelitian ini adalah anggota BMT SM PC
Fatayat NU Brebes. Data yang di pakai adalah data primer, di lakukan dengan
menggunakan kuesioner serta menggunakan metode purposive sampling. Teknik
analisis data yang di pakai adalah regresi linier berganda. Uji hipotesis dalam
penelitian ini menggunakan uji t-statistik untuk menguji koefisien regresi
parsial, serta uji F-statistik untuk menguji pengaruh secara simultan atau
bersama-sama dengan tingkat signifikasi 10 %. Selain itu juga di lakukan uji
asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji
heterokedasitas.
Hasil dari
penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh secara parsial dari faktor
produk (1,942) , harga (1,448), promosi (1,904) dan lokasi (1,942) terhadap
minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes dan secara
simultan atau bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan dari faktor
produk, faktor harga, faktor promosi dan faktor lokasi terhadap minat nelayan
pada produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes dengan besaran pengaruh
sebesar 42,9 %.
Kata kunci:
Minat nelayan, produk pembiayaan
ABSTRACT
Siti Aroh
Munawaroh, NIM: 1414231106, "ANALYSIS
OF FACTORS AFFECTING FISHERMAN IN FISHING PRODUCTS IN BMT SM FC FATAYAT NU
BREBES", 2018.
The lack of
fishing equipment and business capital needed by fishermen, especially small
fishermen in the fishing activities in the sea of course, capital assistance is
in need, now with the presence of various financial institutions certainly very
helpful, but which financial institutions will be selected by the fishermen
depending on the attractiveness that exist in various financial institutions
that exist, including BMT. Sehinggga is very important to be reviewed on
various factors that can affect the interests of the fishermen to do financing
in financial institutions such as BMT.
The problem in
this research is about the presence or absence of influence of product factor,
price factor, promotion factor and location factor either partially or
simultaneously to fisherman interest in using financing product in BMT SM PC
Fatayat NU Brebes, and object of this research is member BMT SM PC Fatayat NU
Brebes. The data used is primary data, done by using questionnaire and using
purposive sampling method. The data analysis technique used is multiple linear
regression. The hypothesis test in this study uses a t-statistic test to test
the partial regression coefficient, as well as the F-statistic test to simulate
the effect simultaneously or together with the 10% significance level. In
addition, the classical assumption test included normality test,
multicollinearity test, and heterokedasity test.
The results of
this study show that the partial influence of the product factors (1,942), the
price (1,448), the promotion (1,904) and the location (1,942) to the interests
of fishermen on the financing products in BMT SM PC Fatayat NU Brebes and
simultaneously or co- there is significant influence of profuk factor, price
factor, promotion factor and location factor to fisherman interest in financing
product in BMT SM PC Fatayat NU Brebes with influence magnitude of 42,9%.
Keywords:
Interest of fisherman, financing product
PENDAHULUAN
Indonesia
sebagai suatu Negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama islam, hal ini
tentunya dinilai sebagai ranah yang potensial untuk menerapkan suatu
perekonomian yang operasionalnya berlandaskan pada prinsip syariah. Hal ini
pula yang menjadi salah satu alasan hadirnya lembaga keuangan syariah seperti
bank syariah, asuransi syariah, BMT dan lembaga kaungan syariah lainnya.
Dari
sekian banyak lembaga keuangan syariah, BMT merupakan lembaga ekonomi islam
yang dalam operasionalnya menggunakan prinsi-prinsip syariah dan BMT di bangun
berbasis keutamaan . BMT merupakan suatu lembaga yang terdiri dari dua istilah
yaitu baitulmaal dan baitul tamwil. Baitulmaal lebih mengarah pada usaha-usaha
pengumpulan dan penyaluran dana yang noprofit, seperti ; zakat, infak, dan
sedekah. Adapun baitul tamwil sebagai usaha pengumpulan dana dan penyaluran
dana komersial. ( Nurul & Heykal:2013:363 )
BMT
(Baitul Mal Wa Tamwil) adalah balai usaha mandiri terpadu yang isinya
berintikan bayt al-mal wa al-tamwil dengan kegiatan pengembangan usaha-usaha
produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi perusahaan
kecil bawah dan kecil, antara lain dengan mendorong kegiatan menabung dan
menunjang pembiayaan kegiatan ekonominya. Selain itu, BMT bisa menerima titipan
zakat, infak, dan sedekah, serta menyalurkannya sesuai amanah. ( Djoko:2015:472
)
BMT
berstatus hukum koperasi dan melakukan kegiatan usahanya baik berupa menghimpun
dana maupun menyalurkannya mengacu pada aturan UU No.25 Tahun 1992 tentang
perkoperasian, PP RI No.9 Tahun 1995 tentang pelaksanaan kegiaatan usaha simpan
pinjam oleh koperasi. Keputusaan menteri negara tentang koperasi dan usaha
kecil dan menengah nomor 91/Kep/M. Dan peraturan menteri negara koperasi dan
usaha kecil dan menengah35.2/Per//M.KIKM/X/2007 tentang pedoman standar
oprasional manajemen koperasi jasa keuangan syariah. (Neni:2010:98 )
Sejak
awal pendirian BMT dirancang sebagai suatu lembaga ekonomi rakyat yang secara
konsepsi dan secara nyata memang lebih fokus pada masyarakat bawah. Agenda
kegiatannya yang utama adalah pengembangan usaha-usaha melalui bantuan
permodalan. Untuk melancarkan usaha pembiayaan tersebut, maka BMT berupaya
menghimpun dana yang terutama sekali berasal dari masyarakat lokal sekitarnya.
Dengan kata lain, BMT pada prinsipnya berupaya mengorganisasi upaya saling
tolong menolong antar warga masyarakat suatu wilayah dalam masalah ekonomi dan
meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Masyarakat
yang bekerja sebagai nelayan merupakan salah satu dari kelompok masyarakat yang
melakukan aktivitas usaha dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Nelayan (nelayan kecil) pada dasarnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi
dan mendorong kehidupannya dalam mencapai taraf hidup yang lebih baik, karena
melihat kondisi Indonesia yang memiliki kekayaan di bidang kelautan, hal ini
tentu akan berdampak positif terhadap masyarakat yang memiliki pekerjaan
sebagai nelayan, karena dengan luasnya laut dan kekayaan di dalamnya (ikan)
akan menjadikan para nelayan memperoleh hasil tangkapan yang banyak dan hal ini
tentunya akan berpengaruh juga pada tingkat pendapatan yang di peroleh nelayan
sehingga dengan begitu para nelayan bisa terhindar dari gelojak kemiskinan
(Zaenal,2015).
Kekayaan
laut yang ada di Indonesia khususnya di daerah Brebes perlu di barengi dengan
modal yang mencukupi untuk melakukan aktivitas para nelayan dalam memperoleh
mendapatan yang tinggi dari hasil nelayan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Dengan minimnya peralatan melaut dan modal usaha yang di perlukan dalam kegiatan
penangkapan ikan di laut seperti akomodasi selama penangkapan di laut yang
sampai berminggu-minggu atau bahkan sampai berbulan-bulan hal ini menyebabkan
masih banyak para nelayan khususnya nelayan daerah Brebes yang kekurangan modal
untuk melakukan aktivitas menangkap ikan di laut, hal ini menjadi sebuah
permasalahan bagi para nelayan khususnya nelayan kecil yang bermodalkan
sedikit. Sehingga tidak jarang di antara mereka melakukan pinjaman modal di
berbagai lembaga keuangan atau bahkan kepada renternir.
Hadirnya
BMT di daerah-daerah dengan berbagai macam layanan dan produknya diharapkan
mampu mengatasi perekonomian masyarakat kecil yang mandiri khususnya dalam
penelitian ini adalah masyarakat nelayan yang masih kekurang modal dalam
melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut. Oleh karenanya BMT harus mampu
membuat suatu kebijakan yang mana kebijakan-kebijakan tersebut sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan masyarakat khususnya para pengusaha kecil dan menengah.
Hal tersebut yang mengharuskan setiap BMT paham betul akan kondisi di lapangan
baik dengan cara mengamati prilaku maupun minat mereka.
BMT
perlu memahami perilaku yang menyebabkan seseorang mau menjadi anggotanya.
Faktor individual dan lingkungan, seperti psikologi, personal, sosial, dan
kultur, dapat menentukan perilaku anggota (customer/consumer behavior). Selain
itu, faktor internal bank atau BMT, seperti produk-produk yang ditawarkan,
harga atau biaya, promosi yang dilakukan, dan lokasi atau saluran distribusi, juga turut mempengaruhi seseorang
menjadi nasabah bankatau anggota BMT. (Gita, 2013:48)
BMT
yang dalam kegiatannya mengembangkan usaha-usaha melalui bantuan permodalan
tentunya harus membuat sebuah produk
pembiayaan yang sesuai untuk usaha-usaha yang ada di lokasi tempat BMT beroperasi. Produk pembiayaan yang
sesuai dengan kebutuhan mulai dari harga atau biaya jasa, dan jenis produk yang
di tawarkan juga harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarkat
sekitar, hal ini agar bisa menumbuhkan
minat dari masyarkat sekitar untuk mau melakukan pembiayaan di BMT tersebut
serta agar dalam pengaplikasiannya, produk pembiayaan ini bisa memuaskan
anggota.
Selain
jenis produk dan harga, tentunya dalam menarik minat masyarakat untuk mau
menggunakan produk yang ada, promosi juga sangat penting dilakukan untuk
menginformasikan terkait produk-produk yang ada dalam BMT, agar masyarakat yang
tadinya belum memahami atau bahkan belum tahu samasekali terkait produk BMT
yang menggunakan prinsip syariah ini bisa menjadi tahu dan memahami produk
tersebut, karena tentunya untuk melakukan sebuah pembiayaan masyarakat harus
mengetahui terlebih dahulu produk yang paling tepat untuk kebutuhan mereka.
Selain
itu lokasi dimana BMT beroperasi juga biasanya menjadi sebuah pertimbangan
untuk calon anggota berminat melakukan pembiayaan di suatu lembaga keuangan
karena menyakut dengan kemudahan dalam melakukan transaksi di kantor lembaga
keuangan tersebut.
Menurut
Detha Alfrian Fajri dkk (2013:2) bahwa strategi pemasaran yang tepat memiliki
implikasi yang besar dalam keberhasilan meraup pangsa pasar. Pelaku lembaga
keuanan syariah dan BMT harus memahami komponen-komponen yang mampu menjadi
nilai tambah dalam perkembangan bisnisnya. Faktor – faktor dalam bauran
pemasaran jasa yang diantaranya terdiri dari produk, harga, promosi, dan lokasi
menjadi pertimbangan utama dalam memutuskan strategi yang tepat dalam
menawarkan produk BMT kepada masyarakat.
BMT
SM PC Fatayat NU Brebes dalam menyalurkan dana kepada mayarakat atau anggotanya
yang membutuhkan dana untuk kegiatan usahanya memiliki lima jenis produk
pembiayaan yaitu pembiayaan musyarakah, pembiayaan murabahah, bai’ bi’tsaman
‘ajil (BBA), pembiayaan mudharabah dan ijarah multi jasa. Dari semua jenis
pembiayaan yang ada di BMT SM PC Fatayat NU Brebes salah satu penggunanya yaitu
di bidang perikanan yang tidak lain adalah para nelayan wilayah sekitar lokasi
BMT , yaitu masyarakat nelayan daerah Brebes yang masih kekurangan modal untuk
melakukan kegiatan menangkap ikan di laut.
Dengan
bukti adanya masyarakat nelayan yang melakukan pembiayaan yang di fasilitasi
oleh BMT SM PC Fatayat NU Brebes tersebut maka saya tertarik untuk meneliti
lebih lanjut terkait faktor apa saja
yang mempengaruhi masyarakat nelayan berminat melakukan pembiayaan di BMT SM PC
Fatayat NU Brebes. Sehingga hal ini lah yang menjadi alasan penulis menulis
tugas akhir dengan judul “Analisis
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nelayan pada Produk Pembiayaan di BMT SM
PC Fatayat NU Brebes”.
Berdasarkan latarbelakang masalah di atas maka pertanyaan
peneliti dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh dari bauran promosi yang terdiri dari faktor produk, faktor harga, faktor promosi, dan faktor lokasi
secara parsial dan secara simultan terhadap
minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes. Adapun tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh faktor
produk, harga,
promosi dan lokasi
baik secara parsial dan secara simultan terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes.
LANDASAN TEORI
1. Minat
Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk
tertarik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek ( Sumadi, 1988 : 109
).
Minat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan
bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat
tersebut dengan disertai perasaan senang (Shaleh & Muhbib, 2004: 262).
Faktor-faktor yang mempengaruhi
minat
Menurut teori
schiffiman dan kanuk faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli yaitu:
a.
Kesadaran
akan kebutuhan
Dimana kebutuhan akan mempengaruhi
seseorang untuk memiliki minat beli terhadap apa yang dibutuhkan
b.
Pengenalan
produk
Apabila seseorang mengenal suatu produk
tertentu akan cenderung mempengaruhi minat beli terhadap produk tertentu.
c.
Evaluasi
alternatif
Dengan munculnya alternatif pilihan maka
akan terjadi evaluasi alternatif yang akan mempengaruhi minat beli
d.
Pengaruh
ekternal
1)
Usaha
pemasaran
Usaha pemasaran adalah perangkat alat
pemasaran yaitu produk, harga, promosi, dan lokasi yang dipadukan oleh
perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan dalam pasar sasaran.
2)
Sosial
Faktor sosial ini lebih kepada faktor
lingkungan yang mempengaruhi minat beli.
3)
Budaya
Budaya yang tertanam pada suatu daerah
akan mempengaruhi minat beli sesorang.
Selain pendapat
di atas hal sama juga di kemukakan oleh Thamrin dan Francis (2015:123) dimana
faktor produk, harga, promosi dan distribusi (lokasi) memungkinkan untuk
menarik respon yang kuat dari konsumen.
Menurut Suwandari, yang menjadi indikator minat beli seorang calon konsumen adalah sebagai berikut (Muhammad dkk,2014:141)
:
1.
Attention yaitu perhatian calon konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh produsen.
2.
Interest yaitu ketertarikan calon konsumen terhadap produk yang
ditawarkan oleh produsen.
3.
Desire yaitu keinginan calon konsumen untuk memiliki produk yang ditawarkan oleh produsen.
4.
Action yaitu
calon konsumen melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan.
2. Nelayan
Menurut Mulyadi
(2007:7) nelayan adalah sekelompok masyarakat yang kehidupannya tergantung
langsung pada hasil laut, baik dengan cara penangkapan maupun budidaya.
Menurut UU RI
No.45 Tahun 2009 pasal 1 tentang perikanan bahwa :
Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya
melakukan penangkapan ikan, sedangkan pada pasal 1 angka 11: nelayan kecil
adalah orang yang mata pencaharianya melakukan penangkapan ikan untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari yang menggunakan kapal perikanan berukuran paling
besar 5 Gross Ton (GT).
Ditinjau dari
tingkat skala investasi modal usahanya, struktur masyarakat nelayan terbagi ke dalam
kategori nelayan besar dan nelayan kecil. Nelayan besar berarti modal yang diinvestasikan dalam usaha
perikanan relatif banyak , sedangkan untuk nelayan kecil, modal yang diinvestasikan dalam usaha
perikanan relatif sedikit. (Kusnadi, 2002:17)
Nelayan
dibedakan menjadi dua yaitu nelayan pemilik dan nelayan penggarap. Nelayan
penggarap ialah orang atua badan hukum yang dengan hak apapun berkuasa atas
sesuatu kapal atau perahu yang dipergunakan dalam usaha penangkapan ikan dan
alat-alat penagkapan ikan. Nelayan penggarap ialah semua orang yang sebagai
kesatuan dengan menyediakan tenaganya turut serta dalam usaha penangkapanikan
laut. (Endang, 2011:152)
3. Produk
Pembiayaan BMT
Menurut Andri
Soemitra ( 2009:464 ) kegiatan pembiayaan atau kredit usaha kecil bawah
(mikro) dan kecil dalam kegiatan BMT yaitu: pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, pembiayaan murabahah, pembiayaan bay’bi saman ajil, pembiayaan qard al-hasan.
a.
Pembiayaan mudharabah
Mudharabah adalah salah satu akad kerja sama antara dua belah
pihak dimana pihak pertama ( shohibul maal ) menyediakan dana 100 % sedangkan
pihak kedua menjalankan atau mengelola keuntungan usaha secara mudharabah di
bagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak, sedangkan apabila rugi
ditanggung oleh pemilik modal selama itu bukan kelalaian pengelola, seandaikan
kerugian itu akibat kelalaian pengelola maka pengelola yang akan menanggung
kerugian tersebut
(Antonio,2001:95 ).
Rukun mudharabah
yaitu
(Karim & Adiwarman,2004: 193 ) :
1)
Pelaku ( pemilik
modal maupun pelaksana usaha )
2)
Objek mudharabah
( modal dan kerja )
3)
Ijab qabul (
persetujuan kedua belah pihak )
4)
Nisbah
keuntungan
b.
Pembiayaan musyarakah
Al-musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih
untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi
dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama
sesuai dengan kesepakatan.
Rukun musyarakah (Wiroso,2011:297) :
1)
Pihak
yang berakad
2)
Obyek
akad / proyek atau usaha (modal dan kerja)
3)
Ijab
qabul ( shiqat )
c.
Pembiayaan murabahah
Murabahah
adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang
disepakati. Penjual harus memberi tahu harga produk yang ia beli dan menentukan
suatu tingkat keuntungan sebagai tambahan (Antonio,2001:101 ).
Rukun Murabahah yaitu:
1)
Penjual (ba’i) dianalogikan
sebagai BMT.
2)
Pembeli (musytari)
dianalogikan sebagai anggota.
3)
Barang yang akan diperjualbelikan (mabi’
) yaitu jenis pembiayaan.
4)
Harga (Tsaman) dianalogikan
sebagai pricing atau plafond pembiyaan.
5)
Ijab dan qobul dianalogikan sebagai
akad perjanjian yaitu pernyatan persetujuan yang dituangkan dalam akad.
d.
Pembiayaan bay’bi saman ajil
Bay’bi saman ajil lebih dikenal sebagai Murabahah
berasal dari kata ribhu (keuntungan).
Ba’i al-murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan
keuntungan yang disepakati. Bank bertindak sebagai penjual, sementara nasabah
sebagai pembeli. Harga jual adalah harga beli bank dari pemasok ditambah
keuntungan. Kedua pihak harus menyepakati harga jual dan jangka waktu
pembayaran. Harga jual dicantumkan dalam akad jual beli dan jika telah
disepakati tidak dapat berubah selama berlakunya akad. Dalam perbankan,
Murabahah lazimnya dilakukan dengan cara pembayaran cicilan (bitsaman ajil). Dalam transaksi ini
barang diserahkan segera setelah akad, sedangkan pembayaran dilakukan secara
tangguh/cicil (Karim,2006).
e.
Pembiayaan qard al-hasan
Al-qardh adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat
ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjamkan tanpa
mengharapkan imbalan. Dalam literatur fiqih klasik, qardh dikategorikan dalam aqd
tathawwui atau akad saling membantu dan bukan transaksi komersial. (Antonio,2001:131
)
Rukun qardh:
1)
Peminjam
(muqtarid)
2)
Pemilik
dana atau pemberi pinjaman (muqrid)
3)
Jumlah
dana (qardh)
4)
Ijab
qabul (shiqahat)
Syarat qardh (Wiroso,2011:360) :
5)
Kerelaan
dua pihak melakukan akad
6)
Dana
yang dipergunakan ada manfaatnya dan halal.
4. Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Minat Nelayan
a. Produk
Menurut Thamrin dan Francis (2015:153) produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan
ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan, atau dikonsumsi dan
yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Secara luas definisi produk
meliputi objek secara fisik, pelayanan, orang, tempat, organisasi, gagasan,
atau bauran dari semua wujud diatas. Jasa adalah produk yang terdiri dari
aktivitas, manfaat, atau kepuasan yang dijual.
Sama halnya dengan perbankan
konvensional, produk yang dihasilkan dalam perbankan syariah bukan berupa barang, melainkan berupa jasa. Ciri khas jasa yang dihasilkan haruslah mengacu kepada
nilai-nilai syariat atau yang diperbolehkan dalam Alquran. Dilihat dalam perspektif syariah, suatu
produk yang akan dipasarkan atau ditukarkan haruslah produk yang halal dan
memiliki mutu atau kualitas yang terbaik, dan kualitas mutu produk yang akan
dipasarkan itu juga harus mendapat persetujuan bersama antara kedua belah
pihak, antara penjual dan pembeli produk tersebut.
Berkaitan
dengan pengelolaan faktor-faktor produksi sedemikian rupa sehingga keluaran (output)
yang dihasilkan sesuai dengan permintaan konsumen baik kualitas, harga maupun
waktu penyampainnya. Sehingga ukuran kinerja suatu sistem operasi dapat di ukur
dari (Rudy, 2012:124) :
1)
Kualitas
produksi
Kenyataannya
menunjukan bahwa konsumen tidak hanya memilih produk/jasa yang harganya murah
namun juga produk/jasa yang berkualitas. Ukuran kualitas produk yang dimaksud
tentunya yang disesuaikan dengan selera konsumen bukan ukuran kualitas secara
teknologi semata.
2)
Tingkat
pelayanan
Bagi
konsumen untuk menilai baik buruknya suatu sistem produksi/operasi lebih
dinilai dari pelayanan yang dapat diberikan oleh sistem produksi kepada
konsumen itu sendiri. Ukuran objekif yang sering digunakan untuk tingkat
pelayanan yaitu:
a)
Ketersediaan
untuk mendapatkan produk atau jasa
b)
Kecepatan
pelayanan, baik berkaitan dengan waktu pengiriman maupun waktu pemrosesan.
Klasifikasi produk (Thamrin & Francis
,2015:153)
1) Mutu produk
Mutu adalah salah satu alat penting bagi pemasar untuk
menetapkan posisi. Mutu mempunyai dua dimensi yaitu tingkat dan konsistensi.
Mutu produk berarti kemampuan produk untuk melaksanakan fungsinya. Termasuk di
dalamnya keawetan, kehandalan, ketepatan, kemudahan dipergunakan dan
diperbaiki, seta atribut bernilai yang lain.
2) Sifat-sifat produk
Sifat adalah alat bersaing untuk membedakan produk
perusahaan dari produk pesaing. Menjadi produsen pertama yang memperkenalkan
sifat baru yang dibutuhkan dan dinilai tinggi oleh pelanggan adalah salah satu
cara paling efektif untuk bersaing.
b. Harga
Harga merupakan pembatas
untuk sejumlah nilai yang akan diberikan oleh suatu produk (barang atau jasa)
dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan penggunaan produk tersebut (yazid, 2005).
Menurut
Ririn dan Mastuti (2011:65) Strategi penentuan harga yang dapat dipilih
penyedia jasa adalah sebagai berikut:
1)
Cost
plus pricing, yaitu penentuan harga dilakukan dengan menaikan harga sekian
persen dari total biayanya.
2)
Rate
of return pricing, yaitu harga ditentukan untuk mencapai tingkat ROI/ROA yang
ditargetkan.
3)
Competitive
parity pricing, yaitu harga ditentukan berdasarkan harga yang ditentukan oleh
market leader.
4)
Value-based
princing, yaitu harga ditentukan atas dasar nilai jasa yang dipersepsikan oleh
segmen pelanggan tertentu. Princing ini disebut marker-driver approach,
dimanana tindakan dilakukan untuk memperkuat positioning jasa dan manfaat yang
diterima pelanggan dari jasa tersebut.
5)
Discrete
pricing, yaitu penetapan harga dibedakan dari pengambil keputusan pada saat
membeli jasa.
Menurut
Ririn dan Mastuti (2011:63) salah satu faktor yang mempengaruhi penetapan harga
jasa yaitu persaingan, dimana perusahaan jasa harus mengamati cost position dan pricing behavior ( perilaku penentuan harga ) dari pesaing.
Pengamatan dapat dilakukan dengan teknik sebagai berikut:
1)
Competitif
shopping
( harga jual dari antar pesaing )
2)
Market research
3)
Pembandingan
harga terhadap kualitas setiap penawaran yang ditawarkan oleh pesaing utama.
Tujuan penentuan harga adalah sebagai
berikut :
1)
Survival, tujuannya
meningkatkan profit ketika perusahaan dalam kondisi pasar yang tidak
menguntungkan, sehingga perusahaan tetap hidup.
2)
Profit
maximization, penentuan harga bertujuan untuk memaksimumkan profit dalam
periode tertentu.
3)
Sales
maximization,
penentuan harga bertujuan untuk membangun market
share dengan melakukan penjualan pada harga awal yang merugikan.
4)
Prestige, penentuan
harga bertujuan memposisikan jasa perusahaan sebagai jasa eksklusif.
5)
ROI
(return on investment), penentuan
harga disusun berdasarkan rencana pencapaian return on investment atau tingkat
pengembalian investasi.
c. Promosi
Promosi
adalah kegiatan yang mengkomunikasikan
informasi dari penjual kepada konsumen atau pihak lain dalam saluran penjualan
untuk mempengaruhi sikap dan perilaku. Melalui periklanan suatu perusahaan
mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat melalui
media-media yang disebut dengan media massa seperti Koran, majalah, tabloid,
radio, televisi dan direct mail (Baker, 2000:7).
Menurut
Ari, Jusuf dan Efendi dalam bukunya yang berjudul prinsip-prinsip pemasaran mengatakan bahwa promosi melaksanakan
satu dari tiga tugas yaitu :
1)
Menginformasikan
Promosi
yang informatif berusaha mengubah kebutuhan yang sudah ada menjadi keinginan
atau memberi stimultan minat pada sebuah produk baru. Hal ini terutama terjadi
pada tahap dini daur hidup sebuah produk.
2)
Membujuk
Promosi
dibuat dengan cara membujuk orang untuk masuk menjadi anggota atau konsumen
sebuah perusahaan dll, misal melalui poster. Hal tersebut dilakukan secara baik
dengan memenuhi kebutuhan emosional konsumen seperti kecintaan terhadap produk,
harga diri, dan kepuasan egonya.
3)
Mengingatkan
Promosi
digunakan juga untuk mempertahankan merek dalam benak orang. Bentuk promosi ini
terutama digunakan pada tahap kedewasaan daur hidup produk.
Komponen-komponen
bauran promosi yaitu :
1)
Iklan
merupakan bentuk presentasi bukan personal (non personal) dan promosi atas
gagasan, barang, atau jasa oleh seseorang atau sponsor yang teridentifikasi
dalam media seperti majalah, koran, poster, pengiriman surat secara
langsung (direct mail), radio, televisi,
katalog dan silkuler. ( Ari, 2015:233 )
2)
Penjualan
pribadi ( personal selling )
merupakan sebuah persentasi oral dalam pembicaraan dengan satu atau beberapa
pembeli prospektif, diamana tujuannya melakukan penjualan.
3)
Promosi
penjualan merupakan kegiatan-kegiatan pemasaran selain penjulan pribadi, iklan,
dan publikasi yang menstimulasi pembelian konsumen serta efektifitas penyalur,
seperti display, pertunjukan dan pameran,
demonstrasi , kupon, kontes, dan usaha-usaha penjualan tidak rutin
lainnya. Hal ini biasanya merupakan kegiatan jangka pendek. Point of sales promotion terdiri atas
brosur, information sheets dan
lain-lain.
4)
Hubungan
masyarakat (public relations ) yaitu
menyangkut sejumlah usaha berkomunikasi untuk mendukung sikap dan opini publik
terhadap organisasi serta produknya. Bentuk promosi tidak secara sepesifik
menyampaikan berita mengenai penjualan produk perusahaan.
5)
Publikasi,
yaitu menciptakan sikap dan opini yang baik terhadap perusahaan serta
produknya, dengan mengembangkan berita komersial yang signifikan dalam media
massa mengenai perusahaan dan produknya atau dengan memperoleh presentasi yang
menguntungkan di radio, televisi, atau sebuah pertunjukan.
d. Lokasi
Lokasi
yaitu dimana perusahaan atau lembaga berdiri dan melakukan
operasional perusahaan.
Menurut Tjiptono tempat akan sangat menentukan kesuksesan suatu jasa karena
memiliki hubungan yang erat dengan pasar potensial yang akan dituju. Salah
memilih lokasi perusahaan akan berakibat fatal bagi perusahaan. Menurut Heizer
(2006:112) tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan lokasi
bagi perusahaan.
Aspek-aspek
yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Pemilihan Lokasi (Yazid,2005) yaitu:
1)
Basis
ekonomi, aspek yang haus dipertimbangkan adalah:
a)
Industri
jasa mana yang dominan
b)
Keluasan
diversifikasi
c)
Proyeksi
pertumbuhan
d)
Pengaruh
fluktuasi ekonomi dan musim
2)
Situasi
persaingan, aspek yang harus dipertimbangkan adalah :
a)
Jumlah
dan ukuran pesaing
b)
Evaluasi
kekuatan dan kelemahan semua pesaing
c)
Proyeksi
jangka panjanng dan janngka pendek
d)
Tingkat
kejenuhan
3)
Kemudahan
lokasi toko, aspek yang harus di pertimbangkan adalah:
a)
Jumlah
dan jenis lokasi
b)
Akses
ke transportasi
c)
Kesempatan
memiliki atau menyewa
d)
Perlindungan
zona
e)
Biaya-biaya
lokasi
Konsumen
akan mempertimbangkan pembelian berdasarkan, sebagai berikut ( Engel
dkk,2005:123) :
1)
Akes
Akses
yaitu kemudahan mencapai lokasi. Akses dapat dilihat dari akses lalu lintas,
akses kendaraan umum, dan akses pejalan kaki.
2)
Tata
letak bangunan
Tata
letak bangunan merupakan bagaimana keadaan suatu perusahaan atau lembaga.
Tataletak bangunan dapat dilihat dari tempat parkir kendaraan, ruangan kantor,
toilet, tempat ibadah, dan mesin ATM.
Penelitian
Terdahulu
Hasil
penelitian terdahulu pada penelitian ini digunakan untuk memberikan informasi
tentang penelitian atau karya-karya ilmiah yang berhubungan dengan penelitian
ini, disamping itu diharapkan
peneliti dapat mengetahui letak atau posisi penelitian yang dilakukan oleh
peneliti sehingga tidak akan terjadi kesamaan materi serta sebagai kajian yang
dapat menjadi rujukan peneliti. Adapun penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian
ini adalah sebagai berikut:
Tabel 1.1
Penelitian
terdahulu yang relevan
|
Peneliti,tahun,
judul penelitian
|
Sumber
|
Variabel yang
di teliti
|
Hasil
penelitian
|
|
Khoirotul
Azizah (2014) ”Pengaruh Strategi Pemasaran Dan Kualitas Sumber Daya Manusia
Terhadap Minat Anggota Pada Pembiayaan Murabahah”
(Studi
Kasus pada KJKS BMT Artha Bumi Asri Semarang)
|
UIN Walisongo Semarang
|
-
Strategi Pemasaran (X1)
-
Kualitas Sumber Daya manusia
(X2)
-
Minat Anggota (Y)
|
Variabel
strategi pemasaran (X1) dan kualitas sumber daya manusia (X2) secara
bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif terhadap minat anggota KJKS BMT
Artha Bumi Asri Semarang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terbukti
dari analisis varian yang memperoleh F hitung sebesar 108,758 dengan nilai
probabilitas sebesar 0,000.
|
|
Muhammad
Imam Fauzi (2014) , “Analisis Minat Nasabah Terhadap Produk Pembiayaan Ijarah
BMT Bina Ihsanul Fikri Cabang Bugisan Yogyakarta”
(menggunakan metode kualitatif)
|
UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
|
-
|
Dari faktor-faktor yang 8 yaitu faktor produk,
faktor promosi, faktor pelayanan, faktor fasilitas pelayanan,faktor
kebutuhan, faktor referensi,faktor kemudahan,faktor keyakinan,maka faktor pelayanan
merupakan faktor utama dalam mempengaruhi minat nasabah menggunakan produk
ijarah di BMT Bina Ihsanul Fikri Cabang Bugisan Yogyakarta
|
|
Nurul Qomariah (2011)
“Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Menabung
Di Bank Syariah” (Studi Kasus Pada
Bank Syariah Mandiri Cabang Jember)
|
Jurnal, JEAM Vol X No.1/2011
|
- Produk (X1)
- Harga (X2)
- Tempat (X3)
- Promosi (X4)
- Keputusan Konsumen (Y)
|
Produk (X1), harga (X2), tempat (X3)
dan promosi (X4) berpengaruh signifikan terhadap keputusan
Konsumen menabung di Bank Syariah
Mandiri Jember . Hal ini terbukti dengan uji F, hasil dari uji F menunjukkan
bahwa F hitung > F table ( 8,132 > 2,8216).
|
|
Imam
Anendro (2016)
“Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Bank Syariah Mandiri Terhadap
Penggunaan E-money”
|
UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
|
- Persepsi kemudahan (X1)
- Persepsi kemanfaatan (X2)
- Harga (X3)
- Fitur layanan (X4)
- Promosi (X5)
- Minat nasabah (Y)
|
Dari hasil uji
regresi menjelaskan bahwa secara simultan terdapat pengaruh signifikan antara
variabel persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kemanfaatan, harga, fitur
layanan dan promosi terhadap minat nasabah bank syariah mandiri KC Yogyakarta
dalam menggunakan e-money
|
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan
metode pendekatan kuantitatif. Dalam riset pendekatan
kuantitatif, data yang diperlukan ialah data dalam bentuk kuantitas yang
diwakili dengan angka/numerik. ( Sarwono,2012:32)
Penelitian ini
merupakan penelitian lapangan dalam hal memperoleh data dengan melakukan
pengamatan langsung kepada nelayan yang termasuk anggota BMT SM PC Fatayat NU
Brebes dengan menggunakan kuesioner.
B. Data dan Sumber Data
1.
Data Primer
Data primer
adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama dilokasi penelitian atau
objek penelitian ( Burhan, 2005: 132 ). Data primer yang dikumpulkan dalam
penelitian ini diperoleh secara langsung dengan memberikan kuesioner atau
angket kepada para nelayan yang merupakan anggota BMT SM PC Fatayat NU Brebes. Data juga diperoleh
dengan wawancara langsung kepada pimpinan atau karyawan BMT SM PC Fatayat NU Brebes
untuk mendapatkan data perusahaan yang berhubungan dengan penelitian ini.
2.
Data Sekunder
Data
sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari
data yang peneliti butuhkan (Burhan,2005:132). Data sekunder dalam
penelitian ini dapat diperoleh
dari sumber lain diantaranya dari jurnal, artikel, buku dan dokumentasi yang
terkait atau yang erat hubungannya dengan penelitian ini.
C. Definisi Operasional Variabel
Tabel 2.1
Definisi Operasional Variabel
|
Variabel
|
Dimensi
|
Indikataor
|
Skala
|
|
Produk (X1)
Yaitu
barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan untuk dapat diperhatikan,
dimiliki, atau dirasakan oleh konsumen sehingga dapat memuaskan keinginan
atau kebutuhan.
|
-
sifat produk
-
mutu produk
|
1. menggunakan prinsip syariah
2. kejelasan akad
1.produk sesuai kebutuhan
2. bagi hasil/margin sesuai dengan manfaat yang dirasakan dari produk
|
Ordinal
|
|
Harga (X2)
Yaitu Suatu kesepakatan mengenai transaksi jual beli barang atau jasa
dan atau sejumlah uang yang harus di bayarkan oleh pembeli atas suatu produk.
|
-
Terjangkau
-
bersaing
|
1. bagi hasil/ margin yang di tetapkan mampu di jangkau anggota
2. biaya administrasi murah
1. bagi hasil yang di tetapkan sangat kompetitif
2. margin yang di tetapkan sangat kompetitif
|
Ordinal
|
|
Promosi (X3)
Yaitu
suatu kegiatan untuk menginformasikan dan mempengaruhi konsumen terkait
produk perusahaan sehingga konsumen tertarik untuk membeli atau menggunakan
produk tersebut
|
-
Media promosi
-
Personal selling
-
Sales promotion
|
1. brosur
2. spanduk
1.promosi karyawan BMT
2. Promosi dari anggota
1.hadiah
|
Ordinal
|
|
Lokasi (X4)
Yaitu lokasi dimana perusahaan atau lembaga berdiri dan melakukan
operasional perusahaan.
|
-
Strategis
-
Tata letak
|
1. akses lalu lintas
2. akses transportasi umum
3. dekat pemukiman nelayan
1. tempat parkir kendaraan
2. ruang kantor yang nyaman
|
Ordinal
|
|
Minat Nelayan (Y)
Yaitu
kecenderungan nelayan untuk tertarik, atau menyenangi produk pembiayaan BMT
Fatayat NU, atau pendorong yang menyebabkan nelayan memberi perhatian
terhadap produk pembiayaan tersebut.
|
-
Perhatian
-
Ketertarikan
-
Tindakan
|
1. perhatian terhadap promosi
2. perhatian terhadap harga
3. perhatian terhadap lokasi
4. perhatian terhadap produk
1. ketertarikan terhadap promosi
2. ketertarikan terhadap harga
3. ketertarikan terhadap lokasi
4. ketertarikan terhadap produk
1. mendatangi lokasi
2. melakukan pembiayaan
|
Ordinal
|
D.
Uji Asumsi
Klasik
a.
Uji
Normalitas
Uji normalitas
data dilakukan untuk mengetahui apakah data telah terdistribusi secara normal
atau tidak. Uji normalitas data dianggap penting karena ketika data
terdistribusi dengan normal, maka data dianggap dapat mewakili populasi ( Dwi,
2013:49).
Pengujian secara
visual dapat juga dilakukan dengan metode grafik normal Probability Plots dalam
program SPSS. Dasar pengambilan keputusan :
1)
Jika
data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka
dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
2)
Jika
data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal,
maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
b.
Uji
Multikolinearitas
Uji multikolinearitas
digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan linier atau variabel
independen dengan model regresi. Multikolonieritas yaitu suatu keadaan dimana
variebel bebasnya (independen) berkorelasi dengan variabel bebas lainnya atau
suatu variabel bebas merupakan fungsi linier dari variabel bebas lainnya. Model
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara varibel
independen (Ghozali,2009).
Adanya
multikolinieritas dapat di lihat dari tolerance
value atau nilai variance inflation
fakctor (VIF), dalam penelitian ini nilai VIF dapat diketahui dengan
menggunakan aplikasi SPSS versi 21, dengan nilai VIF harus dibawah 10 dan nilai
tolarance harus lebih dari 0,1. Jika
nilai tolerance value dibawah 0,10
atau nilai VIF di atas 10, maka terjadi multikolinieritas.
c.
Uji
heteroskedastisitas
Uji
heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui terdapat ketidaksamaan varians
dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain pada model regresi. Jika
terdapat perbedaan varians, maka terjadi heteroskedastisitas sehingga model
regresi dikatakan kurang baik.
E.
Model Analisis
Data
1.
Analisis regresi
berganda
Analisis regresi berganda
yaitu hubungan secara linier antara dua atau lebih
variabel bebas. Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing
variabel independent berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi
nilai dari variabel dependen mengalami kenaikan atau penurunan.
Persamaan regresi linier berganda dapat
dicari dengan rumus:
Keterangan :
Y = Variabel dependen (minat nelayan pada produk pembiayaan di
BMT SM PC Ftayat NU Brebes)
a = Konstanta
b1,b2 = Koefisien
garis regresi
X1 = Produk
X2 = Harga
X3 = Promosi
X4 = Lokasi
e = error / variabel pengganggu
2.
Pengujian
koefisien persamaan regresi
a.
Uji
T
Uji T digunakan
untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
b.
Uji
F
Uji F digunakan
untuk mengetahui apakah ariabel independen secara bersama-sama berpengaruh
terhadap variabel independen. Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesisnya yaiu sebagai
berikut :
diterima jika
<
,
ditolak jika
>
(Priyanto,2008:81)
c.
Koefisien
Determinasi (
)
Koefisien determinasi
pada dasarnya adalah untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam
menerangkan variabel dependen (Imam Ghozali,2011:97). Apabila nilai koefisien
determinasi mendekati satu, berarti indikator yang digunakan menunjukan semakin
kuat pengaruh perubahan variabel X terhadap variabel Y.
HASIL DAN PENGUJIAN HIPOTESIS
A. Hasil Uji Asumsi Klasik
1.
Uji Normalitas Data

Gambar
1.1
Hasil
uji normalitas
(sumber:
pengolahan data SPSS versi 21, tahun 2018)
Dari gambar di
atas terlihat bahwa titik penyebaran di sekitar garis diagonal dan
penyebarannya mengikuti arah arah garis diagonal. Dengan demikian dapat di
simpulkan bahwa faktor produk, faktor harga, faktor promosi, faktor lokasi, dan
minat nelayan dinyatakan berdistribusi normal, sehingga dapat dilanjutkan
ketahap berikutnya.
2.
Uji multikolinieritas
Tabel
3.1
Hasil
uji multikolinieritas
|
Coefficientsa
|
|||||||||
|
Model
|
Unstandardized Coefficients
|
Standardized Coefficients
|
T
|
Sig.
|
Collinearity Statistics
|
||||
|
B
|
Std. Error
|
Beta
|
Tolerance
|
VIF
|
|||||
|
1
|
(Constant)
|
18,141
|
1,983
|
|
9,149
|
,000
|
|
|
|
|
x1
|
,249
|
,128
|
,223
|
1,942
|
,056
|
,540
|
1,852
|
||
|
x2
|
,159
|
,110
|
,150
|
1,448
|
,152
|
,665
|
1,504
|
||
|
x3
|
,245
|
,129
|
,181
|
1,904
|
,061
|
,791
|
1,265
|
||
|
x4
|
,218
|
,092
|
,280
|
2,387
|
,019
|
,519
|
1,926
|
||
|
a. Dependent Variable: Y
|
|||||||||
(
sumber: pengolahan data SPSS versi 21, tahun 2018 )
Berdasarkan
hasil pengolahan data SPSS di atas terlihat bahwa nilai VIF faktor produk (x1)
1,852 < 10 dan nilai tolerance 0,540
> 0,1. Nilai VIF faktor harga ( x2) 1,504 < 10 dan niali tolerance 0,665
> 0,1. Nilai VIF faktor promosi (x3) 1,265 < 10, dan nilai tolerance
0,791 > 0,1. Nilai VIF faktor lokasi (x4) 1,926 < 10, dan nilai tolerance 0,519 > 0,1.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model regresi tersebut tidak terdapat
multikolonieritas.
3.
Uji heteroskedasitas

Gambar
2.1
Hasil
uji heteroskedasitas
Dari
gambar di atas dapat dilihat bahwa tidak adanya pola tertentu karena titik
menyebar tidak beraturan di atas dan di bawah sumbu 0 pada sumbu Y. Sehingga
dengan begitu dapat di katakan bahwa tidak terdapatnya gejala
heteroskedatisitas.
B. Hasil Analisis Regresi Linier
Berganda
Tabel 4.1
Hasil analisis regresi linier berganda
|
Coefficientsa
|
|||||||||
|
Model
|
Unstandardized
Coefficients
|
Standardized
Coefficients
|
T
|
Sig.
|
Collinearity
Statistics
|
||||
|
B
|
Std.
Error
|
Beta
|
Tolerance
|
VIF
|
|||||
|
1
|
(Constant)
|
18,141
|
1,983
|
|
9,149
|
,000
|
|
|
|
|
x1
|
,249
|
,128
|
,223
|
1,942
|
,056
|
,540
|
1,852
|
||
|
x2
|
,159
|
,110
|
,150
|
1,448
|
,152
|
,665
|
1,504
|
||
|
x3
|
,245
|
,129
|
,181
|
1,904
|
,061
|
,791
|
1,265
|
||
|
x4
|
,218
|
,092
|
,280
|
2,387
|
,019
|
,519
|
1,926
|
||
|
a. Dependent Variable: Y
|
|||||||||
(sumber:
pengolahan data SPSS versi 21, tahun 2018)
Berdasarkan
tabel di atas , maka model persamaan regresi berganda yaitu:
Y
= 18,141 + 0,249 (X1) + 0,159 (X2) + 0,245(X3) + 0,218 (X4) + e
Keterangan :
Y = Variabel dependen (minat nelayan
pada produk pembiayaan di BMT SM PC Ftayat NU Brebes)
a = Konstanta
b1,b2 = Koefisien garis regresi
X1 =
Produk
X2 =
Harga
X3 =
Promosi
X4 =
Lokasi
e = error / variabel
pengganggu
Penjelasan
dari persamaan regresi linier berganda di atas yaitu :
Nilai
minat nelayan (Y) adalah 18,141 jika X1,X2,X3,X5 nilainya adalah 0 (nol). Dan
koefisien regresi variabel faktor produk
(X1) berpengaruh positif terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan
di BMT SM PC Fatayat NU Brebes dengan nilai koefisien sebesar 0,249 %.
Koefisien regresi variabel faktor harga (X2) berpengaruh positif terhadap minat
nelayan dalam melakukan pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes dengan nilai
koefisien sebesar 0,159 %. Koefisien regresi variabel faktor promosi (X3)
berpengaruh positif terhadap minat nelayan dalam melakukan pembiayaan di BMT SM
PC Fatayat NU Brebes dengan nilai koefisien sebesar 0,245 %. Koefisien regresi
variabel faktor lokasi (X1) berpengaruh positif terhadap minat nelayan pada
produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes dengan nilai koefisien sebesar
0,218 %.
C. Analisis Determinasi (R2)
Untuk mengetahui presentase sumbangan pengaruh variabel indevenden
(X1,X2,X3,X4) secara serentak terhadap variabel devenden (Y), maka dapat
dilihat sebagai berikut:
Tabel 5.1
Hasil koefisien determinasi
|
Model
Summaryb
|
||||
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted
R Square
|
Std.
Error of the Estimate
|
|
1
|
,655a
|
,429
|
,401
|
1,185
|
|
a. Predictors: (Constant), x4, x3, x2, x1
|
||||
|
b. Dependent Variable: Y
|
||||
(sumber:
pengolahan data SPSS versi 21, tahun 2018)
Dari tabel di atas menunjukan bahwa presentase sumbangan pengaruh
variabel independen faktor produk (X1), faktor harga (X2), faktor promosi (X3),
faktor lokasi (X4) mampu menjelaskan sebesar 42,9 % variasi variabel dependen
yaitu minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes (Y).
Sedangkan sisanya 57,1 % di pengaruhi atau dijelaskan oleh variabel yang lain
yang tidak di masukan dalam model penelitian ini.
D. Uji T
Hasil uji T ini dapat di lihat dari tabel 4.1 output coefficien dari hasil regresi linier berganda. Dikarenakan uji T ini adalah uji yang
bersifat parsial, maka perlu di rumuskan terlebih dahulu hipotesis dari
masing-masing variabel.
Di bawah ini adalah rumusan hipotesis dari masing-masing variabel :
Ho1: secara parsial
tidak ada pengaruh variabel faktor produk terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC
Fatayat NU Brebes.
Ha1: secara parsial ada pengaruh variabel faktor produk terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan
di BMT SM PC Fatayat NU Brebes.
Ho2: secara parsial tidak ada pengaruh variabel faktor harga terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat
NU Brebes.
Ha2: secara parsial ada pengaruh variabel faktor harga terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat
NU Brebes.
Ho3: secara parsial tidak ada pengaruh variabel faktor pomosi terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC
Fatayat NU Brebes.
Ha3: secara parsial
tida pengaruh variabel faktor promosi terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC
Fatayat NU Brebes.
Ho4: secara parsial tidak ada pengaruh variabel faktor lokasi terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT
SM PC Fatayat NU Brebes.
Ha4: secara parsial ada pengaruh
variabel faktor lokasi terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan
di BMT SM PC Fatayat NU Brebes.
Dengan kiteria
pengujian sebagai berikut :
Jika
≥
, maka Ho di tolak artinya signifikan dan
Jika
≤
, maka Ho di terima artinya tidak signifikan
Berdasarkan tingkat
signifikan yang di gunakan dengan derajat kebebasan dk= n-2 (85-2) = 83 dengan
taraf kesalahan α = 0,1 di peroleh
sebesar 1,29183 ( lihat
pada lampiran ).
Dari
pengujian SPSS di terlihat bahwa variabel faktor produk (1,942 ≥ 1,29183),
variabel faktor harga (1,448 ≥ 1,29183), variabel faktor promosi (1,904 ≥
1,29183), variabel faktor lokasi (1,942 ≥ 1,29183). Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa secara parsial seluruh variabel independen X1,X2,X3,X4 berpengaruh
signifikan terhadap minat nelayan pada produk
pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes.
Dari ke empat
faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi
minat nelayan pada produk pembiayaan di
BMT SM PC Fatayat NU Brebes dengan melihat pada uji regresi berganda dengan
koefisien beta terhadap masing-masing variabel adalah faktor produk, hal ini
dikarenakan para nelayan pada umumnya ingin memperoleh jenis pembiayaan (produk
lembaga keungan syariah) yang dalam hal penerapannya tidak merugikan anggota
baik dari akad nya yang jelas dan prinsip-prinsip syariah yang di terapkan
dalam produk BMT tersebut, kemudian bagi hasil/marginya yang sesuai dengan
manfaat yang di rasakan anggota dari produknya itu sendiri.
E. Uji F
Hasil uji F ini dapat dilihat dari output anova dari hasil regresi linier berganda.
Tabel 6.1
Uji F
|
ANOVAa
|
||||||
|
Model
|
Sum of
Squares
|
Df
|
Mean
Square
|
F
|
Sig.
|
|
|
1
|
Regression
|
84,566
|
4
|
21,141
|
15,057
|
,000b
|
|
Residual
|
112,328
|
80
|
1,404
|
|
|
|
|
Total
|
196,894
|
84
|
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable: Y
|
||||||
|
b. Predictors: (Constant), x4, x3, x2, x1
|
||||||
( sumber:
pengolahan data SPSS versi 21, tahun 2018 )
Hipotesis yang
di ajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ho5 = Tidak terdapat pengaruh yang
signifikan faktor produk, faktor harga, faktor promosi, dan faktor lokasi,
secara bersama-sama terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT
SM PC Fatayat NU Brebes.
Ha5 = Terdapat pengaruh yang signifikan faktor produk,
faktor harga, faktor promosi, dan faktor lokasi, secara bersama-sama terhadap
minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC
Fatayat NU Brebes.
Dengan kiteria
pengujian sebagai berikut :
Jika
≥
, maka Ho di tolak artinya signifikan dan
Jika
≤
, maka Ho di terima artinya tidak signifikan
Berdasarkan
tabel anova di atas, diperoleh F hitung sebesar 15,057. Sedangkakn nilai F
tabel sebesar 2,01 ( lihat pada lampiran
Nilai
≥
yaitu
15,057 ≥ 2,01, maka Ho di tolak dan Ha diterima , yang artinya adalah
adanya pengaruh secara
signifikan antara faktor produk, faktor harga, faktor promosi, dan faktor
lokasi, secara bersama-sama terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT
SM PC Fatayat NU Brebes.
F. Pembahasan hasil penelitian
1.
Pengaruh variabel
faktor produk terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan
di BMT SM PC Fatayat NU Brebes.
Dari
hasil uji t yang terdapat pada tabel 10.1, nilai koefisien faktor produk untuk
variabel X1 sebesar 0,249. Dengan demikian setiap peningkatan variabel faktor
produk sebesar satuan dengan asumsi variabel lain tetap maka akan meningkatkan
minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT sebesar 0,249 satuan.
Variabel
faktor produk secara statistik menunjukan hasil yang signifikan dengan nilai
yang lebih kecil dari α (0.056 < 0,1). Sedangkan nilai
X1 yaitu 1,942 dan
1,29183 dengan kriteria dk=n-2 (85-2) = 83, α
= 0,1. Sehingga
≥
( 1,942 ≥ 1,29183 ), maka Ho di tolak dan Ha
diterima yang artinya adanya pengaruh variabel faktor produk secara
parsial dan signifikan terhadap minat
nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes.
2.
Pengaruh variabel
faktor harga terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT
SM PC Fatayat NU Brebes.
Dari
hasil uji t yang terdapat pada tabel 10.1, nilai koefisien faktor harga untuk
variabel X2 sebesar 0,159. Dengan demikian setiap peningkatan variabel faktor
harga sebesar satuan dengan asumsi variabel lain tetap maka akan meningkatkan
minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT sebesar 0,159 satuan.
Variabel
faktor harga secara statistik menunjukan hasil yang tidak signifikan dengan
nilai yang lebih besar dari α (0.152 > 0,1). Sedangkan nilai
X2 yaitu 1,448 dan
1,29183 dengan kriteria dk=n-2 (85-2) = 83, α
= 0,1. Sehingga
≥
( 1,448 ≥ 1,29183 ), maka Ho di tolak dan Ha
diterima yang artinya adanya pengaruh variabel faktor harga secara parsial terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT
SM PC Fatayat NU Brebes.
3.
Pengaruh variabel
faktor promosi terhadap minat
nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes.
Dari
hasil uji t yang terdapat pada tabel 10.1, nilai koefisien faktor promosi untuk
variabel X3 sebesar 0,245. Dengan demikian setiap peningkatan variabel faktor
promosi sebesar satuan dengan asumsi variabel lain tetap maka akan meningkatkan
minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT sebesar 0,245 satuan.
Variabel
faktor promosi secara statistik menunjukan hasil yang signifikan dengan nilai
yang lebih kecil dari α (0.061 <
0,1). Sedangkan nilai
X3 yaitu 1,904 dan
1,29183 dengan kriteria dk=n-2 (85-2) = 83, α
= 0,1. Sehingga
≥
( 1,904 ≥ 1,29183 ), maka Ho di tolak dan Ha
diterima yang artinya adanya pengaruh variabel faktor promosi secara parsial dan
signifikan terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT
SM PC Fatayat NU Brebes.
4.
Pengaruh variabel faktor
lokasi terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT
SM PC Fatayat NU Brebes.
Dari
hasil uji t yang terdapat pada tabel 10.1, nilai koefisien faktor lokasi untuk
variabel X4 sebesar 0,218. Dengan demikian setiap peningkatan variabel faktor
lokasi sebesar satuan dengan asumsi variabel lain tetap maka akan meningkatkan
minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT sebesar 0,218 satuan.
Variabel
faktor promosi secara statistik menunjukan hasil yang signifikan dengan nilai
yang lebih kecil dari α (0.019 <
0,1). Sedangkan nilai
X4 yaitu 2,387 dan
1,29183 dengan kriteria dk=n-2 (85-2) = 83, α
= 0,1. Sehingga
≥
( 2,387 ≥ 1,29183 ), maka Ho di tolak dan Ha
diterima yang artinya adanya pengaruh variabel faktor lokasi secara parsial dan signifikan
terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT
SM PC Fatayat NU Brebes.
5.
Pengaruh variabel
faktor produk, faktor harga, faktor promosi dan faktor lokasi
secara simultan terhadap minat nelayan pada
produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes.
Berdasarkan
dari hasil analisis regesi linier berganda antara variabel dependen yaitu
faktor produk (X1) faktor harga ( X2) faktor promosi (X3) dan faktor lokasi (
X4) dengan variabel independen yaitu minat nelayan pada produk pembiayaan di
BMT SM PC Fatayat NU Brebes (Y) diperoleh persamaan regresi Y = 18,141 + 0,249 (X1) + 0,159 (X2) +
0,245(X3) + 0,218 (X4) + e, hal ini menunjukan bahwa apabila faktor produk (X1)
faktor harga ( X2) faktor promosi (X3) dan faktor lokasi ( X4) sama dengan 0
maka minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC
Fatayat NU Brebes
(Y) 18,141.
Variabel faktor
produk, faktor harga, faktor promosi dan fakor lokasi dengan variabel minat
nelayan bersama-sama secara statistik menunjukan hasil yang signifikan dengan
nilai yang lebih kecil dari α (0.000 < 0,1). Sedangkan hasil uji hipotesis
menunjukan bahwa nilai F hitung sebesar 15,057
sedangkan nilai F tabel sebesar 2,01,
sehingga
≥
(15,057 ≥ 2,01), maka Ho di tolak dan Ha
diterima , yang artinya adalah adanya pengaruh yang signifikan
antara faktor produk, faktor harga, faktor promosi, dan faktor lokasi secara
bersama-sama terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT
SM PC Fatayat NU Brebes.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah di jelaskan pada
bagian bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Produk
pembiayaan BMT Fatayat NU dari dimensi sifat produk dan mutu produk secara
signifikan berpengaruh positif terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di
BMT SM PC Fatayat NU Brebes.
2. Harga
(margin/bagi hasil) pembiayaan BMT Fatayat NU dari dimensi keterjangkauan
margin yang di bebankan BMT dan tingkat kebersaingan margin dengan lembaga
keuangan yang lain secara signifikan berpengaruh positif terhadap minat nelayan
pada produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU Brebes.
3. Promosi
yang di lakukan BMT Fatayat NU dari
dimensi media promosi, penjualan pribadi dan promosi penjualan secara
signifikan berpengaruh positif terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di
BMT SM PC Fatayat NU Brebes.
4. Lokasi
BMT Fatayat NU dari dimensi strategis dan tata letak lokasi secara signifikan
berpengaruh positif terhadap minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC
Fatayat NU Brebes.
5. Dari hasil uji regresi menjelaskan bahwa secara simultan atau bersama-sama
terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor produk, faktor harga, faktor
promosi, dan faktor lokasi terhadap minat nelayan dalam melakukan pembiayaan di
BMT SM PC Fatayat NU Brebes. Dimana variabel faktor-faktor tersebut bersama-sama memberikan kontribusi terhadap
peningkatan minat nelayan pada produk pembiayaan di BMT SM PC Fatayat NU
Brebes.
DAFTAR
PUSTAKA
A.
Buku
Abdullah,Thamrin dan Francis Tantri.(2015).Manajemen Pemasaran. Jakarta.PT Raja
Grafindo Persada.
Antonio,Muhammad Syafi’i.(2001).Bank Syariah
Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.
Arikunto,Suharsimi.(2010).Prosedur
Penelitian Pendekatan Praktik.Jakarta: Rineka Cipta.
Buchori dan Alma.(2010).Kewirausahaan.Bandunng:Alvabeta.
Bungin ,Burhan.(2005).Metodologi Penelitian Kuantitatif.Jakarta:
Kencana.
Danupranata, Gita.(2013). Buku Ajar Manajemen Perbankan Syariah.Jakarta: Salemba Empat.
Darmawan,Deni.(2013).Metode
Penelitian Kuantitatif.Bandung: PT.Remaja Rosda karya.
Engel dkk
(Ed).(2005).Perilaku Konsumen.Jakarta:Binarupa
Aksara.
Ghozali,Imam.(2001).Aplikasi Analisis
Multivarate dengan Program PSS. Semarang: Badan
Universitas Diponegoro.
Huda,Nurul dan Heykal.(2013).Lembaga
Keuangan Islam;tinjauan teoritis dan praktis
, cetak -an pertama.Jakarta:kencana.
Imaniyati,Neni Sri.(2010).Aspek-Aspek
Hukum BMT.Bandung:Citra Aditya Bakti.
Karim, Adiwarman.(2004). Bank Islam:
Analisis Fiqh dan Keuangan.edisi kedua. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
Kotler,Fhilip dan Kevin Leni Keller.(2006).Manajemen Pemasaran, Edisi 13 Jilid 1,
alih bahasa: Bob Sabran. Erlangga:Jakarta,.
Kotler,Philip dan Gary Armstrong.(2001).Prinsip-prinsip pemasaran.Jakarta: Erlangga.
Kotler,Philip yang dikutip oleh Jajar Kristanto.(2005).Dalam buku Manajmen Pemasaran Internasional.Jakarta:
Erlangga.
Kusnadi.Jaminan Sosial Nelayan.(2007).Yogyakarta:PT
LkiS Pelangi Aksara.
Louis,Boone dan Krutz.(2007).Contemporary
Bussines,
Edition.
Penerjemah Shilry Tiolina, Hapsary.Jakarta:Salemba
Empat..
Muljono,Djoko.(2015).Perbankan dan
Lembaga Keuangan Syariah. Yogyakarta: ANDI.
Mulyadi.(2007).Ekonomi Kelautan.Jakarta:PT Rajagrafindo
Persada.
Prihantoro,Rudy.(2012).Konsep Pengendalian Mutu.Bandung: PT
RemajaRosdakarya.
Ratnasari,Ririn
Sri,Mastuti.(2011).Manajemen
Pemasara Jasa.Bogor:Ghalia
Indonesia.
Sarwono.(2012).Metode Riset
Skripsi Pendekatan Kuantitatif Menggunakan SPSS. Jakarta: PT Gramedia.
Setiyaningrum,Ari
dkk.(2015).Prinsip-Prinsip Pemasaran.Yogyakarta.Andi.
Shaleh,
Abdul Rahman & Muhbib Abdul Wahab.(2004). Psikologi Suatu Pengantar Dalam Persfektif Islam. Jakarta: Penerbit
Kencana.
Shaleh ,Abdul Rahman.(2004).Psikologi Suatu
Pengantar.Jakarta: Prenada Media.
Soemitra,Andri.(2009).Bank dan
Lembaga Keuangan Syariah, Edisi pertama.Jakarta: Kencana.
Suharsaputra,Uhar.(2012).
Metode Penelitian; kuantitaif,kualitatif,
dan tindakan. Bandung .PT Refika Aditama.
Sudaryono.(2016).Manajemen Pemasaran Teori dan Implementasi.
Yogyakarta. Andi.
Suharyadi dan Purwanto.(2009).Statistik.Jakarta:
Salemba Empat.
Sugiyono.(2001).Metode
Penelitian Bisnis.Bandung:Alfabeta.
Sugiyono.(2015).Metode
Penelitian Pendidikan; pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D.Bandung:Alfabeta.
Sumarwan,Ujang.(2011).Perilaku
Konsumen;teori dan penerapannya dalam pemasaran. edisi kedua.Bogor:Ghalia
Indonesia.
Tatang M,Amirin.(2010).Skala Likert:penggunaanya dan analisis
datanya.
Tjiptono,Fandi.(2008).Strategi Pemasaran Edisi III.Yogyakarta:Andi.
Wiroso.(2011).Produk Perbankan
Syariah.Jakarta:LPFE Usakti.
Yazid.(2005).Pemasaran Jasa; konsep dan implementasi. Yogyakarta.Ekonisia.
B.
Skripsi
Anendro,Imam.(2016).Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Bank Syariah
Mandiri Terhadap Penggunaan E-Money.Skripsi
Agusyani,
Zaenal.(2015).Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Nelayan;Studi Kasus pada Nelayan Desa Kluwut
Kecamatan Bualakamba Kabupaten Brebes.Skripsi
Azizah,
Khoirotul.(2014).Pengaruh Strategi
Pemasaran dan Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Minat Anggota pada
Pembiayaan Murabahah;Studi Kasus pada KJKS BMT Artha Bumi Asri Semarang.Skripsi
Chamidun, A.(2015). Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat UMKM Mengajukan Pembiayaan Pada Lembaga
Keuangan Syari’ah (StudiKasus Di BMT Barokah Magelang). Skripsi.
Fauzi,Muhammad
Imam.(2014).Analisis Minat Nasabah
Terhadap Produk Pembiayaan Ijarah BMT Bina Ihsanul Fikri Cabang Bugisan
Yogyakarta. Skripsi.
Imam Hanafi .(2007). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Dalam Memanfaatkan Fasilitas Pembiayaan Pada BMT Amratani
Utama Yogyakarta
Khoirotul Azizah.(2014).Pengaruh Strategi Pemasaran Dan Kualitas
Sumber Daya Manusia Terhadap Minat Anggota Pada Pembiayaan Murabahah;Studi
Kasus pada KJKS BMT Artha Bumi Asri Semarang.
Maya Angela Silvia.(2014).Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat
Nasabah Menggunakan Internet Banking Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk, Cabang Ahmad Yani Makassar
C.
Jurnal
Fajri,Detha Alfrian dkk.(2013). Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan
Menabung;
Survei Pada Nasabah Bank Muamalat Cabang
Malang. Jurnal
Administrasi Bisnis (JAB) . Vol 6 No. 2: 1-10.
Mahmudatus Sa’diyah.(2014). Pengembangan Produk-Produk Lembaga Keuangan
Mikro Syariah. Volume 2, No.1. 165-173
Nurcholifah,Ita.(2014).Strategi Marketing Mix Dalam Perspektif
Syariah, Journal Of
Islamic Studies,Volume
4 Nomor 1: 73-86.
Qomariah,Nurul.(2011).Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Menabung Di Bank Syariah;Studi Kasus Pada
Bank Syariah Mandiri Cabang Jember. JEAM Vol X No. 1: 30-42.
Putri,Yulia
Hamdaini,Ahmad Syathiri.(2016). Pengaruh
Persepsi Dan Minat Terhadap Keberadaan Baitul Mal Wattamwil (BMT) Di Kota
Palembang. Jurnal Manajemen
& Bisnis Sriwijaya Vol. 14 No.3:395-406
Retnowati,Endang.(2011).Nelayan Indonesia Dalam Pusaran Kemiskinan persfektif
Sosial,Ekonomi, dan Hukum. Jurnal Persepektif Volume XVI No.3
Rizky,Muhammad
Fakhru NST dkk.(2014). Pengaruh Promosi
Dan Harga Terhadap Minat Beli Perumahan Obama PT. Nailah Adi Kurnia SEI
Mencirim Medan. JURNAL MANAJEMEN
& BISNIS VOL
14 NO. 02:135-143.
D.
Perundang-Undangan
UU RI No.25 Tahun
1992 tentang perkoperasian.
UU RI No.45 Tahun 2009 pasal 1 tentang perikanan.

Post a Comment for "Jurnal Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nelayan pada Produk Pembiayaan"
Komentar