Kisah Nabi Sulaiman As Lengkap Beserta Dalilnya

Kisah Nabi Sulaiman As. - Nabi Sulaiman As. adalah putra Nabi Daud As. Beliau mewariskan kerajaan ayahnya di kalangan bangsa Israil. Allah SWT telah mengaruniai beberapa mukjizat dan keistimewaan kepada Nabi Sulaiman As. 

Kisah Nabi Sulaiman As. - Selain sebagai Nabi, Rasul Allah, dan Raja di kalangan umatnya, Nabi Sulaiman memiliki keistimewaan lain :
  •  Beliau memiliki kecerdasan akal, adil dan bijaksana di dalam berpikir dan mengambil keputusan;
  • Beliau memahami bahasa binatang seperti burung, semut, dan sebagainya.
  • Beliau berkuasa memerintah bangsa Jin;
  • Beliau dapat bepergian kemana saja dengan mengendarai angin; dan
  • Beliau adalah seorang raja yang kaya raya dengan istana yang megah berkilauan dan bertaburan mutiara
Allah SWT telah berfirman tentang Nabi Sulaiman As. yang artinya :

" Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata : "Hai manusia, kami telah diberi peringatan tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata." Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari Jin,manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). (QS. An-Naml: 16-17)

Kisah Nabi Sulaiman As. dan Sekelompok Semut
Pada suatu ketika, kisah Nabi Sulaiman As. beserta tentaranya akan melewati suatu tempat yang dihuni oleh sekelompok bangsa semut. Maka berkatalah raja semut kepada rakyatnya: "Hai rakyatku, menyingkirlah dan masuklah kalian ke dalam lubang, karena Nabi Sulaiman As. dan tentaranya sebentar lagi akan melewati bumi ini." Tentang ini, Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Qur'an yang artinya :

"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut : "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; maka dia tersenyum dan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau Ridhai; dan masukanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh." (QS. An-Naml: 18-19)

 Kisah Nabi Sulaiman As. dan Ratu Balqis

 Ketika Nabi Sulaiman As. sedang mengatur tentaranya yang terdiri dari manusia, Jin, dan binatang, beliau mendapati salah satu anggota tentaranya dari bangsa burung tidak ada dalam barisan. Burung itu bernama Hud-hud. Maka bertanyalah Nabi Sulaiman As. : "Kemanakah gerangan Hud-hud?" Tiba-tiba, tak lama setelah itu datanglah Hud-hud dengan penuh hormat menghadap Nabi Sulaiman As. seraya melaporkan sebab-sebab keterlambatannya. Burung itu memberitakan tentang negeri Saba yang diperintah oleh seorang ratu yang kaya raya, tetapi dia beserta rakyatnya menyembah matahari. Di dalam Al-Qur'an, Allah menceritakan hal ini dengan firman-Nya yang artinya :

 " Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata : "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini, Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk. (QS. An-Naml: 22-24)

Mendengar kabar itu, Nabi Sulaiman segera menulis sepucuk surat kepada Ratu negeri Saba itu, Balqis namanya. Isi surat itu adalah seruan dan ajakan Nabi Sulaiman kepada ratus Balqis agar ia beserta seluruh rakyatnya menyembah hanya kepada Allah SWT., Tuhan yang telah menciptakan alam dan seluruh isinya. Surat itu kemudian dibawa oleh Hud-hud ke negeri Saba untuk diserahkan kepada Ratu Balqis. 

Menerima surat itu, Ratu Balqis amat terkejut. Kemudia ia segera membuka dan membaca surat tersebut. Setelah ia memaklumi isinya, maka bermusyawarahlah ia beserta para pembesar negeri. Sebagian pembesar negeri menghendaki agar surat ajakan itu ditolak saja dan menghadapi tentara Nabi Sulaiaman As. jika ternyata mereka diperangi. Sedangkan sebagian pembesar negeri yang lain menyarankan agar Ratu Balqis menerima saja ajakan Nabi Sulaiman itu, agar negeri Saba selamat dari kehancuran akibat serangan tentara Sulaiman kelak.

Maka terjadilah perdebatan yang cukup sengit diantara kedua pendapat itu. Sehingga Ratu Balqis kemudian memutuskan suatu rencana untuk menundukan Nabi Sulaiman. Ia menyerahkan sepucuk surat serta berbagai hadiah mewah yang amat besar nilainya. Hadiah-hadiah itu dimaksudkan untuk meluluhkan hati Nabi Sulaiman As. sehingga beliau mengurungkan niatnya untuk memerangi negeri Saba.

Tetapi yang terjadi ternyata di luar dugaan Ratu Balqis. Nabi Sulaiman As. dengan tegas menolak pemberian itu, bahkan memberikan surat balasan kepada Ratu Balqis yang isinya ancaman, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur'an yang artinya :

 Maka tatkala utusan itu  sampai kepada Sulaiman, Sulaiaman berkata : "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik dari pada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka  dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina."  (QS. An-Naml: 36-37)

Maka pulanglah para utusan Ratu Balqis dengan membawa kembali hadiah-hadiahnya ke negeri Saba. Setelah sampai di negerinya, mereka menceritakan semua yang mereka lihat dan dengar. Ratu Balqis amat takjub mendengar semua itu. Maka berkatalah ia: "Jika demikian, aku sendiri akan datang ke negeri Sulaiman. Akan aku saksikan sendiri bagaimana kebesaran kerajaannya."

Rencana keberangkatan Ratu Balqis itu rupanya diketahui terlebih dahulu oleh Nabi Sulaiman As. Maka diperintahkannya semua balatentaranya yang terdiri dari manusia, jin, dan binatang, agar memperindah istananya dan melengkapi dengan segala perabot yang indah-indah.

Kemudian sebagai kejutan, Nabi Sulaiamn bermaksud memindahkan singgasana Ratu Balqis yang megah itu dari negeri Saba  ke istananya. Maka bertanyalah Sulaiman kepada bala tentaranya : "Siapakah diantara kalian yang sanggup membawa singggasana Ratu Balqis kemari dengan cepat sebelum ia sampai di sini?" Salah satu dari bangsa jin, Ifrit namanya, menjawab : "Aku sanggup membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." 

Nabi Sulaiman As. menjawab : " Kalau begitu,lakukanlah!" Maka, ketika Nabi Sulaiman As. mengedipkan matanya, singgasana Ratu Balqis sudah ada di hadapannya .

Ketika Ratu Balqis tiba di istana Nabi Sulaiman As., dengan sikap seolah-oleh belum mengetahui, Nabi Sulaiman As. bertanya kepadanya seraya menunjuk ke singgasananya : "Seperti inikah rupa singasana anda?" Ratu Balqis terkejut dan menjawab : "Ya, memang singgasanaku sama persis dengan ini."


Kemudian Ratu Balqis dipersilahkan masukke dalam istana dan melihat-lihat keadaannya. Ia benar-benar kagum luar biasa atas istana dan melihat-lihat keadaannya. Ia benar-benar kagum luar biasa atas kehebatan istana Nabi Sulaiman As. Rasanya belum pernah ia melihat istana seindah dan semegah itu, meskipun istananya sendiri sudah sedemikian hebat.

Di dalam Al-Qur'an, Allah Swt. telah mengisahkan  pengakuan Ratu Balqis akan kebesaran dan keagungan istana Nabi Sulaiman As. dengan firman-Nya yang artinya :

Dikatakan kepadanya : "Masuklah ke dalam istana." Maka tatkala ia melihat lantai isatana itu, dikiranya kolam air yang besar , dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman : "Sesungguhnya itu adalah istana licin terbuat dari kaca." Berkatalah Balqis : "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuan semesta alam." (QS. An-Naml: 44)

Melihat kebesaran istana Nabi Sulaiman As.,Ratu Balqis menjadi sadar, bahwa kebesaran istananya di negeri Saba yang dikiranya tiada berbanding ternyata kecil jika dibandingkan dengan milik Nabi Sulaiman As. Begitu pula, segala sesuatu yang diberikan All Swt. kepada Nabi Sulaiaman As. jauh melampaui apa-apa yang ia miliki. Maka, tanpa ragu lagi, Ratu Balqis kemudian memeluk Islam. Dan ia akhirnya dikawini oleh Nabi Sulaiman As.

Kisah Nabi Sulaiman As. Wafat

Kematian Nabi Sulaiman As.  berbeda dengan manusia biasa. Allah Swt. agaknya menghendaki kematiannya dengan keajaiban. Nabi Sulaiman As. wafat dalam keadaan sedang duduk di kursi dengan memegang tongkatnya sambil seolah-olah mengawasi kesibukan jin-jin yang sedang sibuk bekerja keras. Di dalam Al-Qur'an, kematian Nabi Sulaiman As. itu diterangkan oleh Allah Swt. dengan firman-Nya yang artinya :

Maka tatkala kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetp dalam siksa yang menghinakan." (QS. Saba': 14)


Nabi Sulaiman As. telah wafat  sambil duduk di atas kursinya dan bersandar pada tongkatnya. Tiada yang mengetahui kenyataan itu selama waktu yang panjang. Ketika tongkatnya di makan rayap dan lapuk, maka robohlah jenazah Nabi Sulaiman As. ke tanah. Saat itulah manusia, jin, dan yang lainnya mengetahui, bahwa yang mengawasi pekerjaan mereka selama ini adalah jenazah Nabi Sulaiman As. Ketika itu, pekerjaan membangun Baitul Maqdis telah selesai.

 
Hikmah dari Kisah Nabi Sulaiman As.

  • Seperti halnya ayahnya Nabi daud As., Nabi Sulaiman As. adalah hamba Allah pilihan yang dilimpahi berbagai macam anugerah dan keistimewaan. Keistimewaan dan anugerah yang ia terima membuat ia lebih menyadari kekuasaan Allah yang luar biasa.
     
  • Nabi Sulaiman As. adalah hamba Allah yang sangat arif dan bijaksana, ia bersifat belas asih kepada semua makhluk hingga seekor semut sekalipun.
Nah itula sobat kisah Nabi Sulaiman lengkap beserta dalilnya, semoga dengan mengetahuinya kita semakin bijaksana dan ketaqwaan kita semakin meningkat kepada Allah Swt. 

Bagi sobat yang ingin membaca kisah Nabi dan Rasul lainnya, silahkan bisa melihatnya di Daftar Isi Kisah 25Nabi dan Rasul Lengkap Beserta Dalilnya dengan cara klik di sini.

Sumber :  Mahfan. 2005, Kisah 25 Nabi & Rasul, Jakarta: Sandro Jaya. 

Post a Comment for "Kisah Nabi Sulaiman As Lengkap Beserta Dalilnya"