Anda Ingin Sukses Berwirausaha ? Inilah Delapan Kesalahan Fatal dalam Berwirusaha yang Harus Kita Hindari

Berwirausaha merupakan tuntutan finansial yang banyak dilakukan oleh kebanyakan orang. Selain dapat mempermudah kita dalam memenuhi kebutuhan, wirausahapun merupakan langkah tepat untuk menjadikan kita sukses secepat mungkin, memilki penghasilan tak terbatas, bahkan sampai pada kebebasan diri dan finansial.

Berwirausaha hakikatnya adalah berusaha mandiri tanpa terlalu tergantung pada suatu instasni atau orang lain. Dengan semangat berwirausaha inilah akhirnya kita tidak terlalu dipusingkan dalam urusan mencari pekerjaan, sebuah aturan, atau bahkan hanya sekedar tuntutan penampilan.

Seseorang dengan jiwa kreatifitas dan kepemimpinan yang tinggi, umumnya lebih senang berwirausaha daripada bekerja pada sebuah perusahaan atau instansi. Karakter mereka yang tidak suka dipimpin, dan bisa leluasa menuangkan semua ide dan potensi yang dimilikinya adalah salah satu faktor utama jenis pekerjaan ini dipilihnya.


Sebut saja Bob Sadino, sebelum menjadi pengusaha yang sukses dirinya pernah bekerja dibeberapa perusahaan bonafit, salah satunya adalah Unilever Indonesia. Dalam bukunya Bob Sadino mengatakan bahwa banyak orang mengatakan dirinya gila ketika memutuskan keluar dari pekerjaan yang sangat menjanjikan, terlebih menurutnya kerja di Eropa itu sangat enak. Siangnya kerja, malamnya pesta dan dansa. Begitu-begitu saja terus menikmati hidup.

Alasan utama dirinya keluar dari pekerjaan tentu bukan karena dia tidak bahagia dengan pekerjaannya, namun justru karena merasa hidup yang dijalaninya tersebut tidak memiliki tantangan yang berarti, sehingga baginya itu adalah sesuatu yang sangat membosankan.


Menyukai tantangan adalah salah satu ciri khas manusia pemilik jiwa entrepreneur sejati. Hal inilah yang menjadikan mereka lebih memilih keluar dari zona nyaman. Ketika sebagian orang begitu sibuk berlomba mendapatkan pekerjaan dari berbagai perusahaan bonafit, mereka malah sibuk merintis bisnis dari nol yang bagi sebagian yang lain adalah suatu perkara yang sangat menakutkan. Takut rugi, takut gagal, dan segudang ketakutan negative lain.

Hal ini wajar, karena memang tidak semua wirausahawan itu sukses semua. Terkadang justru banyak gagalnya, bahkan akhirnya gulung tikar dan meninggalkan banyak hutang. Pada dasarnya sukses itu pilihan, siapapun yang memilih untuk menjadi orang sukses penulis sangat yakin pasti bisa mewujudkannya. Itulah kenapa tidak sedikit orang yang awalnya sering mengalami kegagalan, justru sekarang kesuksesannya sangat luar biasa.

Selain pantang menyerah dan senantiasa belajar dari kegagalannya, yang membuat setiap wirausaha bisa sukses ternyata juga dikarenakan kebiasaan mereka dalam berwirausaha. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, penulis akan menjelaskan beberapa kesalahan wirausaha yang harus dihindari, agar bisa sukses tentunya.

Selain hal-hal yang akan penulis sebutkan, pasti deh masih banyak hal-hal lain yang harus dihindari agar kita bisa sukses. Namun pada umumnya inilah delapan kesalahan yang biasanya terjadi pada para wirausaha, sehingga susah menyandang kata sukses

1. Hanya mempertahankan Cara Lama

Dalam dunia usaha penulis sering melihat beberapa kelompok orang yang sangat berbeda jauh keadaannya dari kelompok lainnya. Dulu penulis berasumsi semua itu karena faktor nasib, namun setelah kita perhatikan dengan seksama ternyata bukan karena faktor nasiblah itu terjadi, namun karena faktor dari dalam diri mereka sendiri.

Cobalah kita perhatikan, betapa banyak petani yang selamanya jadi petani, tukang becak berpuluh-puluh tahun hanya terus mengayuh pada satu becaknya, atau bahkan pemilik warung kelontong yang semenjak kecil sampai kita udah nikah tetap saja nasibnya ajeg seprti itu.

Sobat juga pasti banyak melihat orang-orang seperti itu dilingkungan sobat kan? Bahkan penulis sejak dari kelas satu SD hingga sekarang udah beberapa tahun ngajar di SD, ada loh pedagang yang dari dulu hingga kini masih jualan barang yang sama, dan dalam keadaannya yang sama. Lalu kenapa bisa seperti itu ? Ternyata penyebab utamanya cuma dua loh, yaitu karena menjalankan usahanya hanya dengan satu cara dan tidak adanya mimpi besar.


Mimpi besar sangat luar biasa pengaruhnya bagi kemajuan bisnis loh. Sebuah mimpi selain membuat kerja kita makin terarah, lebih dari itu iapun akan menyebabkan kita memiliki berbagai perencanaan yang tertata, ambisi besar, hingga akhirnya menyebabkan suatu tindakan yang besar pula.

Berangkat dari mimpi besar ini pulalah akhirnya kita akan tumbuh menjadi wirausaha yang kreatif, inovatif dan dinamis. Dimana ketiga hal tersebut sangat dibutuhkan untuk dapat memajukan bisnis kita seperti apapun keadaannya.


Mereka yang dari dulu hingga kini masih ajeg adalah orang-orang yang bekerjanya hanya untuk sekedar mencari makan. Sehingga mereka mudah puas jika sudah mendapatkan yang mereka tuju. Beda halnya jika kita memilki mimpi besar dalam usaha kita, kita akan berusaha keras sampai semua mimpi kita tersebut jadi kenyataan. Cara kita dalam menjalankan bisnispun akan penuh perhitungan, tertata, dan senantiasa menjawab tantangan zaman.

Mimpi besar telah banyak merubah pemulung menjadi bos, tukang becak memiliki banyak armada, kendektur menjadi pemilik ratusan bus, dan mantan karyawan bisa memiliki banyak perusahaan. Semua itu berawal dari mimpi besar. Dream – Goal – Action – Sukses.

2. Hanya mementingkan Sebuah Konsep rencana sehingga menunda Aksi

Tahukah sobat kenapa banyak mahasiswa nganggur? Para karyawan yang hanya bermimpi menjadi pengusaha sukses? Atau bahkan banyak teman-teman kita yang sering mengeluh akan keadaan keuangannya, namun ketika kita ajak berwirausaha selalu saja ada alasannya? Jawabannya cuma satu mereka enggan beraksi.

Mimpi besar itu bagus, tapi kalau Cuma mimpi besar tanpa action besar sama saja bohong. Sukses itu tidak hanya di impikan, kalau sukses bisa hanya lewat mimpi, mending kita tidur saja supaya semakin memperbanyak mimpi. Kunci utama sukses sebenarnya ya ada pada tindakan kita.

Itulah kenapa banyak orang nganggur, atau bahkan mahasiswa bisnis yang seharusnya sudah siap action, justru terlalu banyak alasan utuk menundanya. Seringnya para calon wirausaha itu terlalu fokus pada rencana, sehingga mereka tak mau memulai bisnis jika rencananya belum benar-benar matang. Lebih lagi mahasiswa bisnis, teori yang mereka dapatkan dari bangku kuliah justru sebagian besar menghambat mereka untuk segera memulai aksi nyata.

Berencana sebelum memulai itu bagus, tapi kalau rencana tersebut hanya untuk menghambat action mending buang saja deh tuh rencana. Saran penulis mending langsung action, buka usaha yang disesuaikan dengan passion, minat, dan modal kita tentunya. Meski dengan rencana sematang apapun, penulis jamin deh akan banyak hal yang melenceng dari rencana kita, karena kita harus ingat semua takdir berjalan sesuai ketentuan Tuhan.

3. Hanya Mengikuti Tren Usaha Tanpa Kreatifitas

Cung siapa yang kemarin ikut-ikutan jualan batu akik? Jualan pakaian dan berbagai usaha lain, dimana saat yang lain juga sedang rame-ramenya menggeluti usaha tersebut? Penulis tidak menyalahkan itu, namun bisnis sesuai tren biasanya justru tak bertahan lama. Bisnis yang bisa bertahan lama menurut penulis adalah yang sesuai passion kita dan yang bisa jawab semua kebutuhan masyarakat.

Kaya blog nih misalnya, tulisan blog yang dibuat hanya berdasarkan tren biasanya pengunjungnya tidak abadi. Namun beda jika tulisan yang ditulis manfaatnya bisa untuk sepanjang masa, tentu setiap waktunya tulisan tersebut akan selalu ada yang baca. Tapi kalau yang ditulisnya hanya ikut-ikutan tren, ya ketika sudah tidak tren lagi siap-siap saja blognya jadi sepi pengunjung.

Kalau penulis pribadi dalam membuka usaha biasanya justru melihat peluang pasar yang ada, barang atau jasa yang dibutuhkan penduduk sekitar, dan usaha yang belum ada di tempat dimana kita mau buka usaha. Gak ada tuh rumusnya ikut-ikutan tren, karena beda dari yang lain itulah sebuah kreativitas yang insya Allah selalu memberikan hasil yang memuaskan.

4. Terlalu percaya Akhirnya diperdaya

Seringnya saking kita percaya sama orang lain justru kerugian besar kita dapatkan. Terlalu percaya pada customer sehingga hutang mereka banyak, dan beberapa tidak mau membayar. Terlalu percaya pada penyedia barang, akhirnya kita tidak mengecek barangnya. Usai nyampe rumah ternyata barangnya rusak, dikuitansipun tertulis barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan. Dongkol ngga tuh.

Berprasangka buruk itu memang tidak baik, tapi waspada dan hati-hati dalam bisnis itu wajib. Gak mau juga kan kita terlalu percaya pada customer yang memesan banyak barang misalnya, setelah barang tersebut kita kirim eh malah uangnya gak ditransfer-transfer. Ini bisa kejadian loh, terutama bagi sobat yang jualan online.

Oleh karena itu sebagai seorang wirausaha, kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berwirausaha itu hukumnya wajib. Jangan sampai dong usaha kita bangkrut, dan modal kita hilang hanya karena kita terlalu mudah percaya orang lain begitu saja.

Satu point penting yang tak boleh sobat anggap sepele itu pencatatan, catat deh tuh hutang-hutang customer agar tidak ada alasan mereka lupa tak membayar hehe . . . Tapi beneran loh sobat, hal-hal seperti ini memang rentan terjadi. Entah lupa atau pura-pura lupa, namun sebagian orang memang ada yang memilih langkah ini untuk tidak bertanggung jawab pada hutang-hutangnya.

5. Keberanian tanpa perhitungan itu membahayakan

Berani itu bagus, tapi keberanian yang tanpa perhitungan itu membinasakan juga. Contoh terlalu berani yang kita dapatkan dari para wirausaha itu banyak sob, dan mayoritas jika tanpa perhitungan kelulusannya adalah kegagalan.

Contoh sobat terlalu berambisi mengembangkan usaha, namun modalnya gak ada. Tanpa perhitungan yang matang sobat pinjam tuh dana dari Bank yang banyak, parahnya lagi ada juga yang sampai meminjamnya pada rentenir. Hasilnya apa coba ? Selain usaha tidak berkembang, labanya justru sebagian fokus hanya untuk menutupi bunga riba. Nyesel gat tuh ?

Ada lagi nih calon wirausaha yang terlalu berani membuka usaha ditempat yang tidak strategis,sudah tidak sesuai kebutuhan masyarakat sekitar, tidak sesuai passion, langusng beli barang-barang jualan yang banyak lagi. Berani membuka usaha langsung besar itu memang keren, tapi kalau tanpa perhitungan yang matang bahaya juga. Lebih baik merintis bisnis dari kecil, selain banyak ilmunya resiko gulung tikarpun kecil.

Selain dua contoh terlalu berani tanpa perhitungan itu tidak baik bagi seorang wirausaha, masih banyak lagi loh contoh lain yang menunjukan kalau hal itu sangat tidak baik. Tak kasih contoh satu lagi ya, dan contoh ini juga sangat rentan terjadi.


Contoh untuk menaikan image, atau atas dasar alasan keperluan usaha, ada seorang pengusaha yang terlalu berani membeli kendaraan roda empat, dengan system kredit lagi. Padahal dirinya belum tahu keuntungan perbulan usahanya itu berapa, andai dia tahupun tak ada kepastian juga kan itu bisa bertahan lama. Mending kalau naik, lah kalau justru turun drastic gimana? Gigit jari kita.

Selain keuntungan bisa hanya cukup untuk membayar cicilan mobil, besar kemungkinan justru kita bisa kehilangan banyak modal, terutama jika keuntungan kita dari wirausaha sudah tak cukup lagi memenuhi tuntutan cicilan setiap bulannya. Gak mau dong kalau keberanian kita kredit mobil ini justru menyebabkan budaya galli lobang tutup lobang pada diri kita.


Mending kalau ada modal fokus saja dulu buat ngembangin usaha, kumpulin deh tuh keuntungan sampai cukup untuk membeli mobil. Atau malah sobat bisa mencari sumber lain untuk dapat membelinya.

6. Banyak yang uang usahanya tidak dibedakan dengan uang pribadi

Beberapa wirausaha sering bingung nih, saat usahanya rame tapi uangnya gak ada.Malah ada juga loh yang sampai barang dagangannya ikut berkurang pula. Ini bukan karena mereka tak memiliki keuntungan, namun karena uang usahanya dicampur dengan uang pribadi sehingga dampaknya modal usahapun kepakae.

Coba sobat bandingkan deh saat sobat memegang uang lima ratus ribu, sama saat sobat memegang uang lima puluh ribu. Penulis jamin kebutuhan tiba-tiba akan banyak saat sobat memegang uang banyak disbanding saat sobat hanya memegang uang sedikit.

Uang yang banyak akan menyebabkan keinginan untuk membeli berbagai barang baru banyak bermunculan, sebaliknya saat memegang uang sedikit kebutuhan pokok yang mendesakpun bisa kita tahan untuk tidak membelinya, apalagi kalau barang tersebut adalah barang yang bersifat tersier.


Oleh karena itu siapapun yang punya niat untuk berwirausaha, pisahkan deh tuh uang usaha sama uang pribadi. Hati-hati kalau uang usaha dicampur dengan uang pribadi, kita akan merasa banyak uang. Saat kita merasa banyak uang, barang yang bersifat tersierpun bisa kelihatannya seperti barang primer, yang akhirnya bisa menuntut kita untuk harus membelinya.

Jadi jangan heran ya , jika ada seseorang yang udah berwirausaha lama, namun tidak jua sukses-sukses, kemungkinan besar faktor inilah penyebabnya.


7. Terlalu serakah mengambil keuntungan menyebabkan usaha buntung

Tujuan utama seseorang berwirausaha pasti deh karena ingin mendapatkan banyak keuntungan dari usaha yang digelutinya. Namun banyak wirausaha yang terlalu serakah mengambil keuntungan, malah akhirnya usahanya bangkrut bahkan bisa masuk ke dalam sel tahanan.

Terlalu serakah pada keuntungan telah menyebabkan formalin ada dalam kandungan makanan, tukang baso mengganti daging sapi dengan daging tikus, atau ringan-ringannya adalah terlalu besar dalam mengambil keuntungan, dengan mengambil selisih yang banyak dari harga asalnya.

Diawal usaha mungkin ia akan banyak konsumen yang membeli, tapi jika produk yang dijual ternyata sangat merugikan, atau justru harga selisih dari tempat usaha sejenis sangat berbeda jauh, penulis jamin deh akhirnya para pembeli akan pada lari.

Dampaknya apa coba, selain tidak ada yang membeli barang daganganpun bisa mumbajir. Dalam rumus usaha mending banyakin aja deh tuh pelanggan, tarik sebanyak-banyaknya pelanggan, dengan harga yang lebih rendah dari usaha orang lain. Lebih baik untung sedikit tapi rutin dari pada banyak namun langsung sepi pembeli kan ?

8. Hanya pandai membuka namun kesulitan dalam menjaga


Tak sedikit orang yang pandai dalam membuka usaha namun sangat sulit untuk mempertahankannya. Faktor utamanya biasanya dua hal, tak pandai memenej keuangan atau tak pandai melayani customer.
Padahal kedua hal tersebutlah poin terpenting dalam membuat kita sukses dalam berwirausaha. Oleh karena itu agar usaha kita bisa sukses sebaiknya mulai sekarang pelajarilah kedua hal tersebut, dengan sebaik-baiknya.


Itulah delapan kesalahan yang harus kita hindari dalam berwirausaha, dengan menghindari hal tersebut insya Allah kita akan semakin mudah untuk meraih kesuksesan.

Semoga bermanfaat

Salam kepedulian

Post a Comment for "Anda Ingin Sukses Berwirausaha ? Inilah Delapan Kesalahan Fatal dalam Berwirusaha yang Harus Kita Hindari"