Makalah Pendidikan Anak dalam Keluarga

via freeeducationideas.com


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah

Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi anak. Dalam kehidupan keluarga anak tentunya merupakan tempat yang sangat vital. Anak-anak memperoleh pengalaman pertamanya dari keluarga. Dalam keluarga peranan orang tua sangatlah penting. Ketika orang tua melakukan sesuatu, anak-anak akan mengikuti orang tua mereka.

Hal ini disebabkan anak dalam masa meniru. Orang tua yang satu dengan orang tua yang lainnya dalam mendidik anak-anak tentunya juga berbeda. Mereka mempunyai suatu gaya atau tipe-tipe tersendiri. Dan tentunya gaya-gaya tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu lingkungan keluarga sangatlah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak terutama perkembangan sosio- emosinya.

B.     Rumusan Masalah

1.      Pengertian Pendidikan Anak Dalam Keluarga
2.      Tujuan Pendidikan Anak Dalam Keluarga
3.      Peran Pendidikan Anak Dalam Keluarga
4.      Tanggung Jawab Keluarga
5.      Model Pendidikan Orang Tua Dalam Keluarga
6.      Interaksi Sosial Edukatif Orang Tua Dan Anak
7.      Perilaku Dan Sikap Orang Tua Yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pendidikan Anak Dalam Keluarga

Di dalam pendidikan anak dalam keluarga  perlu diperhatikan dalam memberikan kasih sayang, jangan berlebih-lebihan dan jangan pula kurang. Oleh karena itu keluarga harus pandai dan tepat dalam memberikan kasih sayang yang dibutuhkan oleh anaknya. Pendidikan keluarga yang baik adalah: pendidikan yang memberikan dorongan kuat kepada anaknya untuk mendapatkan pendidikan-pendidikan agama.

Pendidikan keluarga mempunyai pengaruh yang penting untuk mendidik anak. Hal tersebut mempunyai pengaruh yang positif dimana lingkungan keluarga memberikan dorongan atau memberikan motivasi dan rangsangan untuk menerima, memahami, meyakini, serta mengamalkan ajaran islam. Dalam keluarga hendaknya dapat direalisasikan tujuan pendidikan agama islam. Yang mempunyai tugas untuk merealisasikan itu adalah orang tua. Oleh karena itu ada beberapa aspek pendidikan yang sangat penting untuk diberikan dan diperhatikan orang tua, di antaranya:

1.      Pendidikan ibadah

Aspek pendidikan ibadah ini khususnya pendidikan sholat disebutkan dalam firman Allah yang artinya: ‘’Hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah manusia untuk mengerjakan yang baik dancegahlah mereka dari perbuatan munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya hal yang demikian itu termasuk diwajibkan oleh Alloh,’’(QS. Luqman:17).
Pendidikan dan pengajaran al-Qur’an serta pokok-pokok ajaran islam yang lain telah disebutkan dalam Hadis yang artinya: ’’sebaik-baik dari kamu sekalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan kemudian mengajarkannya.’’
  
2.      Pendidikan Akhlakul Karimah

Orang tua mempunyai kewajiban untuk menanamkan akhlakul karimah pada anak-anaknya, dan pendidikan akhlakul karimah sangat penting untuk diberikan oleh orang tua kepada anak-anknya dalam keluarga, sebagai firman Alloh yang artinya: “Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu dan sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara himar,”(QS.Luqman:19 )
Dari ayat ini telah menunjukkan dan menjelaskan bahwa tekanan pendidikan keluarga dalam islam adalah pendidikan akhlak, dengan jalan melatih anak membiasakan hal-hal yang baik, menghormati kedua orang tua, bertingkah laku sopan baik dalam berperilaku keseharian maupun dalam bertutur kata.

3.      Pendidikan Akidah

Pendidikan islam dalam keluarga harus memperhatikan pendidikan akidah islamiyah, dimana akidah itu merupakan inti dari dasar keimanan seseorang yang harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Sejalan dengan firman Alloh yang artinya: “Dan ingatlah ketika lukman berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran padanya: “Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Alloh benar-benar merupakan kedlaliman yang besar,”(QS,luqman:13).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa akidah harus ditanamkan kepada anak yang merupakan dasar pedoman hidup seorang muslim.[1]

B.     Tujuan Pendidikan Anak Dalam Keluarga

Hoghughi (2004) menyebutkan bahwa Pendidikan mencakup beragam aktifitas yang bertujuan agar anak dapat berkembang secara optimal dan dapat bertahan hidup dengan baik. Prinsip Pendidikan menurut Hoghughi tidak menekankan pada siapa (pelaku) namun lebih menekankan pada tujuan dari perkembangan dan pendidikan anak. Oleh karenanya tujuan Pendidikan  meliputi pendidikan fisik, pendidikan emosi dan pendidikan sosial.
1.      Pendidikan fisik mencakup semua aktifitas yang bertujuan agar anak dapat bertahan hidup dengan baik dengan menyediakan kebutuhan dasarnya.
2.      Pendidikan emosi mencakup pendampingan ketika anak mengalami kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan seperti merasa terasing dari teman-temannya, takut, atau mengalami tekanan mental. Pendidikan emosi ini mencakup pendidikan agar anak merasa dihargai sebagai seorang individu, mengetahui rasa dicintai, serta memperoleh kesempatan untuk menentukan pilihan dan untuk mengetahui resikonya. Pendidikan emosi ini bertujuan agar anak mempunyai kemampuan yang stabil dan konsisten dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
3.      Sementara itu, pendidikan sosial bertujuan agar anak tidak merasa terasing dari lingkungan sosialnya yang akan berpengaruh terhadap perkembangan anak pada masa-masa selanjutnya.[2]

C.    Peran Pendidikan Anak Dalam Keluarga

Peran  keluarga dalam pendidikan  anak dapat dilakukan dengan beberapa pola, yaitu:
1.      Bermain pada anak.
Bermain merupakan salah satu cara yang tepat untuk melepaskan atau menumpahkan seluruh energi dan perasaan yang dimiliki anak termasuk didalamnya emosi anak. Selain itu biasanya dengan bermain anak juga dapat mengembangkan hubungan sosial mereka.
2.      Permainan yang dapat melatih kecerdasan sosial emosional antara lain:
a)      Bermain peran dengan boneka tangan maupun wayang.
b)      Film pembelajaran bermuatan nilai sosial emosional.
c)      Ajak anak keluar rumah untuk berinteraksi dengan orang lain.
d)     Ajak anak bermain kelompok (cooperative play), seperti: sepak bola.
3.      Sentuhan, belaian dan pelukan kepada anak.
Interaksi antara orang tua dengan anak sangat berpengaruh terhadap kecerdasan sosial    emosional anak. Sentuhan, belaian dan pelukan yang diberikan kepada anak merupakan beberapa cara yang tepat untuk membangun hubungan baik atau kelekatan antara orang tua dengan anak.
4.      Pemberian kata positif dan empati orang tua terhadap anak.
Kata positif yang diberikan kepada anak membuat anak termotifasi untuk melakukan dan mengulangi perilaku yang positif dan membuat anak percaya diri. Sedangkan empati dari orang tua membuat anak merasa orang tua berada di pihaknya, terutama saat anak memiliki masalah, empati dari orang tua sangatlah penting agar anak dapat lebih tenang dan merasa orang tua merasakan apa yang anak rasakan.[3]

D.    Tanggung Jawab Keluarga

Kelahiran anak dalam suatu keluarga selain memberikan kebahagiaan tersendiri juga menimbulkan tugas baru bagi kedua orang tuanya, tanggung jawab terhadap pemeliharaan dan pendidikannya. Islam memandang anak adalah amanah Allah yang harus di pelihara dengan baik dari segala sesuatu yang membahayakan baik yang berhubungan dengan badaniah maupun rohaniah.( Q.S An-Nisa’: 9)
Beberapa hal penting dalam menjalankan tanggung jawab orang tua terhadap anak diantaranya sebagai berikut:
1.    Ibu di dorong untuk mengasuh anak-anaknya.
2.    Ayah juga berperan penting dalam kehidupan, juga bertanggung jawab untuk membiayai dan memelihara anak-anaknya.
3.    Memberikan pendidikan aqidah (keimanan) pendidikan agama dan pendidikan akhlak yang tepat dalam seluruh aspek pada diri anak. Orang tua harus  memberikan pendidikan di lingkungan keluarga serta menyerahkan kelembagaan tertentu dalam bidang pendidikan.[4]

E.     Model Pendidikan Orang Tua dalam Keluarga

1.   Dalam menciptakan keluarga yang kondusif para orang tua hendaknya memperhatikan suasana harmonis dan kondusif dalam keluarga sehingga memungkinkan pertumbuhan anak secara normal yang diantaranya meliputi:
a)      Sikap orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk berpendapat melalui pemberian pengarahan-pengarahan yang tidak hanya bersifat satu arah.
b)      Pertanyaan-pertanyaan anak yang tidak diperhatikan akan mematikan rasa ingin tahu, yang berdampak pada anak menjadi masa bodoh dan bersikap tidak peduli dan akan menjadikannya sulit berkembang, baik kecerdasan maupun kreativitasnya.
c)      Bermain, baik dalam arti metode belajar (learning by playing)
d)     Memberikan keteladanan, bagi anak menirukan pekerjaan yang dilakukan orang tua lebih mudah dibandingkan dengan melakukan apa yang diucapkan.
e)      Hindari hukuman fisik, hukuman fisik lebih banyak menimbulkan dampak negatif, jika emosi orang tua sudah tinggi, hukuman fisik seringkali merupakan pelampiasan yang tidak terkendali.
f)       Berikan perhatian pada kebutuhan anak khususnya yang berkaitan dengan emosi dan intelektual mereka.
2.   Kondisikan dengan suasana membaca.
Para orang tua dapat memperkenalkan buku cerita kepada anak sedini mungkin dan saat yang paling mudah menanamkan kebiasaan membaca adalah: saat anak belum bisa protes. Yaitu: waktu bayi. Bahkan sejak dalam kandungan.
3.   Pemberian sugesti positif dan tidak membandingkan dengan anak lain.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar waktu dari perjalanan hidup manusia lebih banyak mendapatkan sugesti yang negative dibandingkan yang positif. Untuk itulah disarankan agar memberi dorongan pada apa yang harus dilakukan bukan yang dilarang, karena dorongan akan membuat anak berani mencoba sementara larangan membuat anak menjadi takut untuk mencoba.
4.   Perkenalkan bahasa kedua
Memperkenalkan bahwa kedua (Arab, Inggris, Jepang, Jerman, Perancis) kepada anak sejak awal adalah saat yang paling tepat.[5]

F.     Interaksi Sosial Edukatif Orang Tua Dan Anak

Interaksi sosial edukatif orang tua dan anak adalah pemberian cinta dan kasih sayang dan ketrampilan berhubungan dengan sosial termasuk etika dan nilai.  Beberapa manfaat pengasuhan sosial emosional antara lain:
1.      empati,
2.      mengendalikan amarah
3.      kemandirian
4.      disukai
5.      ketekunan
6.      kesetiakawanan
7.      keramahan dan sikap hormat
8.      kemampuan bekerjasama
9.      keinginan untuk berkontribusi dll.
Langkah orang tua dalam melatih emosional anak:
1.      Menyadari emosi anaknya.
2.      Mengakui emosi itu sebagai peluang untuk kedekatan dan mengajar.
3.      Mendengarkan dengan penuh empati dan meneguhkan perasaan anak tersebut.
4.      Menolong anaknya menemukan kata-kata untuk memberi nama emosi yang sedang dialaminya.
5.      Menentukan batas-batas sambil membantu anak memecahkan masalah yang dihadapi.[6]


G.    Perilaku Dan Sikap Orang Tua Yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Sebagai orang tua dapat merasakan bahwa usia balita adalah usia yang luar biasa bagi perkembangan intelektual dan kreativitas seorang anak. Masa balita sering disebut the golden age, masa keemasan seorang manusia yang kini harus disadari adalah peranan orang tua dalam memberikan kesempatan dan memberi rangsangan karena jelas mereka belum bisa memperolehnya sendiri, bukan bantuan orang lain yang paling dekat adalah orang tua.[7]



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Pendidikan keluarga mempunyai pengaruh yang penting untuk mendidik anak. Penanaman pendidikan ini harus disertai contoh konkret yang masuk pemikiran anak, sehingga penghayatan mereka didasari dengan kesadaran rasional. Pendidikan mencakup beragam aktifitas yang bertujuan agar anak dapat berkembang secara optimal. Dalam menciptakan keluarga yang kondusif para orang tua hendaknya memperhatikan suasana harmonis dan kondusif dalam keluarga sehingga memungkinkan pertumbuhan anak secara normal.
Interaksi sosial edukatif orang tua dan anak adalah pemberian cinta dan kasih sayang dan ketrampilan berhubungan dengan sosial termasuk etika dan nilai. Sebagai orang tua harus dapat merasakan bahwa usia balita adalah usia yang luar biasa bagi perkembangan intelektual dan kreativitas seorang anak.















DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Pendidikan Anak Dini Usia, Bandung 40153.
Hidayat Nur, Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Bagi Anak, Depok, Sleman, Jogjakarta 55282.
Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini, Pustaka Pelajar Yogyakarta 55167
Norma, Tarazi Wahai Ibu Kenali Anakmu, Mitra Pustaka Juli 2001
Spock Benyamin Menghadapi Anak di Saat Sulit, Delapratasa Publishing KDT 2004



PERTANYAAN DAN JAWABAN

A.    PERTANYAAN
1.      Apa arti pendidikan anak dalam keluarga?
2.      Apa tujuan pendidikan anak dalam keluarga?
3.      Apa saja pola yang dilakukan untuk mengaplikasikan peran keluarga dalam pendidikan anak?
4.      Apa saja tanggungjawab keluarga terhadap anak?
5.      Apa arti interaksi sosial edukatif antara orang tua dan anak?

B.     JAWABAN
1.      Pendidikan anak dalam keluarga adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukan bagi anak oleh orang tuanya sejak dalam kandungan sampai dengan lahirnya memalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohaninya agar anak memiliki kesiapan untuk menghadapi kehidupannya.
2.      Tujuan pendidikan anak dalam keluarga adalah agar anak dapat berkembang secara optimal dan dapat bertahan hidup dengan baik.
3.      Pola yang harus dilakukan dalam mengaplikasikan peran keluarga dalam pendidikan anak adalah: Bermain pada anak, Permainan yang dapat melatih kecerdasan sosial emosional, Sentuhan, belaian dan pelukan kepada anak, dan Pemberian kata positif dan empati orang tua terhadap anak.
4.      Tanggungjawab orang tua terhadap anaknya adalah dalam pemeliharaan dan pendidikannya.
5.      Arti sosial edukatif antara orang tua dan anak adalah pemberian cinta dan kasih sayang dan keterampilan berhubungan dengan sosial termasuk etika dan nilai.





[1] Anwar, Pendidikan Anak Dini Usia, Bandung 40153.
[2] Hidayat Nur, Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Bagi Anak, Depok, Sleman, Jogjakarta 55282.
[3] Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini, Pustaka Pelajar Yogyakarta 55167
[4] Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini, Pustaka Pelajar Yogyakarta 55167
[5] Norma, Tarazi Wahai Ibu Kenali Anakmu, Mitra Pustaka Juli 2001
[6] Norma, Tarazi Wahai Ibu Kenali Anakmu, Mitra Pustaka Juli 2001
[7] Spock Benyamin Menghadapi Anak di Saat Sulit, Delapratasa Publishing KDT 2004

Post a Comment for "Makalah Pendidikan Anak dalam Keluarga"