Kisah Nabi Nuh Lengkap Beserta Dalil-Dalinnya
Kisah Nabi Nuh Lengkap : Setelah sebelumnya kita mengetahui cerita Nabi Adam As. lengkap dan juga Nabi Idris As. maka pada kali ini kita akan mengetahui cerita Nabi Nuh yang juga penuh hikmah dan pembelajaran. Beriku inilah kisahnya :
Kisah Nabi Nuh AS.
![]() |
| via dakwatuna.com |
Nabi Nuh As. Adalah keturunan kesepuluh dari Nabi Adam As. Ia diutus oleh Allah Swt. menjadi nabi dan rasul di negeri Armenia. Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dan keadaan masyarakat pada saat itu sudah sangat sesat dan menyimpang dari jalan Allah yang lurus. Mereka kembali menjadi musyrik, meninggalkan kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiyatan.
Nabi Nuh diutus ke tengah-tengah masyarakat yang sedang menyembah berhala. Berhala itu sebenarnya adalah patung0patung buatan mereka sendiri. Menurut mereka berhala itu mempunyai kekuatan ghaib diatas manusia. Dan mereka menamakannya sesuai selera mereka sendiri. Kadang-kadang mereka namakan Wadd dan Suwa, kadang Yaguts dan kadang Ya’uq dan Nasr. Allah telah menyebutkan nama-nama berhala yang disembah oleh kaum Nabi Nuh dengan perkataan yang dilontarkan oleh pemuka-pemuka mereka:
Dan mereka berkata : “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa, yaghuts, ya’uq dan nasr.” (QS. Nuh: 23)
Dakwah Nabi Nuh dilakukan dengan giat siang dan malam. Baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Belaiu termasuk orang yang cerdas, fasih berbicara, tajam pemikirannya, pandai berdiskusi, bersifat sabar dan tenang. Nabi Nuh diangkat menjadi Rasul ketika berusia 450 tahun dan wafat pada usia 950 tahun, dengan demikian Nabi Nuh berdakwah kepada umatnya selama lima abad atau 500 tahun. Meski demikian pengikut Nabi Nuh yang beriman hanya sedikt yaitu kurang dari seratus orang. Allah berfirman :
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang zalim." (QS. Al-Ankabut: 14)
Umat Nabi Nuh banyak yang ingkar. Jika Nabi Nuh mengajak beribadah kepada Allah dan menegakan Tauhid umatnya selalu menentang dan mengejeknya. Para pengikut Nabi Nuh kebanyakan hanya para fakir miskin, atau golongan ekonomi lemah. Para bangsawan , orang-orang kaya dan terpandang di masyarakat malah memusuhinya.
Kecerdasan dan kefasihan Nabi Nuh mengalahkan segala hujah orang-orang kafir. Akhirnya orang-orang kafir itu jengkel dan menantang Nabi Nuh. Mereka berkata : “Hai Nuh! Sesungguhnya kamu telah membantah dengan kami, dan kamu telahg memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami adzab yang kamu ancamkan kepada kamii jika kamu termasuk orang-orang yang benar.”
Nabi Nuh menjawab : “Hanya Allah yang mendatangkan adzab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri. Tidaklah bermanfaat nasihatku kepadamu jika Allah ternyata hendak menyesatkanmu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”
Demikian keterlaluannya kaum Nabi Nuh itu mengingkari ajaran Tuhan. Mereka bahkan mengejek dan menghina Nabi Nuh sebagai orang bodoh dan gila. Namun Nabi Nuh sebagai utusan Allah tetap melaksanakan tugasnya. Dan orang-orang kafir makin keras menentangnya. Mereka bahkan mengancam Nabi Nuh.
“Sesungguhnya jika kamu tidak mau berhenti berdakwah, “kata mereka: “Maka kami akan merajammu beramai-ramai.”
Keluhan Nabi Nuh
![]() |
| via lenterahati.net |
Nabi Nuh As. adalah hamba Allah yang shaleh dan sabar. Ia senantiasa mengajak kaumnya ke jalan yang benar dengan penuh kearifan dan kesabaran. Namun demikian, ia adalah hamba yang lemah dan mempunyai rasa keluh kesah. Selama lebih dari 5 (lima) abad ia berdakwah, hanya sedikit sekali dari kaumnya yang menjadi pengikutnya . Tentang keluh kesah Nabi Nuh kepada Allah, digambarkan secara jelas dalam Al-Qur’an surat Nuh ayat 5 – 27.
Nuh berkata : “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.
Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan, agar mereka beriman kepada-Mu. Maka aku katakan pada mereka : “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah ? Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.
Dakwah Nabi Nuh selama ratusan tahun tidaklah membawa pengaruh kepada kaumnya, kecuali hanya sedikit. Bahkan kaumnya sudah sangat jemu mendengar dakwahnya dan menganggapnya orang gila. Mereka tak segan-segan mencemooh, memaki bahkan mengancam dan mengganggu Nabi Nuh. Allah berfirman :
Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dn mengatakan : “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman.” (QS. Al-Qamar: 9)
Azab bagi Orang yang Membangkang
![]() |
| via liputan6.com |
Setelah mencurahkan segala daya dan upayanya menyeru kaumnya ke jalan yang benar. Nabi Nuh bertawakal dan berdo’a mohon yang terbaik bagi dirinya dan pengikutnya. Sesuai dengan firman Allah :
Nuh berkata : “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mu’min besertaku.” (QS. Asy-Syu’ara: 117-118)
Nabi Nuh As. juga mendo’akan kebinasaan bagi kaumnya :
Nuh berkata : “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun diantara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal , niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiyat lagi sangat kafir. ( QS. Nuh : 26-27)
Allah mengabulkan do’a Nabi Nuh. Allah memberi petunjuk agar Nabi Nuh membuat kapal yang sangat besar. Dengan perahu itu Nabi Nuh dan kaumnya yang beriman akan selamat. Sedangkan kaumnya yang ingkar akan ditenggelamkan dengan banjir yang sangat besar, sehingga tak seorang pun dari mereka ada yang selamat, semua akan binasa.
Selagi Nabi Nuh dan pengikutnya membuat kapal di atas bukit, kaumnya yang inmgkar mengolok-olok dan mengejeknya. “Lihatlah Nuh semakin gila saja, kemarau panas begini membuat perahu, diatas bukit lagi. Sungguh dia sudah miring otaknya.”
Diantara mereka bahkan ada yang berani buang kotoran di dalam kapal yang belum selsai dibuat itu. Tentu hal itu mereka lakukan ketika Nabi Nuh dan pengikutnya sedang tidak ada di tempat pembuatan kapal . Namun akibatnya perut mereka yang buang kotoran itu menjadi sakit. Tak seorang pun bisa menyembuhkannya. Dengan merengek-rengek mereka minta Nabi Nuh untuk mengobatinya. Nabi Nuh hanya menyuruh mereka membersihkan kapal yang mereka kotori. Sesudah itu mereka pun sembuh dari sakit perutnya.
Sesuai dengan wahyu Allah. Nabi Nuh mengajak kaumnya memasuki kapal yang telah selesai dibuat. Nabi Nuh juga membawa berbagai pasang binatang dalam kapalnya itu.
Tidak beberapa lama sesudah Nabi Nuh dan pengikutnya yang beriman memasuki kapal maka langit yang tadinya cerah berubah menjadi hitam. Mendungtampak tebal sekali diiringi angin kencang yang mulai berhembusan. Bersamaan dengan turunnya hujan lebat, air dari dalam bumi memancar pula ke permukaan.
![]() |
| via kabarmakkah.com |
Hujan turun dengan lebatnya. Belum pernah ada hujan turun selebat itu. Bagaikan dicurahkan dari atas langit. Rumah-rumah mulai terendam air, angin kencang dan badai menambah kepanikan semua orang. Allah berfirman yang artinya :
“Hingga apabila perintah kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman : “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang-orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.” Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” (QS. Hud: 40)
Banjir besar pun terjadi. Bahtera Nabi Nuh As. terapung-apung di atasnya. Beliau bersama pengikutnya selamat, sedang yang lainnya binasa karena tenggelam dan ditelan banjir yang sangat dahsyat.
Dari kejauhan Nabi Nuh melihat seorang putranya yaitu Kan’an sedang berlari-lari menuju puncak gunung. Nabi Nuh memanggil anaknya itu. “Hain anakku, kemarilah. Naiklah ke kapalku maka kau akan selamat!”
“Tidak ! Aku akan berlari ke atas bukit sana, aku pasti akan selamat!”
“Anakku ! Pada hari ini tidak seorang pun dapat menyelamatkan diri dari adzab Allah!”
Tapi Kan’an dengan sombongnya terus berlari. Ia tak menghiraukan panggilan ayahnya. Ia mengira banjir itu hanya bencana alam biasa yang akan segera reda, maka ia terus berlari mendekati puncak gunung. Memang Kan’an tidak mau mengikuti ajaran Nabi Nuh. Ia lebih suka hidup bersama orang-orang kafir, karena itu ia tak mau menumpang kapal Nabi Nuh!
Nabi Nuh sangat sedih. Bagaimana pun Kan’an adalah putranya sendiri, dan mati dalam kedaan kafir. Maka ia berdo’a kepada Allah agar Kan’an diselamatkan. Namun Allah, menolak permintaan Nabi Nuh. Sebab Kan’an itu walaupun putra Nabi Nuh sendiri, ia anak yang durhaka, tidak mau beriman. Allah berfirman :
“Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil : “Hai anakku , naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab : “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata : “Tidak ada yang melindungi hari ini dari adzab Allah selain Allah (Saja) Yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang diantara keduanya; Maka jadilah anaknya termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (QS. Hud 42-43)
Berdasarkan suatu riwayatkapal yang membawa Nabi Nuh dan pengikutnya itu berlayar selama 40 hari, sesudah itu banjir mereda dan Nabi Nuh diperintahkan turun dari kapalnya. Selamatlah Nabi Nuh beserta pengikutnya dan binasalah orang-orang kafir.
Hikmah kisah Nabi Nuh As.
1.Kita tidak boleh berkeluh kesah sebelum berusaha sekuat tenaga dan mengupayakan segala daya.
2.Dalam beramar ma’ruf dan nahi munkar, kita harus sabar sembari terus mengharapkan rahmat dan pertolongan dari Allah Swt.
Baca Kisah Selanjutnya : Kisah Nabi Hud As. Lengkap
Bagi sobat yang ingin membaca kisah Nabi dan Rasul lainnya, silahkan bisa melihatnya di Daftar Isi Kisah 25Nabi dan Rasul Lengkap Beserta Dalilnya dengan cara klik di sini.
Baca Kisah Selanjutnya : Kisah Nabi Hud As. Lengkap
Bagi sobat yang ingin membaca kisah Nabi dan Rasul lainnya, silahkan bisa melihatnya di Daftar Isi Kisah 25Nabi dan Rasul Lengkap Beserta Dalilnya dengan cara klik di sini.
Sumber : Mahfan. 2005, Kisah 25 Nabi & Rasul, Jakarta: Sandro Jaya
Baca : Kapal Nabi Nuh ditemukan







Post a Comment for "Kisah Nabi Nuh Lengkap Beserta Dalil-Dalinnya"
Komentar