Penjelasan Lengkap tentang Perintah Dasar Teknik Komputer dan Jaringan
Tulisan ini akan membahas berbagai perintah dasar teknik komputer dan jaringan, yang tentu akan sangat diperlukan bagi kamu yang sedang belajar untuk memahami ilmu ini.
Linux saat ini sudah menjadi idola tersendiri bagi kalangan penggiat di
bidang teknologi informasi. Para pengembang aplikasi maupun orang – orang yang
berrada di lingkungan tersebut mulai berpindah menggunakan sistem operasi
Linux.
Tidak terkecuali penggiat baru yang ingin memasuki dunia teknologi
informasi. Pengguna baru ini juga banyak yang tertarik menggunakan Linux
sebagai sistem operasi sehari – hari. Apakah Anda salah satunya?
Linux tidak memerlukan biaya untuk memakainya alias bersifat open source. Sistem
operasi ini juga hanya membutuhkan sumber daya yang kecil dibandingkan
dengan Windows.
Sebelum Anda memulai lebih jauh, kita Akan coba terlebih dahulu mempelajari
sedikit beberapa perintah dasar Linux yang wajib diketahui.
Kumpulan perintah ini akan mempermudah Anda untuk menggunakan sistem
operasi Linux seperti memindahkan folder, melihat isi folder, menghapus
file, mengganti nama, dan lain sebagainya.
Tidak Semua Perintah Dasar Linux Sama
Linux sendiri ada beberapa turunan atau varian yang mempunyai perintah
dasar yang berbeda – beda. Sebagai contoh, untuk menangani masalah package
manager Ubuntu menggunakan perintah “apt”, Fedora menggunakan “yum”,
sedangkan Arch menggunakan “pacman”.
Secara umum semua perintah tersebut kegunaannya hampir sama, yaitu untuk
mengelola paket yang ada di Linux.
Jadi sebagai catatan, pada kesempatan ini saya akan mencoba menjelaskan
secara umum mengenai perintah dasar linux yang bisa berjalan di hampir semua
varian Linux.
List Perintah Dasar Linux Yang Wajib Diketahui
- man
<perintah>
Melihat kegunaan dari perintah (melihat buku manual dari sebuah program).
Contohnya seperti | $ man apt | akan menampilkan manual
penggunaan dari program apt.
- <perintah>
–help
Hampir sama kegunaannya dengan man, akan tetapi hasil yang
dimunculkan lebih ringkas daripada menggunakan perintah man.
Kedua perintah dasar Linux diatas adalah perintah yang sangat wajib
diketahui karena akan akan selalu digunakan ketika ingin mengetahui kegunaan
dari setiap perintah baru yang diketahui.
- sudo
Menjalankan program sebagai user root atau super
user.
- ls
Melihat daftar file & folder yang ada direktori pada saat itu,
contohnya | $ ls /var/lib | digunakan untuk melihat apa saja
yang ada pada folder lib.
- cd
Masuk ke direktori yang diinginkan, contohnya seperti | $ cd /home/ |
untuk menjadikan folder home sebagai direktori pada saat itu.
- mkdir
<nama folder>
Membuat folder pada direktori kerja pada saat itu.
- pwd
Melihat direktori kerja yang pada saat itu aktif. Contoh hasilnya
“/home/niagahoster”
- vim
Membuka text editor Vim untuk mengedit teks.
- cp
<asal> <tujuan>
Menyalin file dan folder, bisa ke folder itu juga atau ke folder yang lain.
Seperti | $ cp /home/test.php /var/www/html | akan memindahkan
file test.php ke folder html. Sedangkan jika
menyalin folder harus menggunakan opsi “-r”.
- mv
<asal> <tujuan>
Memindahkan file dan folder, bisa ke folder itu juga atau
ke folder yang lain. Seperti | $ cp /home/test.php /var/www/html |
digunakan untuk memindahkan file test.php ke folder html.
- rm
<file>
Menghapus file, bisa juga untuk menghapus folder pada direktori tertentu.
- find
<nama file>
Mencari file dalam direktori hirarki. Contoh penggunaannya | $ find
-name niagahoster.txt |
- history
Perintah dasar linux ini digunakan untuk melihat riwayat perintah yang sudah
pernah digunakan sebelumnya. Jika ingin mencari perintah tertentu bisa
menggunakan $ history | grep apt untuk mencari nama perintah
yang sudah pernah diketikan dan mengandung potongan kata apt.
- cat
Melihat isi dari sebuah file, bisa juga untuk menggabungkan isi dari dua
buah file. Contohnya | $ cat niagahoster1.txt niagahoster2.txt |.
- echo
Perintah ini digunakan untuk menampilkan satu baris teks. Bisa juga untuk
menuliskan sebuah teks kedalam file, contohnya seperti berikut | $ echo
“Teks” >> niagahoster.txt |. Perintah tersebut akan menuliskan “Teks” ke
dalam file “niagahoster.txt”, jika file tersebut belum ada maka otomatis
akan dibuat.
- grep
Menampilkan baris yang mengandung kata yang sama sesuai dengan pattern,
contohnya seperti | $ grep -i source niagahoster.txt | maka
akan memunculkan baris yang mengandung kata “source” pada “niagahoster.txt”.
- wc
Menampilkan baris baru, kata, dan bite pada sebuah file.
- sort
Mengurutkan hasil dari pembacaan isi file.
- chmod
Mengganti hak akses pada sebuah file. Contohnya jika ingin menggani hak akses niagahoster.txt menjadi
644 menggunakan baris perintah | $ chmod 644 niagahoster.txt |.
- chown
Mengganti pemilik dan group dari sebuah file. Contohnya jika ingin mengubah
kepemilikan niagahoster.txt menjadi “niaga” bisa menggunakan perintah | $
chown niaga:niaga niagahoster.txt |. Kata “niaga” di depan
merujuk pada usersedangkan “niaga” di belakang merujuk pada
nama group.
- su
Mengganti user ID, contohnya | $ su <nama user> |
atau menjadikan user pada saat itu menjadi super user.
- passwd
Perintah ini digunakan untuk mengganti password dari user.
Mengetikan | $ sudo passwd | mengganti password user pada
saat itu, sedangkan | $ sudo passwd niagahoster | digunakan
untuk mengganti password user “niagahoster”.
- who
Perintah dasar linux ini digunakan untuk menampilkan user pada
saat ini dipakai.
- ps
Menampilkan snapshot process yang sedang berjalan.
- kill
Menghentikan program yang berjalan dengan menggunakan signal. Biasanya
perintah ini ditambahkan opsi “-9” pada saat mengeksekusi. Contohnya
seperti | $ sudo kill -9 373 |, 373 adalah PID dari proses
yang sedang berjalan.
- tar
Ini merupakan program pengarsipan atau untuk mengumpulkan beberapa file
menjadi satu file, dengan ekstensi “namafile.tar”. Perintah ini juga
menggunakan beberapa opsi, sebagai contoh, opsi “c” untuk membuat arsip,
opsi “v” untuk operasi verbose, sedangkan “f” untuk
menentukan nama file.
- zip
Alat kompresi file menjadi “,zip”, hampir sama penggunaannya dengan tar.
- unzip
Mengekstrak/membongkar file “.zip”.
- ssh
Mengakses komputer/server dari jarak jauh. Contoh perintah yang bisa
digunakan seperti | $ ssh <namauser>@<ip> |.
- scp
Menyalin file dari host lain yang terhubung dalam satu jaringan. Contohnya
| $ scp <file> <user>@<ip>:<folder tujuan> |
- fdisk
Menampilkan list partisi pada perangkat, biasanya menggunakan opsi “-l”,
contohnya | $ sudo fdisk -l |
- mount
Melampirkan sebuah filesystem kedalam satu folder besar.
Sehingga tidak perlu melakukan akses langsung ke filesystem.
Sebagai contoh menggunakan | $ sudo mount /dev/sda2 /mnt |.
Perintah ini akan membuat isi partisi /dev/sda2 bisa diakses
melalui /mnt.
- umount
Mengunlock perintah mount, contohnya | $ umount /mnt |
digunakan untuk memutuskan perintah mount pada folder /mnt.
- du
Menampilkan ukuran file secara rekursif.
- df
Menampilkan penggunaan ruang disk pada filesystem.
- quota
Menampilkan ruang disk dan batasannya.
- reboot
Menjalankan perintah restart.
- poweroff
Menjalankan perintah shutdown.
- gedit
Membuka Text Editor untuk mengedit teks file.
- kate
Program yang digunakan sebagai file editor pada KDE,
beberapa sistem operasi harus melakukan instalasi terlebih dahulu. Fungsinya
hampir sama seperti Gedit.
- bg
Membuat proses foreground untuk berjalan di background.
- fg <id
program>
Membuat background proses menjadi foreground proses.
- jobs <id
program>
Menampilkan nama dan ID dari background jobs.
- sed
Memfilter teks pada sebuah file dan menggantinya dengan
teks yang baru. Contoh penggunaannya sed | ‘s/niaga/hoster/g’
niagahoster.txt |
- awk
Perintah ini digunakan untuk memindah teks dan memproses bahasa.
- locate
Digunakan untuk menemukan atau mencari file.
- ifconfig
Melihat IP yang sedang terkoneksi dan network device apa
saja yang tersedia.
- date
Menampilkan tanggal hari ini.
- nano
Perintah digunakan sebagai text editor yang tidak perlu
membuka jendela baru. Hampir sama dengan Vi namun lebih manusiawi.
- top
Melihat semua proses yang sedang berjalan, diurutkan dari proses yang
paling besar. Fungsinya hampir sama seperti system monitor.
- clear
Membersihkan jendela terminal. Jadi isi jendela terminal akan kosong, namun
jika di scroll keatas maka perintah yang sebelumnya dijalankan masih bisa
terlihat.
- dpkg -i
<namapackage>.deb
Berguna untuk melakukan instalasi paket dengan ekstensi “.deb”.
Terkadang bisa juga menggunakan program “gdebi”, tetapi harus install.
- uname
Menampilkan versi kernel yang dipakai, tanggal instalasi, dan jenis
arsitektur sistem operasi.
- *
Ini adalah sebuah tanda yang digunakan untuk mendeskripsikan satu string
yang digunakan untuk memberikan deskripsi singkat dari satu elemen.
Kesimpulan
Hampir semua perintah dasar Linux itu sederhana dan bisa dikembangkan
sesuai dengan kebutuhan eksekusi.
Tidak perlu menghafalkan satu persatu, Anda bisa menggunakan perintah “man
<perintah>” untuk melihat manual dari setiap perintah.
Jika tidak hafal dengan penulisannya Anda bisa menekan tombol “Tab”
pada keyboard untuk menggunakan fitur auto-complete di
terminal.
Itulah kurang lebih 50+ perintah dasar Linux yang paling tidak diketahui
saat menggunakan sistem operasi Linux.
Meskipun masih banyak perintah yang lainnya, paling tidak perintah –
perintah tersebut menjadi dasar mengenali perintah Linux lain. Supaya Anda bisa
mengoperasikan sistem operasi LInux dengan mudah.
Kumpulan perintah dasar linux ini akan terus dicoba ditambahkan lagi dengan
perintah dasar linux lainnya.
—
. Ketersediaan dan
Versi-Versi
Debian tersedia untuk berbagai jenis
komputer mulai PC, ARM, PPC, server, dan lain-lain.
Baca Juga : Laporan Prakerin : Instalasi Windows 7
Ini berarti Debian bisa dipasang di
komputer-komputer rumahan dan kantoran, di laptop bermerek apa pun, di
Raspberry Pi dan OrangePi, di MacBook dan iMac, dan lain-lain.
Inilah di antara sebabnya Debian
memiliki slogan “The Universal Operating System” (Sistem Operasi Universal).
Jadwal rilis Debian adalah berdasarkan
prinsip “rilislah kalau sudah siap betul” jadi tidak ada patokan beberapa bulan
sekali dirilisnya.
Nama kode Debian diambil dari nama-nama
karakter dari film animasi Toy Story.
Daftar rilis Debian, tahun rilis, dan
nama kodenya dapat diketahui pada tabel berikut.
|
Nomor Urut
|
Tahun
|
Versi
|
Nama Kode
|
|
1
|
1996
|
1.1
|
Buzz
|
|
2
|
1996
|
1.2
|
Rex
|
|
3
|
1997
|
1.3
|
Bo
|
|
4
|
1998
|
2.0
|
Hamm
|
|
5
|
1999
|
2.1
|
Slink
|
|
6
|
2000
|
2.2
|
Potato
|
|
7
|
2002
|
3.0
|
Woody
|
|
8
|
2005
|
3.1
|
Sarge
|
|
9
|
2007
|
4.0
|
Etch
|
|
10
|
2009
|
5.0
|
Lenny
|
|
11
|
2011
|
6.0
|
Squeeze
|
|
12
|
2013
|
7
|
Wheezy
|
|
13
|
2015
|
8
|
Jessie
|
|
14
|
2017
|
9
|
Stretch
|
|
15
|
?
|
10
|
Buster
|
Berikut cara untuk
melakukan restart dan shutdown dengan kedua metode tersebut:
1. Untuk
melakukan restart sistem operasi Ubuntu Server, anda bisa
menjalankan perintah:
sudo init 6
2. Untuk
melakukan restart sistem operasi Ubuntu Server dengan cara lainnya, anda bisa
menjalankan perintah:
sudo shutdown -r now
3. Cara lainnya untuk melakukan restart adalah dengan menjalankan perintah:
sudo reboot
sudo init 0
5. Untuk
melakukan shutdown sistem operasi Ubuntu Server dengan cara lainnya, anda bisa
menjalankan perintah:
sudo shutdown -h now
Apabila anda
menggunakan user root, silakan hilangkan kata sudo di depan perintah-perintah
tersebut. Bagaimana? mudah bukan, silakan mencoba dan semoga membantu :-)
ads
Cisco memproduksi berbagai perangkat keras,
perangkat lunak, hingga sistem operasi sendiri untuk produk yang di
tawarkannya, salah satunya adalah Cisco Router dengan sistem operasi Cisco IOS
(Internet Operating system), dalam artikel kali ini kita akan membahas
perintah dasar cisco khususnya pada perangkat Cisco Router dengan sistem
operasi Cisco IOS atau Anda dapat mempraktikannya menggunakan emulator jaringan
yang powerfull bernama Cisco Packet Tracer.
1.
router>enable
Secara default, CLI (Command Line Interface)
akan masuk ke mode user, tandanya adalah simbol “>” yang ada
di bagian depan nama host (dalam hal ini “router”),
pada mode user Anda tidak dapat mengkonfigurasi apapun, oleh
karena itu Anda perlu beralih ke mode privileged (juga di
kenal sebagai EXEC-level mode) dengan perintah “router>enable”
kemudian tekan Enter, apabila perintah berhasil tereksekusi, maka simbol di
depan nama host akan berubah menjadi “#” (misalnya
“router#”).
2. router#show
?
Perintah “router#show ?” di gunakan untuk
melihat daftar perintah yang tersedia untuk di eksekusi.
3. router#show
running-config
Perintah “router#show running-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang sedang di jalankan pada RAM.
4.
router#show startup-config
Perintah “router#show startup-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang di jalankan saat startup,
file konfigurasi tersebut di simpan pada NVRAM (Non Volatile Random Access
Memory), berbeda dengan SRAM (Static Random Access Memory) atau DRAM (Dynamic
Random Access Memory). Penyimpanan data yang dilakukan saat daya listrik
mengalir, NVRAM tetap menyimpan file konfigurasi sekalipun perangkat router di
matikan.
Perlu di ingat bahwa NVRAM tidak sama dengan
Flash SIMM (Single In-line Memory Module). Perbedaan antara NVRAM sama dengan
Flash SIMM seperti perbedaan RAM dan hardisk drive (walaupun pada kenyataannya
RAM dengan NVRAM juga berbeda), Flash SIMM sendiri lebih mirip hard disk drive
yang menyimpan file sistem operasi Cisco IOS dan file lain yang di perlukan.
5. router#copy
running-config startup-config
Perintah “router#copy running-config startup-config”
di gunakan untuk menyimpan pengaturan yang sedang berjalan (running
connfiguration) pada RAM ke NVRAM sehingga dapat di terapkan pada saat router
di nyalakan (start-up).
6.
router#erase startup-config
Perintah “router#erase startup-config” di
gunakan untuk menghapus file konfigurasi yang di simpan pada NVRAM (Non
Volatile Random Access Memory)
7. router#copy
running-config tftp
Selain menyimpan running-config ke
startup-config, Anda juga dapat meyimpan running-config ke TFTP Server secara
remote (jarak jauh), caranya cukup dengan mengeksekusi perintah “router#copy
running-config tftp”.
8. router#show
users
Perintah “router#show users” di gunakan untuk
menampilkan pengguna yang sedang terhubung ke jaringan (router) yang
bersangkutan.
9.
router #show arp
Perintah “router #show arp” di gunakan untuk
menampilkan tabel ARP, ARP atau Address Resolution Protocol merupakan sebuah
protokol yang memetakan fungsi IP address ke alamat fisik mesin (di kenal
juga sebagai alamat MAC) yang di kenali oleh jaringan lokal. Tabel ARP atau di
kenal juga dengan sebutan ARP Cache di gunakan untuk memelihara korelasi antara
alamat MAC dengan alamat IP.
10.
router #show history
Perintah “router #show history” di gunakan
untuk menampilkan riwayat perintah yang telah di eksekusi sebelumnya, perintah
ini akan sangat berguna jika Anda hendak mengulangi perintah serupa tanpa
mengetik ulang perintahnya.
11. router#show
interfaces
Perintah “router#show interfaces” di gunakan
untuk menampilkan statistik dari semua interface yang tersedia, perintah
“router#show interfaces” akan menampilkan informasi yang mencakup interface,
status interface (baik fisik maupun data link), dan IP address. Perintah
“router#show interfaces” juga mencakup informasi tambahan termasuk subnet mask
IP interface, pengaturan bandwidth, pengaturan delay, konfigurasi antrian,
informasi protokol data link (dalam hal ini tipe duplex, ARP), dan sejumlah
counter yang berbeda yang dapat di gunakan untuk memantau interface.
12. router#show
host
Perintah “router#show host” di gunakan untuk
menampilkan cache dari host yang tersedia.
13. router#show
flash
Perintah “router#show flash” di gunakan untuk
menampilkan informasi mengenai memori Flash yang terdapat pada perangkat router
Cisco. Informasi yang di tampilkan termasuk file yang ada di dalamnya, ruang
kosong, ruang yang di gunakan, total ruang (kapasitas) yang tersedia hingga
ukuran ‘processor board System Flash’.
14. router#show
protocols
Perintah “router#show protocols” menunjukkan
status protokol layer ketiga pada perangkat yang telah di konfigurasi. Layer
ketiga yang di maksud adalah bagian dari model OSI layer, layer ketiga adalah network
layer, fungsi network layer salah satunya adalah menyediakan
sarana fungsional dan prosedural untuk mentransfer data ke node lain yang
terhubung dalam jaringan yang berbeda, router adalah salah satu perangkat yang
bekerja di layer ketiga ini.
15.
router#show ip interface
Perintah “router#show ip interface” di gunakan
untuk menampilkan informasi mengenai pengaturan IP interface secara lengkap,
termasuk alamat IP dan informasi mask, access list configuration (ACL),
jenis switching yang digunakan (bagaimana lalu lintas IP di proses oleh
perangkat), pengaturan kompresi, dan lain sebagainya.
16.
router#show ip interface brief
Perintah “router#show ip interface brief” di
gunakan untuk menampilkan output dari status IP address suatu interface secara
ringkas. Informasi penting yang akan di tampilkan meliputi interface, IP
address dari interface tersebut, status (secara fisik) dan status protokol
(data link).
17.
router#show ip protocol
Perintah “router#show ip protocol” di gunakan
saat protokol routing dinamis di jalankan pada perangkat. Output dari perintah
ini dapat digunakan untuk memverifikasi konfigurasi protokol routing sedang di
proses seperti yang di harapkan. Output yang tepat dari perintah ini bergantung
pada dynamic routing protocol yang di konfigurasi.
18.
router#show ip route
Perintah “router#show ip route” di gunakan
untuk menampilkan konten tabel routing IP saat ini. Output dari perintah
“router#show ip route” bisa sangat lama ketika beberapa jaringan di kelola oleh
satu perangkat.
19.
router#show logging
Perintah “router#show logging” di gunakan untuk
verifikasi beberapa hal yang di anggap tidak sesuai. Perintah “router#show
logging” dapat mengakses log dan menampilkannya. Dengan begitu Anda dapat
mem-verifikasi apabila terdapat beberapa hal yang di anggap tidak sesuai
(biasanya antara konfigurasi yang di terapkan dengan hasil yang di harapkan
yang tidak sesuai).
20. router#show
clock
Perintah “router#show clock” di gunakan untuk
menampilkan jam dari sistem saat ini, ingat bahwa router Cisco menggunakan
sistem operasi tersendiri sehingga jam pada sistem Cisco dengan jam pada sistem
Host mungkin berbeda, mencocokkan jam pada keduanya berguna untuk singkronisasi
log sehingga memudahkan verifikasi.
21.
router#ping
Perintah “router#ping” di gunakan untuk
memverifikasi ketergapaian (reachability) host tujuan dengan mengirim
lima paket ICMP (Internet Control Message Protocol) ke host tujuan, dan host
tujuan akan mengembalikan atau menjawab kiriman tersebut dengan paket yang
serupa.
22.
router#traceroute
Perintah “router#traceroute” di gunakan untuk
memverifikasi operasi jaringan dengan mengirimkan paket sesuai jalur yang telah
di tentukan dari jalur sumber ke jalur tujuan yang memanfaatkan fungsi TTL
(Time to Live) yang terdapat pada IP header, prinsipnya sama dengan perintah
“router#ping”, apabila host tujuan tidak merespon (paket tidak sampai ke
tujuan) maka pesan “unreachable” (tak tergapai).
23.
router#show version
Perintah “router#show version” di gunakan untuk
menampilkan versi Cisco IOS (Internet Operating System) yang di gunakan.
24. router#configure
terminal
Jika Anda perhatikan, perintah di atas hanya
untuk melihat atau menampilkan informasi tertentu (beberapa ada yang di gunakan
untuk meng-copy), untuk dapat mengkonfigurasi router misalnya mengubah
running-configuration Anda harus masuk ke Global Configuration Mode, lihat
kembali perintah “router#copy running-config startup-config” pada poin ke 5 dan
perintah “router#copy running-config tftp” ke 7, di sana hanya menjelaskan
mengenai perintah untuk menyimpan running-config ke startup-config atau tftp,
cara mengkonfigurasi running-config itu sendiri belum di paparkan.
Untuk dapat melakukan konfigurasi, Anda harus
mengeksekusi perintah “router#configure terminal” untuk masuk ke Global
Configuration Mode, indikator pada nama host nantinya akan berubah menjadi
“router(config)#” yang artinya Anda telah masuk ke Global Configuration
Mode.
25. router(config)#hostname
Perintah “router(config)#hostname” di gunakan
untuk mengganti nama host, secara default host bernama “router”, untuk
menggantinya dengan nama lain misalnya “dosenit”, cukup ketikkan perintah
“router(config)#hostname dosenit” dan indikator pada CLI akan berubah menjadi
“dosenit(config)#”.
26. router(config)#banner
motd
Perintah “router(config)#banner motd” di
gunakan untuk menambahkan MotD (Message of the Day) sebagai banner, pesan
tersebut nantinya akan tampil pada antarmuka pengguna yang mengakses antarmuka
router, pesan dapat di tambahkan dengan perintah “router(config)#banner motd
# isi pesan #”.
27. router(config)#no
banner motd
Perintah “router(config)#no banner motd” di
gunakan untuk menghapus pesan (MotD, Message of the Day) dari banner.
28. router(config)#do
Ingat, bahwa saat ini Anda berada pada Global
Configuration Mode, Anda tidak dapat mengeksekusi perintah yang ada pada
Privilege Mode atau EXEC Level Mode, misalnya “router#show running-config”
tidak dapat Anda akses dengan perintah “router(config)#show
running-config”, namun Anda tetap dapat menjalankan perintah Privilege
Mode/EXEC Level Mode (misalnya “show running-config” di atas) walaupun
Anda berada pada Global Configuration Mode dengan “router(config)#do”,
misalnya “router(config)#do show running-config”.
29. router(config)#enable password
Perintah “router(config)#enable password” di
gunakan untuk mengaktifkan fitur password.
30. router(config)#line console
Perintah “router(config)#line console” di
gunakan untuk masuk ke Line Console Mode, dengan masuk ke Line Console Mode
Anda dapat mengakses berbagai pengaturan yang tidak tersedia pada Global
Configuration Mode misalnya menetapkan exec-timeout (akan kita bahas kemudian)
dan lain sebagainya, indikator pada Line Console Mode akan berubah menjadi
“router(config-line)#”.
31. router(config-line)#password
admin
Perintah “router(config-line)#password admin”
di gunakan untuk menetapkan password untuk login dengan password “admin”, Anda
dapat mengganti password dengan teks lain yang Anda kehendaki.
32. router(config-line)#login
Perintah “router(config-line)#login” di gunakan
untuk mengaktifkan fitur login, saat pengguna masuk ke mode konfigurasi (dengan
hak akses lebih tinggi) maka pengguna di haruskan memasukkan password terlebih
dahulu.
33. router(config-line)#exec-timeout
1 30
Perintah “router(config-line)#exec-timeout 1
30” di gunakan untuk mengatur fitur auto log off (apabila fitur login di
aktifkan), nilai “1” pada perintah tersebut merupakan nilai “menit” sedangkan
nilai “30” merupakan nilai “detik”, artinya pengguna akan secara otomatis log
off apabila tidak ada aktifitas selama 1 menit 30 detik, untuk mengatur agar
pengguna tidak log off otomatis, maka perintah yang di jalankan adalah
“router(config-line)#exec-timeout 0 0”.
ads
Cisco memproduksi berbagai perangkat keras,
perangkat lunak, hingga sistem operasi sendiri untuk produk yang di
tawarkannya, salah satunya adalah Cisco Router dengan sistem operasi Cisco IOS
(Internet Operating system), dalam artikel kali ini kita akan membahas
perintah dasar cisco khususnya pada perangkat Cisco Router dengan sistem
operasi Cisco IOS atau Anda dapat mempraktikannya menggunakan emulator jaringan
yang powerfull bernama Cisco Packet Tracer.
1.
router>enable
Secara default, CLI (Command Line Interface)
akan masuk ke mode user, tandanya adalah simbol “>” yang ada
di bagian depan nama host (dalam hal ini “router”),
pada mode user Anda tidak dapat mengkonfigurasi apapun, oleh
karena itu Anda perlu beralih ke mode privileged (juga di kenal
sebagai EXEC-level mode) dengan perintah “router>enable” kemudian
tekan Enter, apabila perintah berhasil tereksekusi, maka simbol di depan
nama host akan berubah menjadi “#” (misalnya “router#”).
2. router#show
?
Perintah “router#show ?” di gunakan untuk
melihat daftar perintah yang tersedia untuk di eksekusi.
3. router#show
running-config
Perintah “router#show running-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang sedang di jalankan pada RAM.
4.
router#show startup-config
Perintah “router#show startup-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang di jalankan saat startup,
file konfigurasi tersebut di simpan pada NVRAM (Non Volatile Random Access
Memory), berbeda dengan SRAM (Static Random Access Memory) atau DRAM (Dynamic
Random Access Memory). Penyimpanan data yang dilakukan saat daya listrik
mengalir, NVRAM tetap menyimpan file konfigurasi sekalipun perangkat router di
matikan.
Perlu di ingat bahwa NVRAM tidak sama dengan
Flash SIMM (Single In-line Memory Module). Perbedaan antara NVRAM sama dengan
Flash SIMM seperti perbedaan RAM dan hardisk drive (walaupun pada kenyataannya
RAM dengan NVRAM juga berbeda), Flash SIMM sendiri lebih mirip hard disk drive yang
menyimpan file sistem operasi Cisco IOS dan file lain yang di perlukan.
5. router#copy
running-config startup-config
Perintah “router#copy running-config
startup-config” di gunakan untuk menyimpan pengaturan yang sedang berjalan
(running connfiguration) pada RAM ke NVRAM sehingga dapat di terapkan pada saat
router di nyalakan (start-up).
6.
router#erase startup-config
Perintah “router#erase startup-config” di
gunakan untuk menghapus file konfigurasi yang di simpan pada NVRAM (Non
Volatile Random Access Memory)
7. router#copy
running-config tftp
Selain menyimpan running-config ke
startup-config, Anda juga dapat meyimpan running-config ke TFTP Server secara
remote (jarak jauh), caranya cukup dengan mengeksekusi perintah “router#copy
running-config tftp”.
8. router#show
users
Perintah “router#show users” di gunakan untuk
menampilkan pengguna yang sedang terhubung ke jaringan (router) yang
bersangkutan.
9.
router #show arp
Perintah “router #show arp” di gunakan untuk
menampilkan tabel ARP, ARP atau Address Resolution Protocol merupakan sebuah
protokol yang memetakan fungsi IP address ke alamat fisik mesin (di kenal
juga sebagai alamat MAC) yang di kenali oleh jaringan lokal. Tabel ARP atau di
kenal juga dengan sebutan ARP Cache di gunakan untuk memelihara korelasi antara
alamat MAC dengan alamat IP.
10.
router #show history
Perintah “router #show history” di gunakan
untuk menampilkan riwayat perintah yang telah di eksekusi sebelumnya, perintah
ini akan sangat berguna jika Anda hendak mengulangi perintah serupa tanpa
mengetik ulang perintahnya.
11. router#show
interfaces
Perintah “router#show interfaces” di gunakan
untuk menampilkan statistik dari semua interface yang tersedia, perintah “router#show
interfaces” akan menampilkan informasi yang mencakup interface, status
interface (baik fisik maupun data link), dan IP address. Perintah “router#show
interfaces” juga mencakup informasi tambahan termasuk subnet mask IP interface,
pengaturan bandwidth, pengaturan delay, konfigurasi antrian, informasi protokol
data link (dalam hal ini tipe duplex, ARP), dan sejumlah counter yang
berbeda yang dapat di gunakan untuk memantau interface.
12. router#show
host
Perintah “router#show host” di gunakan untuk
menampilkan cache dari host yang tersedia.
13. router#show
flash
Perintah “router#show flash” di gunakan untuk
menampilkan informasi mengenai memori Flash yang terdapat pada perangkat router
Cisco. Informasi yang di tampilkan termasuk file yang ada di dalamnya, ruang
kosong, ruang yang di gunakan, total ruang (kapasitas) yang tersedia hingga
ukuran ‘processor board System Flash’.
14. router#show
protocols
Perintah “router#show protocols” menunjukkan
status protokol layer ketiga pada perangkat yang telah di konfigurasi. Layer
ketiga yang di maksud adalah bagian dari model OSI layer, layer ketiga adalah network
layer, fungsi network layer salah satunya adalah menyediakan
sarana fungsional dan prosedural untuk mentransfer data ke node lain yang
terhubung dalam jaringan yang berbeda, router adalah salah satu perangkat yang
bekerja di layer ketiga ini.
15.
router#show ip interface
Perintah “router#show ip interface” di gunakan
untuk menampilkan informasi mengenai pengaturan IP interface secara lengkap,
termasuk alamat IP dan informasi mask, access list configuration (ACL),
jenis switching yang digunakan (bagaimana lalu lintas IP di proses oleh
perangkat), pengaturan kompresi, dan lain sebagainya.
16.
router#show ip interface brief
Perintah “router#show ip interface brief” di
gunakan untuk menampilkan output dari status IP address suatu interface secara
ringkas. Informasi penting yang akan di tampilkan meliputi interface, IP
address dari interface tersebut, status (secara fisik) dan status protokol
(data link).
17.
router#show ip protocol
Perintah “router#show ip protocol” di gunakan
saat protokol routing dinamis di jalankan pada perangkat. Output dari perintah
ini dapat digunakan untuk memverifikasi konfigurasi protokol routing sedang di
proses seperti yang di harapkan. Output yang tepat dari perintah ini bergantung
pada dynamic routing protocol yang di konfigurasi.
18.
router#show ip route
Perintah “router#show ip route” di gunakan
untuk menampilkan konten tabel routing IP saat ini. Output dari perintah
“router#show ip route” bisa sangat lama ketika beberapa jaringan di kelola oleh
satu perangkat.
19.
router#show logging
Perintah “router#show logging” di gunakan untuk
verifikasi beberapa hal yang di anggap tidak sesuai. Perintah “router#show
logging” dapat mengakses log dan menampilkannya. Dengan begitu Anda dapat
mem-verifikasi apabila terdapat beberapa hal yang di anggap tidak sesuai
(biasanya antara konfigurasi yang di terapkan dengan hasil yang di harapkan
yang tidak sesuai).
20. router#show
clock
Perintah “router#show clock” di gunakan untuk
menampilkan jam dari sistem saat ini, ingat bahwa router Cisco menggunakan
sistem operasi tersendiri sehingga jam pada sistem Cisco dengan jam pada sistem
Host mungkin berbeda, mencocokkan jam pada keduanya berguna untuk singkronisasi
log sehingga memudahkan verifikasi.
21.
router#ping
Perintah “router#ping” di gunakan untuk
memverifikasi ketergapaian (reachability) host tujuan dengan mengirim
lima paket ICMP (Internet Control Message Protocol) ke host tujuan, dan host
tujuan akan mengembalikan atau menjawab kiriman tersebut dengan paket yang
serupa.
22.
router#traceroute
Perintah “router#traceroute” di gunakan untuk
memverifikasi operasi jaringan dengan mengirimkan paket sesuai jalur yang telah
di tentukan dari jalur sumber ke jalur tujuan yang memanfaatkan fungsi TTL
(Time to Live) yang terdapat pada IP header, prinsipnya sama dengan perintah
“router#ping”, apabila host tujuan tidak merespon (paket tidak sampai ke
tujuan) maka pesan “unreachable” (tak tergapai).
23.
router#show version
Perintah “router#show version” di gunakan untuk
menampilkan versi Cisco IOS (Internet Operating System) yang di gunakan.
24. router#configure
terminal
Jika Anda perhatikan, perintah di atas hanya
untuk melihat atau menampilkan informasi tertentu (beberapa ada yang di gunakan
untuk meng-copy), untuk dapat mengkonfigurasi router misalnya mengubah
running-configuration Anda harus masuk ke Global Configuration Mode, lihat
kembali perintah “router#copy running-config startup-config” pada poin ke 5 dan
perintah “router#copy running-config tftp” ke 7, di sana hanya menjelaskan mengenai
perintah untuk menyimpan running-config ke startup-config atau tftp, cara
mengkonfigurasi running-config itu sendiri belum di paparkan.
Untuk dapat melakukan konfigurasi, Anda harus
mengeksekusi perintah “router#configure terminal” untuk masuk ke Global
Configuration Mode, indikator pada nama host nantinya akan berubah menjadi
“router(config)#” yang artinya Anda telah masuk ke Global Configuration
Mode.
25. router(config)#hostname
Perintah “router(config)#hostname” di gunakan
untuk mengganti nama host, secara default host bernama “router”, untuk
menggantinya dengan nama lain misalnya “dosenit”, cukup ketikkan perintah
“router(config)#hostname dosenit” dan indikator pada CLI akan berubah menjadi
“dosenit(config)#”.
26. router(config)#banner
motd
Perintah “router(config)#banner motd” di
gunakan untuk menambahkan MotD (Message of the Day) sebagai banner, pesan
tersebut nantinya akan tampil pada antarmuka pengguna yang mengakses antarmuka
router, pesan dapat di tambahkan dengan perintah “router(config)#banner motd
# isi pesan #”.
27. router(config)#no
banner motd
Perintah “router(config)#no banner motd” di
gunakan untuk menghapus pesan (MotD, Message of the Day) dari banner.
28. router(config)#do
Ingat, bahwa saat ini Anda berada pada Global
Configuration Mode, Anda tidak dapat mengeksekusi perintah yang ada pada
Privilege Mode atau EXEC Level Mode, misalnya “router#show running-config”
tidak dapat Anda akses dengan perintah “router(config)#show
running-config”, namun Anda tetap dapat menjalankan perintah Privilege
Mode/EXEC Level Mode (misalnya “show running-config” di atas) walaupun
Anda berada pada Global Configuration Mode dengan “router(config)#do”,
misalnya “router(config)#do show running-config”.
29. router(config)#enable password
Perintah “router(config)#enable password” di
gunakan untuk mengaktifkan fitur password.
30. router(config)#line console
Perintah “router(config)#line console” di
gunakan untuk masuk ke Line Console Mode, dengan masuk ke Line Console Mode
Anda dapat mengakses berbagai pengaturan yang tidak tersedia pada Global
Configuration Mode misalnya menetapkan exec-timeout (akan kita bahas kemudian)
dan lain sebagainya, indikator pada Line Console Mode akan berubah menjadi
“router(config-line)#”.
31. router(config-line)#password admin
Perintah “router(config-line)#password admin”
di gunakan untuk menetapkan password untuk login dengan password “admin”, Anda
dapat mengganti password dengan teks lain yang Anda kehendaki.
32. router(config-line)#login
Perintah “router(config-line)#login” di gunakan
untuk mengaktifkan fitur login, saat pengguna masuk ke mode konfigurasi (dengan
hak akses lebih tinggi) maka pengguna di haruskan memasukkan password terlebih
dahulu.
33. router(config-line)#exec-timeout
1 30
Perintah “router(config-line)#exec-timeout 1
30” di gunakan untuk mengatur fitur auto log off (apabila fitur login di
aktifkan), nilai “1” pada perintah tersebut merupakan nilai “menit” sedangkan
nilai “30” merupakan nilai “detik”, artinya pengguna akan secara otomatis log
off apabila tidak ada aktifitas selama 1 menit 30 detik, untuk mengatur agar
pengguna tidak log off otomatis, maka perintah yang di jalankan adalah
“router(config-line)#exec-timeout 0 0”.
ads
Cisco memproduksi berbagai perangkat keras,
perangkat lunak, hingga sistem operasi sendiri untuk produk yang di
tawarkannya, salah satunya adalah Cisco Router dengan sistem operasi Cisco IOS
(Internet Operating system), dalam artikel kali ini kita akan membahas
perintah dasar cisco khususnya pada perangkat Cisco Router dengan sistem
operasi Cisco IOS atau Anda dapat mempraktikannya menggunakan emulator jaringan
yang powerfull bernama Cisco Packet Tracer.
1.
router>enable
Secara default, CLI (Command Line Interface)
akan masuk ke mode user, tandanya adalah simbol “>” yang ada
di bagian depan nama host (dalam hal ini “router”),
pada mode user Anda tidak dapat mengkonfigurasi apapun, oleh
karena itu Anda perlu beralih ke mode privileged (juga di
kenal sebagai EXEC-level mode) dengan perintah “router>enable” kemudian
tekan Enter, apabila perintah berhasil tereksekusi, maka simbol di depan
nama host akan berubah menjadi “#” (misalnya “router#”).
2. router#show
?
Perintah “router#show ?” di gunakan untuk
melihat daftar perintah yang tersedia untuk di eksekusi.
3. router#show
running-config
Perintah “router#show running-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang sedang di jalankan pada RAM.
4.
router#show startup-config
Perintah “router#show startup-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang di jalankan saat startup,
file konfigurasi tersebut di simpan pada NVRAM (Non Volatile Random Access
Memory), berbeda dengan SRAM (Static Random Access Memory) atau DRAM (Dynamic
Random Access Memory). Penyimpanan data yang dilakukan saat daya listrik
mengalir, NVRAM tetap menyimpan file konfigurasi sekalipun perangkat router di
matikan.
Perlu di ingat bahwa NVRAM tidak sama dengan
Flash SIMM (Single In-line Memory Module). Perbedaan antara NVRAM sama dengan
Flash SIMM seperti perbedaan RAM dan hardisk drive (walaupun pada kenyataannya
RAM dengan NVRAM juga berbeda), Flash SIMM sendiri lebih mirip hard disk drive
yang menyimpan file sistem operasi Cisco IOS dan file lain yang di perlukan.
5. router#copy
running-config startup-config
Perintah “router#copy running-config
startup-config” di gunakan untuk menyimpan pengaturan yang sedang berjalan
(running connfiguration) pada RAM ke NVRAM sehingga dapat di terapkan pada saat
router di nyalakan (start-up).
6.
router#erase startup-config
Perintah “router#erase startup-config” di
gunakan untuk menghapus file konfigurasi yang di simpan pada NVRAM (Non
Volatile Random Access Memory)
7. router#copy
running-config tftp
Selain menyimpan running-config ke
startup-config, Anda juga dapat meyimpan running-config ke TFTP Server secara
remote (jarak jauh), caranya cukup dengan mengeksekusi perintah “router#copy
running-config tftp”.
8. router#show
users
Perintah “router#show users” di gunakan untuk
menampilkan pengguna yang sedang terhubung ke jaringan (router) yang
bersangkutan.
9.
router #show arp
Perintah “router #show arp” di gunakan untuk
menampilkan tabel ARP, ARP atau Address Resolution Protocol merupakan sebuah
protokol yang memetakan fungsi IP address ke alamat fisik mesin (di kenal
juga sebagai alamat MAC) yang di kenali oleh jaringan lokal. Tabel ARP atau di
kenal juga dengan sebutan ARP Cache di gunakan untuk memelihara korelasi antara
alamat MAC dengan alamat IP.
10.
router #show history
Perintah “router #show history” di gunakan
untuk menampilkan riwayat perintah yang telah di eksekusi sebelumnya, perintah
ini akan sangat berguna jika Anda hendak mengulangi perintah serupa tanpa
mengetik ulang perintahnya.
11. router#show
interfaces
Perintah “router#show interfaces” di gunakan
untuk menampilkan statistik dari semua interface yang tersedia, perintah
“router#show interfaces” akan menampilkan informasi yang mencakup interface,
status interface (baik fisik maupun data link), dan IP address. Perintah
“router#show interfaces” juga mencakup informasi tambahan termasuk subnet mask
IP interface, pengaturan bandwidth, pengaturan delay, konfigurasi antrian,
informasi protokol data link (dalam hal ini tipe duplex, ARP), dan sejumlah
counter yang berbeda yang dapat di gunakan untuk memantau interface.
12. router#show
host
Perintah “router#show host” di gunakan untuk
menampilkan cache dari host yang tersedia.
13. router#show
flash
Perintah “router#show flash” di gunakan untuk
menampilkan informasi mengenai memori Flash yang terdapat pada perangkat router
Cisco. Informasi yang di tampilkan termasuk file yang ada di dalamnya, ruang
kosong, ruang yang di gunakan, total ruang (kapasitas) yang tersedia hingga
ukuran ‘processor board System Flash’.
14. router#show
protocols
Perintah “router#show protocols” menunjukkan
status protokol layer ketiga pada perangkat yang telah di konfigurasi. Layer
ketiga yang di maksud adalah bagian dari model OSI layer, layer ketiga adalah network
layer, fungsi network layer salah satunya adalah menyediakan
sarana fungsional dan prosedural untuk mentransfer data ke node lain yang
terhubung dalam jaringan yang berbeda, router adalah salah satu perangkat yang
bekerja di layer ketiga ini.
15.
router#show ip interface
Perintah “router#show ip interface” di gunakan
untuk menampilkan informasi mengenai pengaturan IP interface secara lengkap,
termasuk alamat IP dan informasi mask, access list configuration (ACL),
jenis switching yang digunakan (bagaimana lalu lintas IP di proses oleh perangkat),
pengaturan kompresi, dan lain sebagainya.
16.
router#show ip interface brief
Perintah “router#show ip interface brief” di
gunakan untuk menampilkan output dari status IP address suatu interface secara
ringkas. Informasi penting yang akan di tampilkan meliputi interface, IP
address dari interface tersebut, status (secara fisik) dan status protokol
(data link).
17.
router#show ip protocol
Perintah “router#show ip protocol” di gunakan
saat protokol routing dinamis di jalankan pada perangkat. Output dari perintah
ini dapat digunakan untuk memverifikasi konfigurasi protokol routing sedang di
proses seperti yang di harapkan. Output yang tepat dari perintah ini bergantung
pada dynamic routing protocol yang di konfigurasi.
18.
router#show ip route
Perintah “router#show ip route” di gunakan
untuk menampilkan konten tabel routing IP saat ini. Output dari perintah
“router#show ip route” bisa sangat lama ketika beberapa jaringan di kelola oleh
satu perangkat.
19.
router#show logging
Perintah “router#show logging” di gunakan untuk
verifikasi beberapa hal yang di anggap tidak sesuai. Perintah “router#show
logging” dapat mengakses log dan menampilkannya. Dengan begitu Anda dapat
mem-verifikasi apabila terdapat beberapa hal yang di anggap tidak sesuai (biasanya
antara konfigurasi yang di terapkan dengan hasil yang di harapkan yang tidak
sesuai).
20. router#show
clock
Perintah “router#show clock” di gunakan untuk
menampilkan jam dari sistem saat ini, ingat bahwa router Cisco menggunakan
sistem operasi tersendiri sehingga jam pada sistem Cisco dengan jam pada sistem
Host mungkin berbeda, mencocokkan jam pada keduanya berguna untuk singkronisasi
log sehingga memudahkan verifikasi.
21.
router#ping
Perintah “router#ping” di gunakan untuk
memverifikasi ketergapaian (reachability) host tujuan dengan mengirim
lima paket ICMP (Internet Control Message Protocol) ke host tujuan, dan host
tujuan akan mengembalikan atau menjawab kiriman tersebut dengan paket yang
serupa.
22.
router#traceroute
Perintah “router#traceroute” di gunakan untuk
memverifikasi operasi jaringan dengan mengirimkan paket sesuai jalur yang telah
di tentukan dari jalur sumber ke jalur tujuan yang memanfaatkan fungsi TTL
(Time to Live) yang terdapat pada IP header, prinsipnya sama dengan perintah
“router#ping”, apabila host tujuan tidak merespon (paket tidak sampai ke
tujuan) maka pesan “unreachable” (tak tergapai).
23.
router#show version
Perintah “router#show version” di gunakan untuk
menampilkan versi Cisco IOS (Internet Operating System) yang di gunakan.
24. router#configure
terminal
Jika Anda perhatikan, perintah di atas hanya
untuk melihat atau menampilkan informasi tertentu (beberapa ada yang di gunakan
untuk meng-copy), untuk dapat mengkonfigurasi router misalnya mengubah
running-configuration Anda harus masuk ke Global Configuration Mode, lihat
kembali perintah “router#copy running-config startup-config” pada poin ke 5 dan
perintah “router#copy running-config tftp” ke 7, di sana hanya menjelaskan
mengenai perintah untuk menyimpan running-config ke startup-config atau tftp,
cara mengkonfigurasi running-config itu sendiri belum di paparkan.
Untuk dapat melakukan konfigurasi, Anda harus
mengeksekusi perintah “router#configure terminal” untuk masuk ke Global
Configuration Mode, indikator pada nama host nantinya akan berubah menjadi
“router(config)#” yang artinya Anda telah masuk ke Global Configuration
Mode.
25. router(config)#hostname
Perintah “router(config)#hostname” di gunakan
untuk mengganti nama host, secara default host bernama “router”, untuk menggantinya
dengan nama lain misalnya “dosenit”, cukup ketikkan perintah
“router(config)#hostname dosenit” dan indikator pada CLI akan berubah menjadi
“dosenit(config)#”.
26. router(config)#banner
motd
Perintah “router(config)#banner motd” di
gunakan untuk menambahkan MotD (Message of the Day) sebagai banner, pesan
tersebut nantinya akan tampil pada antarmuka pengguna yang mengakses antarmuka
router, pesan dapat di tambahkan dengan perintah “router(config)#banner motd
# isi pesan #”.
27. router(config)#no
banner motd
Perintah “router(config)#no banner motd” di
gunakan untuk menghapus pesan (MotD, Message of the Day) dari banner.
28. router(config)#do
Ingat, bahwa saat ini Anda berada pada Global
Configuration Mode, Anda tidak dapat mengeksekusi perintah yang ada pada
Privilege Mode atau EXEC Level Mode, misalnya “router#show running-config”
tidak dapat Anda akses dengan perintah “router(config)#show
running-config”, namun Anda tetap dapat menjalankan perintah Privilege
Mode/EXEC Level Mode (misalnya “show running-config” di atas) walaupun
Anda berada pada Global Configuration Mode dengan “router(config)#do”,
misalnya “router(config)#do show running-config”.
29. router(config)#enable password
Perintah “router(config)#enable password” di
gunakan untuk mengaktifkan fitur password.
30. router(config)#line console
Perintah “router(config)#line console” di
gunakan untuk masuk ke Line Console Mode, dengan masuk ke Line Console Mode
Anda dapat mengakses berbagai pengaturan yang tidak tersedia pada Global Configuration
Mode misalnya menetapkan exec-timeout (akan kita bahas kemudian) dan lain
sebagainya, indikator pada Line Console Mode akan berubah menjadi
“router(config-line)#”.
31. router(config-line)#password
admin
Perintah “router(config-line)#password admin”
di gunakan untuk menetapkan password untuk login dengan password “admin”, Anda
dapat mengganti password dengan teks lain yang Anda kehendaki.
32. router(config-line)#login
Perintah “router(config-line)#login” di gunakan
untuk mengaktifkan fitur login, saat pengguna masuk ke mode konfigurasi (dengan
hak akses lebih tinggi) maka pengguna di haruskan memasukkan password terlebih
dahulu.
33. router(config-line)#exec-timeout
1 30
Perintah “router(config-line)#exec-timeout 1
30” di gunakan untuk mengatur fitur auto log off (apabila fitur login di
aktifkan), nilai “1” pada perintah tersebut merupakan nilai “menit” sedangkan
nilai “30” merupakan nilai “detik”, artinya pengguna akan secara otomatis log
off apabila tidak ada aktifitas selama 1 menit 30 detik, untuk mengatur agar
pengguna tidak log off otomatis, maka perintah yang di jalankan adalah
“router(config-line)#exec-timeout 0 0”.
ads
Cisco memproduksi berbagai perangkat keras,
perangkat lunak, hingga sistem operasi sendiri untuk produk yang di tawarkannya,
salah satunya adalah Cisco Router dengan sistem operasi Cisco IOS (Internet
Operating system), dalam artikel kali ini kita akan membahas perintah
dasar cisco khususnya pada perangkat Cisco Router dengan sistem operasi
Cisco IOS atau Anda dapat mempraktikannya menggunakan emulator jaringan
yang powerfull bernama Cisco Packet Tracer.
1.
router>enable
Secara default, CLI (Command Line Interface)
akan masuk ke mode user, tandanya adalah simbol “>” yang ada
di bagian depan nama host (dalam hal ini “router”), pada mode
user Anda tidak dapat mengkonfigurasi apapun, oleh karena itu Anda
perlu beralih ke mode privileged (juga di kenal sebagai
EXEC-level mode) dengan perintah “router>enable” kemudian tekan
Enter, apabila perintah berhasil tereksekusi, maka simbol di depan nama host akan
berubah menjadi “#” (misalnya “router#”).
2. router#show
?
Perintah “router#show ?” di gunakan untuk
melihat daftar perintah yang tersedia untuk di eksekusi.
3. router#show
running-config
Perintah “router#show running-config” di gunakan
untuk menampilkan file konfigurasi yang sedang di jalankan pada RAM.
4.
router#show startup-config
Perintah “router#show startup-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang di jalankan saat startup,
file konfigurasi tersebut di simpan pada NVRAM (Non Volatile Random Access
Memory), berbeda dengan SRAM (Static Random Access Memory) atau DRAM (Dynamic
Random Access Memory). Penyimpanan data yang dilakukan saat daya listrik
mengalir, NVRAM tetap menyimpan file konfigurasi sekalipun perangkat router di
matikan.
Perlu di ingat bahwa NVRAM tidak sama dengan
Flash SIMM (Single In-line Memory Module). Perbedaan antara NVRAM sama dengan
Flash SIMM seperti perbedaan RAM dan hardisk drive (walaupun pada kenyataannya
RAM dengan NVRAM juga berbeda), Flash SIMM sendiri lebih mirip hard disk drive
yang menyimpan file sistem operasi Cisco IOS dan file lain yang di perlukan.
5. router#copy
running-config startup-config
Perintah “router#copy running-config
startup-config” di gunakan untuk menyimpan pengaturan yang sedang berjalan
(running connfiguration) pada RAM ke NVRAM sehingga dapat di terapkan pada saat
router di nyalakan (start-up).
6.
router#erase startup-config
Perintah “router#erase startup-config” di
gunakan untuk menghapus file konfigurasi yang di simpan pada NVRAM (Non
Volatile Random Access Memory)
7. router#copy
running-config tftp
Selain menyimpan running-config ke
startup-config, Anda juga dapat meyimpan running-config ke TFTP Server secara
remote (jarak jauh), caranya cukup dengan mengeksekusi perintah “router#copy
running-config tftp”.
8. router#show
users
Perintah “router#show users” di gunakan untuk
menampilkan pengguna yang sedang terhubung ke jaringan (router) yang
bersangkutan.
9.
router #show arp
Perintah “router #show arp” di gunakan untuk
menampilkan tabel ARP, ARP atau Address Resolution Protocol merupakan sebuah
protokol yang memetakan fungsi IP address ke alamat fisik mesin (di kenal
juga sebagai alamat MAC) yang di kenali oleh jaringan lokal. Tabel ARP atau di
kenal juga dengan sebutan ARP Cache di gunakan untuk memelihara korelasi antara
alamat MAC dengan alamat IP.
10.
router #show history
Perintah “router #show history” di gunakan
untuk menampilkan riwayat perintah yang telah di eksekusi sebelumnya, perintah
ini akan sangat berguna jika Anda hendak mengulangi perintah serupa tanpa
mengetik ulang perintahnya.
11. router#show
interfaces
Perintah “router#show interfaces” di gunakan
untuk menampilkan statistik dari semua interface yang tersedia, perintah
“router#show interfaces” akan menampilkan informasi yang mencakup interface,
status interface (baik fisik maupun data link), dan IP address. Perintah
“router#show interfaces” juga mencakup informasi tambahan termasuk subnet mask
IP interface, pengaturan bandwidth, pengaturan delay, konfigurasi antrian,
informasi protokol data link (dalam hal ini tipe duplex, ARP), dan sejumlah
counter yang berbeda yang dapat di gunakan untuk memantau interface.
12. router#show
host
Perintah “router#show host” di gunakan untuk
menampilkan cache dari host yang tersedia.
13. router#show
flash
Perintah “router#show flash” di gunakan untuk
menampilkan informasi mengenai memori Flash yang terdapat pada perangkat router
Cisco. Informasi yang di tampilkan termasuk file yang ada di dalamnya, ruang
kosong, ruang yang di gunakan, total ruang (kapasitas) yang tersedia hingga
ukuran ‘processor board System Flash’.
14. router#show
protocols
Perintah “router#show protocols” menunjukkan
status protokol layer ketiga pada perangkat yang telah di konfigurasi. Layer
ketiga yang di maksud adalah bagian dari model OSI layer, layer ketiga adalah network
layer, fungsi network layer salah satunya adalah menyediakan
sarana fungsional dan prosedural untuk mentransfer data ke node lain yang
terhubung dalam jaringan yang berbeda, router adalah salah satu perangkat yang
bekerja di layer ketiga ini.
15.
router#show ip interface
Perintah “router#show ip interface” di gunakan
untuk menampilkan informasi mengenai pengaturan IP interface secara lengkap,
termasuk alamat IP dan informasi mask, access list configuration (ACL),
jenis switching yang digunakan (bagaimana lalu lintas IP di proses oleh
perangkat), pengaturan kompresi, dan lain sebagainya.
16.
router#show ip interface brief
Perintah “router#show ip interface brief” di
gunakan untuk menampilkan output dari status IP address suatu interface secara
ringkas. Informasi penting yang akan di tampilkan meliputi interface, IP
address dari interface tersebut, status (secara fisik) dan status protokol
(data link).
17.
router#show ip protocol
Perintah “router#show ip protocol” di gunakan
saat protokol routing dinamis di jalankan pada perangkat. Output dari perintah
ini dapat digunakan untuk memverifikasi konfigurasi protokol routing sedang di
proses seperti yang di harapkan. Output yang tepat dari perintah ini bergantung
pada dynamic routing protocol yang di konfigurasi.
18.
router#show ip route
Perintah “router#show ip route” di gunakan
untuk menampilkan konten tabel routing IP saat ini. Output dari perintah
“router#show ip route” bisa sangat lama ketika beberapa jaringan di kelola oleh
satu perangkat.
19.
router#show logging
Perintah “router#show logging” di gunakan untuk
verifikasi beberapa hal yang di anggap tidak sesuai. Perintah “router#show
logging” dapat mengakses log dan menampilkannya. Dengan begitu Anda dapat
mem-verifikasi apabila terdapat beberapa hal yang di anggap tidak sesuai
(biasanya antara konfigurasi yang di terapkan dengan hasil yang di harapkan
yang tidak sesuai).
20. router#show
clock
Perintah “router#show clock” di gunakan untuk
menampilkan jam dari sistem saat ini, ingat bahwa router Cisco menggunakan
sistem operasi tersendiri sehingga jam pada sistem Cisco dengan jam pada sistem
Host mungkin berbeda, mencocokkan jam pada keduanya berguna untuk singkronisasi
log sehingga memudahkan verifikasi.
21.
router#ping
Perintah “router#ping” di gunakan untuk
memverifikasi ketergapaian (reachability) host tujuan dengan mengirim
lima paket ICMP (Internet Control Message Protocol) ke host tujuan, dan host
tujuan akan mengembalikan atau menjawab kiriman tersebut dengan paket yang
serupa.
22.
router#traceroute
Perintah “router#traceroute” di gunakan untuk
memverifikasi operasi jaringan dengan mengirimkan paket sesuai jalur yang telah
di tentukan dari jalur sumber ke jalur tujuan yang memanfaatkan fungsi TTL
(Time to Live) yang terdapat pada IP header, prinsipnya sama dengan perintah
“router#ping”, apabila host tujuan tidak merespon (paket tidak sampai ke
tujuan) maka pesan “unreachable” (tak tergapai).
23.
router#show version
Perintah “router#show version” di gunakan untuk
menampilkan versi Cisco IOS (Internet Operating System) yang di gunakan.
24. router#configure
terminal
Jika Anda perhatikan, perintah di atas hanya untuk
melihat atau menampilkan informasi tertentu (beberapa ada yang di gunakan untuk
meng-copy), untuk dapat mengkonfigurasi router misalnya mengubah
running-configuration Anda harus masuk ke Global Configuration Mode, lihat
kembali perintah “router#copy running-config startup-config” pada poin ke 5 dan
perintah “router#copy running-config tftp” ke 7, di sana hanya menjelaskan
mengenai perintah untuk menyimpan running-config ke startup-config atau tftp,
cara mengkonfigurasi running-config itu sendiri belum di paparkan.
Untuk dapat melakukan konfigurasi, Anda harus
mengeksekusi perintah “router#configure terminal” untuk masuk ke Global
Configuration Mode, indikator pada nama host nantinya akan berubah menjadi
“router(config)#” yang artinya Anda telah masuk ke Global Configuration
Mode.
25. router(config)#hostname
Perintah “router(config)#hostname” di gunakan
untuk mengganti nama host, secara default host bernama “router”, untuk
menggantinya dengan nama lain misalnya “dosenit”, cukup ketikkan perintah
“router(config)#hostname dosenit” dan indikator pada CLI akan berubah menjadi
“dosenit(config)#”.
26. router(config)#banner
motd
Perintah “router(config)#banner motd” di
gunakan untuk menambahkan MotD (Message of the Day) sebagai banner, pesan
tersebut nantinya akan tampil pada antarmuka pengguna yang mengakses antarmuka
router, pesan dapat di tambahkan dengan perintah “router(config)#banner motd
# isi pesan #”.
27. router(config)#no
banner motd
Perintah “router(config)#no banner motd” di
gunakan untuk menghapus pesan (MotD, Message of the Day) dari banner.
28. router(config)#do
Ingat, bahwa saat ini Anda berada pada Global
Configuration Mode, Anda tidak dapat mengeksekusi perintah yang ada pada
Privilege Mode atau EXEC Level Mode, misalnya “router#show running-config”
tidak dapat Anda akses dengan perintah “router(config)#show
running-config”, namun Anda tetap dapat menjalankan perintah Privilege
Mode/EXEC Level Mode (misalnya “show running-config” di atas) walaupun
Anda berada pada Global Configuration Mode dengan “router(config)#do”,
misalnya “router(config)#do show running-config”.
29. router(config)#enable password
Perintah “router(config)#enable password” di
gunakan untuk mengaktifkan fitur password.
30. router(config)#line console
Perintah “router(config)#line console” di
gunakan untuk masuk ke Line Console Mode, dengan masuk ke Line Console Mode
Anda dapat mengakses berbagai pengaturan yang tidak tersedia pada Global
Configuration Mode misalnya menetapkan exec-timeout (akan kita bahas kemudian)
dan lain sebagainya, indikator pada Line Console Mode akan berubah menjadi
“router(config-line)#”.
31. router(config-line)#password
admin
Perintah “router(config-line)#password admin”
di gunakan untuk menetapkan password untuk login dengan password “admin”, Anda
dapat mengganti password dengan teks lain yang Anda kehendaki.
32. router(config-line)#login
Perintah “router(config-line)#login” di gunakan
untuk mengaktifkan fitur login, saat pengguna masuk ke mode konfigurasi (dengan
hak akses lebih tinggi) maka pengguna di haruskan memasukkan password terlebih
dahulu.
33. router(config-line)#exec-timeout
1 30
Perintah “router(config-line)#exec-timeout 1
30” di gunakan untuk mengatur fitur auto log off (apabila fitur login di
aktifkan), nilai “1” pada perintah tersebut merupakan nilai “menit” sedangkan
nilai “30” merupakan nilai “detik”, artinya pengguna akan secara otomatis log
off apabila tidak ada aktifitas selama 1 menit 30 detik, untuk mengatur agar
pengguna tidak log off otomatis, maka perintah yang di jalankan adalah
“router(config-line)#exec-timeout 0 0”.
ads
Cisco memproduksi berbagai perangkat keras,
perangkat lunak, hingga sistem operasi sendiri untuk produk yang di
tawarkannya, salah satunya adalah Cisco Router dengan sistem operasi Cisco IOS
(Internet Operating system), dalam artikel kali ini kita akan membahas
perintah dasar cisco khususnya pada perangkat Cisco Router dengan sistem
operasi Cisco IOS atau Anda dapat mempraktikannya menggunakan emulator jaringan
yang powerfull bernama Cisco Packet Tracer.
1.
router>enable
Secara default, CLI (Command Line Interface)
akan masuk ke mode user, tandanya adalah simbol “>” yang ada
di bagian depan nama host (dalam hal ini “router”),
pada mode user Anda tidak dapat mengkonfigurasi apapun, oleh
karena itu Anda perlu beralih ke mode privileged (juga di
kenal sebagai EXEC-level mode) dengan perintah “router>enable”
kemudian tekan Enter, apabila perintah berhasil tereksekusi, maka simbol di
depan nama host akan berubah menjadi “#” (misalnya
“router#”).
2. router#show
?
Perintah “router#show ?” di gunakan untuk
melihat daftar perintah yang tersedia untuk di eksekusi.
3. router#show
running-config
Perintah “router#show running-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang sedang di jalankan pada RAM.
4. router#show
startup-config
Perintah “router#show startup-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang di jalankan saat startup,
file konfigurasi tersebut di simpan pada NVRAM (Non Volatile Random Access
Memory), berbeda dengan SRAM (Static Random Access Memory) atau DRAM (Dynamic
Random Access Memory). Penyimpanan data yang dilakukan saat daya listrik
mengalir, NVRAM tetap menyimpan file konfigurasi sekalipun perangkat router di
matikan.
Perlu di ingat bahwa NVRAM tidak sama dengan
Flash SIMM (Single In-line Memory Module). Perbedaan antara NVRAM sama dengan
Flash SIMM seperti perbedaan RAM dan hardisk drive (walaupun pada kenyataannya
RAM dengan NVRAM juga berbeda), Flash SIMM sendiri lebih mirip hard disk drive
yang menyimpan file sistem operasi Cisco IOS dan file lain yang di perlukan.
5. router#copy
running-config startup-config
Perintah “router#copy running-config
startup-config” di gunakan untuk menyimpan pengaturan yang sedang berjalan
(running connfiguration) pada RAM ke NVRAM sehingga dapat di terapkan pada saat
router di nyalakan (start-up).
6.
router#erase startup-config
Perintah “router#erase startup-config” di
gunakan untuk menghapus file konfigurasi yang di simpan pada NVRAM (Non
Volatile Random Access Memory)
7. router#copy
running-config tftp
Selain menyimpan running-config ke
startup-config, Anda juga dapat meyimpan running-config ke TFTP Server secara
remote (jarak jauh), caranya cukup dengan mengeksekusi perintah “router#copy
running-config tftp”.
8. router#show
users
Perintah “router#show users” di gunakan untuk
menampilkan pengguna yang sedang terhubung ke jaringan (router) yang
bersangkutan.
9.
router #show arp
Perintah “router #show arp” di gunakan untuk
menampilkan tabel ARP, ARP atau Address Resolution Protocol merupakan sebuah
protokol yang memetakan fungsi IP address ke alamat fisik mesin (di kenal
juga sebagai alamat MAC) yang di kenali oleh jaringan lokal. Tabel ARP atau di
kenal juga dengan sebutan ARP Cache di gunakan untuk memelihara korelasi antara
alamat MAC dengan alamat IP.
10.
router #show history
Perintah “router #show history” di gunakan
untuk menampilkan riwayat perintah yang telah di eksekusi sebelumnya, perintah
ini akan sangat berguna jika Anda hendak mengulangi perintah serupa tanpa
mengetik ulang perintahnya.
11. router#show
interfaces
Perintah “router#show interfaces” di gunakan
untuk menampilkan statistik dari semua interface yang tersedia, perintah
“router#show interfaces” akan menampilkan informasi yang mencakup interface,
status interface (baik fisik maupun data link), dan IP address. Perintah
“router#show interfaces” juga mencakup informasi tambahan termasuk subnet mask
IP interface, pengaturan bandwidth, pengaturan delay, konfigurasi antrian,
informasi protokol data link (dalam hal ini tipe duplex, ARP), dan sejumlah
counter yang berbeda yang dapat di gunakan untuk memantau interface.
12. router#show
host
Perintah “router#show host” di gunakan untuk
menampilkan cache dari host yang tersedia.
13. router#show
flash
Perintah “router#show flash” di gunakan untuk
menampilkan informasi mengenai memori Flash yang terdapat pada perangkat router
Cisco. Informasi yang di tampilkan termasuk file yang ada di dalamnya, ruang
kosong, ruang yang di gunakan, total ruang (kapasitas) yang tersedia hingga
ukuran ‘processor board System Flash’.
14. router#show
protocols
Perintah “router#show protocols” menunjukkan
status protokol layer ketiga pada perangkat yang telah di konfigurasi. Layer
ketiga yang di maksud adalah bagian dari model OSI layer, layer ketiga adalah network
layer, fungsi network layer salah satunya adalah menyediakan
sarana fungsional dan prosedural untuk mentransfer data ke node lain yang
terhubung dalam jaringan yang berbeda, router adalah salah satu perangkat yang
bekerja di layer ketiga ini.
15.
router#show ip interface
Perintah “router#show ip interface” di gunakan
untuk menampilkan informasi mengenai pengaturan IP interface secara lengkap,
termasuk alamat IP dan informasi mask, access list configuration (ACL),
jenis switching yang digunakan (bagaimana lalu lintas IP di proses oleh
perangkat), pengaturan kompresi, dan lain sebagainya.
16.
router#show ip interface brief
Perintah “router#show ip interface brief” di
gunakan untuk menampilkan output dari status IP address suatu interface secara
ringkas. Informasi penting yang akan di tampilkan meliputi interface, IP
address dari interface tersebut, status (secara fisik) dan status protokol
(data link).
17.
router#show ip protocol
Perintah “router#show ip protocol” di gunakan
saat protokol routing dinamis di jalankan pada perangkat. Output dari perintah
ini dapat digunakan untuk memverifikasi konfigurasi protokol routing sedang di
proses seperti yang di harapkan. Output yang tepat dari perintah ini bergantung
pada dynamic routing protocol yang di konfigurasi.
18.
router#show ip route
Perintah “router#show ip route” di gunakan
untuk menampilkan konten tabel routing IP saat ini. Output dari perintah
“router#show ip route” bisa sangat lama ketika beberapa jaringan di kelola oleh
satu perangkat.
19.
router#show logging
Perintah “router#show logging” di gunakan untuk
verifikasi beberapa hal yang di anggap tidak sesuai. Perintah “router#show
logging” dapat mengakses log dan menampilkannya. Dengan begitu Anda dapat
mem-verifikasi apabila terdapat beberapa hal yang di anggap tidak sesuai
(biasanya antara konfigurasi yang di terapkan dengan hasil yang di harapkan
yang tidak sesuai).
20. router#show
clock
Perintah “router#show clock” di gunakan untuk
menampilkan jam dari sistem saat ini, ingat bahwa router Cisco menggunakan
sistem operasi tersendiri sehingga jam pada sistem Cisco dengan jam pada sistem
Host mungkin berbeda, mencocokkan jam pada keduanya berguna untuk singkronisasi
log sehingga memudahkan verifikasi.
21.
router#ping
Perintah “router#ping” di gunakan untuk
memverifikasi ketergapaian (reachability) host tujuan dengan mengirim
lima paket ICMP (Internet Control Message Protocol) ke host tujuan, dan host
tujuan akan mengembalikan atau menjawab kiriman tersebut dengan paket yang
serupa.
22.
router#traceroute
Perintah “router#traceroute” di gunakan untuk
memverifikasi operasi jaringan dengan mengirimkan paket sesuai jalur yang telah
di tentukan dari jalur sumber ke jalur tujuan yang memanfaatkan fungsi TTL
(Time to Live) yang terdapat pada IP header, prinsipnya sama dengan perintah
“router#ping”, apabila host tujuan tidak merespon (paket tidak sampai ke
tujuan) maka pesan “unreachable” (tak tergapai).
23.
router#show version
Perintah “router#show version” di gunakan untuk
menampilkan versi Cisco IOS (Internet Operating System) yang di gunakan.
24. router#configure
terminal
Jika Anda perhatikan, perintah di atas hanya
untuk melihat atau menampilkan informasi tertentu (beberapa ada yang di gunakan
untuk meng-copy), untuk dapat mengkonfigurasi router misalnya mengubah
running-configuration Anda harus masuk ke Global Configuration Mode, lihat
kembali perintah “router#copy running-config startup-config” pada poin ke 5 dan
perintah “router#copy running-config tftp” ke 7, di sana hanya menjelaskan
mengenai perintah untuk menyimpan running-config ke startup-config atau tftp,
cara mengkonfigurasi running-config itu sendiri belum di paparkan.
Untuk dapat melakukan konfigurasi, Anda harus
mengeksekusi perintah “router#configure terminal” untuk masuk ke Global
Configuration Mode, indikator pada nama host nantinya akan berubah menjadi
“router(config)#” yang artinya Anda telah masuk ke Global Configuration
Mode.
25. router(config)#hostname
Perintah “router(config)#hostname” di gunakan
untuk mengganti nama host, secara default host bernama “router”, untuk
menggantinya dengan nama lain misalnya “dosenit”, cukup ketikkan perintah
“router(config)#hostname dosenit” dan indikator pada CLI akan berubah menjadi
“dosenit(config)#”.
26. router(config)#banner
motd
Perintah “router(config)#banner motd” di
gunakan untuk menambahkan MotD (Message of the Day) sebagai banner, pesan
tersebut nantinya akan tampil pada antarmuka pengguna yang mengakses antarmuka
router, pesan dapat di tambahkan dengan perintah “router(config)#banner motd
# isi pesan #”.
27. router(config)#no
banner motd
Perintah “router(config)#no banner motd” di
gunakan untuk menghapus pesan (MotD, Message of the Day) dari banner.
28. router(config)#do
Ingat, bahwa saat ini Anda berada pada Global
Configuration Mode, Anda tidak dapat mengeksekusi perintah yang ada pada
Privilege Mode atau EXEC Level Mode, misalnya “router#show running-config”
tidak dapat Anda akses dengan perintah “router(config)#show running-config”,
namun Anda tetap dapat menjalankan perintah Privilege Mode/EXEC Level Mode
(misalnya “show running-config” di atas) walaupun Anda berada
pada Global Configuration Mode dengan “router(config)#do”, misalnya
“router(config)#do show running-config”.
29. router(config)#enable password
Perintah “router(config)#enable password” di
gunakan untuk mengaktifkan fitur password.
30. router(config)#line console
Perintah “router(config)#line console” di
gunakan untuk masuk ke Line Console Mode, dengan masuk ke Line Console Mode
Anda dapat mengakses berbagai pengaturan yang tidak tersedia pada Global
Configuration Mode misalnya menetapkan exec-timeout (akan kita bahas kemudian)
dan lain sebagainya, indikator pada Line Console Mode akan berubah menjadi
“router(config-line)#”.
31. router(config-line)#password
admin
Perintah “router(config-line)#password admin”
di gunakan untuk menetapkan password untuk login dengan password “admin”, Anda
dapat mengganti password dengan teks lain yang Anda kehendaki.
32. router(config-line)#login
Perintah “router(config-line)#login” di gunakan
untuk mengaktifkan fitur login, saat pengguna masuk ke mode konfigurasi (dengan
hak akses lebih tinggi) maka pengguna di haruskan memasukkan password terlebih
dahulu.
33. router(config-line)#exec-timeout
1 30
Perintah “router(config-line)#exec-timeout 1
30” di gunakan untuk mengatur fitur auto log off (apabila fitur login di
aktifkan), nilai “1” pada perintah tersebut merupakan nilai “menit” sedangkan
nilai “30” merupakan nilai “detik”, artinya pengguna akan secara otomatis log
off apabila tidak ada aktifitas selama 1 menit 30 detik, untuk mengatur agar
pengguna tidak log off otomatis, maka perintah yang di jalankan adalah
“router(config-line)#exec-timeout 0 0”.
ads
Cisco memproduksi berbagai perangkat keras,
perangkat lunak, hingga sistem operasi sendiri untuk produk yang di
tawarkannya, salah satunya adalah Cisco Router dengan sistem operasi Cisco IOS
(Internet Operating system), dalam artikel kali ini kita akan membahas
perintah dasar cisco khususnya pada perangkat Cisco Router dengan sistem
operasi Cisco IOS atau Anda dapat mempraktikannya menggunakan emulator jaringan
yang powerfull bernama Cisco Packet Tracer.
1.
router>enable
Secara default, CLI (Command Line Interface)
akan masuk ke mode user, tandanya adalah simbol “>” yang ada
di bagian depan nama host (dalam hal ini “router”),
pada mode user Anda tidak dapat mengkonfigurasi apapun, oleh
karena itu Anda perlu beralih ke mode privileged (juga di
kenal sebagai EXEC-level mode) dengan perintah “router>enable”
kemudian tekan Enter, apabila perintah berhasil tereksekusi, maka simbol di
depan nama host akan berubah menjadi “#” (misalnya
“router#”).
2. router#show
?
Perintah “router#show ?” di gunakan untuk
melihat daftar perintah yang tersedia untuk di eksekusi.
3. router#show
running-config
Perintah “router#show running-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang sedang di jalankan pada RAM.
4.
router#show startup-config
Perintah “router#show startup-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang di jalankan saat startup,
file konfigurasi tersebut di simpan pada NVRAM (Non Volatile Random Access
Memory), berbeda dengan SRAM (Static Random Access Memory) atau DRAM (Dynamic
Random Access Memory). Penyimpanan data yang dilakukan saat daya listrik
mengalir, NVRAM tetap menyimpan file konfigurasi sekalipun perangkat router di
matikan.
Perlu di ingat bahwa NVRAM tidak sama dengan
Flash SIMM (Single In-line Memory Module). Perbedaan antara NVRAM sama dengan
Flash SIMM seperti perbedaan RAM dan hardisk drive (walaupun pada kenyataannya
RAM dengan NVRAM juga berbeda), Flash SIMM sendiri lebih mirip hard disk drive
yang menyimpan file sistem operasi Cisco IOS dan file lain yang di perlukan.
5. router#copy
running-config startup-config
Perintah “router#copy running-config
startup-config” di gunakan untuk menyimpan pengaturan yang sedang berjalan
(running connfiguration) pada RAM ke NVRAM sehingga dapat di terapkan pada saat
router di nyalakan (start-up).
6.
router#erase startup-config
Perintah “router#erase startup-config” di
gunakan untuk menghapus file konfigurasi yang di simpan pada NVRAM (Non
Volatile Random Access Memory)
7. router#copy
running-config tftp
Selain menyimpan running-config ke
startup-config, Anda juga dapat meyimpan running-config ke TFTP Server secara
remote (jarak jauh), caranya cukup dengan mengeksekusi perintah “router#copy
running-config tftp”.
8. router#show
users
Perintah “router#show users” di gunakan untuk
menampilkan pengguna yang sedang terhubung ke jaringan (router) yang
bersangkutan.
9.
router #show arp
Perintah “router #show arp” di gunakan untuk
menampilkan tabel ARP, ARP atau Address Resolution Protocol merupakan sebuah
protokol yang memetakan fungsi IP address ke alamat fisik mesin (di kenal
juga sebagai alamat MAC) yang di kenali oleh jaringan lokal. Tabel ARP atau di
kenal juga dengan sebutan ARP Cache di gunakan untuk memelihara korelasi antara
alamat MAC dengan alamat IP.
10.
router #show history
Perintah “router #show history” di gunakan
untuk menampilkan riwayat perintah yang telah di eksekusi sebelumnya, perintah
ini akan sangat berguna jika Anda hendak mengulangi perintah serupa tanpa
mengetik ulang perintahnya.
11. router#show
interfaces
Perintah “router#show interfaces” di gunakan
untuk menampilkan statistik dari semua interface yang tersedia, perintah “router#show
interfaces” akan menampilkan informasi yang mencakup interface, status
interface (baik fisik maupun data link), dan IP address. Perintah “router#show
interfaces” juga mencakup informasi tambahan termasuk subnet mask IP interface,
pengaturan bandwidth, pengaturan delay, konfigurasi antrian, informasi protokol
data link (dalam hal ini tipe duplex, ARP), dan sejumlah counter yang
berbeda yang dapat di gunakan untuk memantau interface.
12. router#show
host
Perintah “router#show host” di gunakan untuk menampilkan
cache dari host yang tersedia.
13. router#show
flash
Perintah “router#show flash” di gunakan untuk
menampilkan informasi mengenai memori Flash yang terdapat pada perangkat router
Cisco. Informasi yang di tampilkan termasuk file yang ada di dalamnya, ruang
kosong, ruang yang di gunakan, total ruang (kapasitas) yang tersedia hingga
ukuran ‘processor board System Flash’.
14. router#show
protocols
Perintah “router#show protocols” menunjukkan
status protokol layer ketiga pada perangkat yang telah di konfigurasi. Layer
ketiga yang di maksud adalah bagian dari model OSI layer, layer ketiga adalah network
layer, fungsi network layer salah satunya adalah menyediakan
sarana fungsional dan prosedural untuk mentransfer data ke node lain yang
terhubung dalam jaringan yang berbeda, router adalah salah satu perangkat yang
bekerja di layer ketiga ini.
15.
router#show ip interface
Perintah “router#show ip interface” di gunakan
untuk menampilkan informasi mengenai pengaturan IP interface secara lengkap,
termasuk alamat IP dan informasi mask, access list configuration (ACL),
jenis switching yang digunakan (bagaimana lalu lintas IP di proses oleh
perangkat), pengaturan kompresi, dan lain sebagainya.
16.
router#show ip interface brief
Perintah “router#show ip interface brief” di
gunakan untuk menampilkan output dari status IP address suatu interface secara
ringkas. Informasi penting yang akan di tampilkan meliputi interface, IP
address dari interface tersebut, status (secara fisik) dan status protokol
(data link).
17.
router#show ip protocol
Perintah “router#show ip protocol” di gunakan
saat protokol routing dinamis di jalankan pada perangkat. Output dari perintah
ini dapat digunakan untuk memverifikasi konfigurasi protokol routing sedang di
proses seperti yang di harapkan. Output yang tepat dari perintah ini bergantung
pada dynamic routing protocol yang di konfigurasi.
18.
router#show ip route
Perintah “router#show ip route” di gunakan
untuk menampilkan konten tabel routing IP saat ini. Output dari perintah
“router#show ip route” bisa sangat lama ketika beberapa jaringan di kelola oleh
satu perangkat.
19.
router#show logging
Perintah “router#show logging” di gunakan untuk
verifikasi beberapa hal yang di anggap tidak sesuai. Perintah “router#show
logging” dapat mengakses log dan menampilkannya. Dengan begitu Anda dapat
mem-verifikasi apabila terdapat beberapa hal yang di anggap tidak sesuai
(biasanya antara konfigurasi yang di terapkan dengan hasil yang di harapkan
yang tidak sesuai).
20. router#show
clock
Perintah “router#show clock” di gunakan untuk
menampilkan jam dari sistem saat ini, ingat bahwa router Cisco menggunakan
sistem operasi tersendiri sehingga jam pada sistem Cisco dengan jam pada sistem
Host mungkin berbeda, mencocokkan jam pada keduanya berguna untuk singkronisasi
log sehingga memudahkan verifikasi.
21.
router#ping
Perintah “router#ping” di gunakan untuk
memverifikasi ketergapaian (reachability) host tujuan dengan mengirim
lima paket ICMP (Internet Control Message Protocol) ke host tujuan, dan host
tujuan akan mengembalikan atau menjawab kiriman tersebut dengan paket yang
serupa.
22. router#traceroute
Perintah “router#traceroute” di gunakan untuk
memverifikasi operasi jaringan dengan mengirimkan paket sesuai jalur yang telah
di tentukan dari jalur sumber ke jalur tujuan yang memanfaatkan fungsi TTL
(Time to Live) yang terdapat pada IP header, prinsipnya sama dengan perintah
“router#ping”, apabila host tujuan tidak merespon (paket tidak sampai ke
tujuan) maka pesan “unreachable” (tak tergapai).
23.
router#show version
Perintah “router#show version” di gunakan untuk
menampilkan versi Cisco IOS (Internet Operating System) yang di gunakan.
24. router#configure
terminal
Jika Anda perhatikan, perintah di atas hanya
untuk melihat atau menampilkan informasi tertentu (beberapa ada yang di gunakan
untuk meng-copy), untuk dapat mengkonfigurasi router misalnya mengubah
running-configuration Anda harus masuk ke Global Configuration Mode, lihat
kembali perintah “router#copy running-config startup-config” pada poin ke 5 dan
perintah “router#copy running-config tftp” ke 7, di sana hanya menjelaskan
mengenai perintah untuk menyimpan running-config ke startup-config atau tftp,
cara mengkonfigurasi running-config itu sendiri belum di paparkan.
Untuk dapat melakukan konfigurasi, Anda harus
mengeksekusi perintah “router#configure terminal” untuk masuk ke Global Configuration
Mode, indikator pada nama host nantinya akan berubah menjadi “router(config)#”
yang artinya Anda telah masuk ke Global Configuration Mode.
25. router(config)#hostname
Perintah “router(config)#hostname” di gunakan
untuk mengganti nama host, secara default host bernama “router”, untuk
menggantinya dengan nama lain misalnya “dosenit”, cukup ketikkan perintah
“router(config)#hostname dosenit” dan indikator pada CLI akan berubah menjadi
“dosenit(config)#”.
26. router(config)#banner
motd
Perintah “router(config)#banner motd” di
gunakan untuk menambahkan MotD (Message of the Day) sebagai banner, pesan
tersebut nantinya akan tampil pada antarmuka pengguna yang mengakses antarmuka
router, pesan dapat di tambahkan dengan perintah “router(config)#banner motd
# isi pesan #”.
27. router(config)#no
banner motd
Perintah “router(config)#no banner motd” di
gunakan untuk menghapus pesan (MotD, Message of the Day) dari banner.
28. router(config)#do
Ingat, bahwa saat ini Anda berada pada Global
Configuration Mode, Anda tidak dapat mengeksekusi perintah yang ada pada
Privilege Mode atau EXEC Level Mode, misalnya “router#show running-config”
tidak dapat Anda akses dengan perintah “router(config)#show
running-config”, namun Anda tetap dapat menjalankan perintah Privilege
Mode/EXEC Level Mode (misalnya “show running-config” di atas) walaupun
Anda berada pada Global Configuration Mode dengan “router(config)#do”,
misalnya “router(config)#do show running-config”.
29. router(config)#enable password
Perintah “router(config)#enable password” di
gunakan untuk mengaktifkan fitur password.
30. router(config)#line console
Perintah “router(config)#line console” di
gunakan untuk masuk ke Line Console Mode, dengan masuk ke Line Console Mode
Anda dapat mengakses berbagai pengaturan yang tidak tersedia pada Global
Configuration Mode misalnya menetapkan exec-timeout (akan kita bahas kemudian)
dan lain sebagainya, indikator pada Line Console Mode akan berubah menjadi
“router(config-line)#”.
31. router(config-line)#password
admin
Perintah “router(config-line)#password admin”
di gunakan untuk menetapkan password untuk login dengan password “admin”, Anda
dapat mengganti password dengan teks lain yang Anda kehendaki.
32. router(config-line)#login
Perintah “router(config-line)#login” di gunakan
untuk mengaktifkan fitur login, saat pengguna masuk ke mode konfigurasi (dengan
hak akses lebih tinggi) maka pengguna di haruskan memasukkan password terlebih
dahulu.
33. router(config-line)#exec-timeout
1 30
Perintah “router(config-line)#exec-timeout 1
30” di gunakan untuk mengatur fitur auto log off (apabila fitur login di
aktifkan), nilai “1” pada perintah tersebut merupakan nilai “menit” sedangkan
nilai “30” merupakan nilai “detik”, artinya pengguna akan secara otomatis log
off apabila tidak ada aktifitas selama 1 menit 30 detik, untuk mengatur agar
pengguna tidak log off otomatis, maka perintah yang di jalankan adalah
“router(config-line)#exec-timeout 0 0”.
ads
Cisco memproduksi berbagai perangkat keras,
perangkat lunak, hingga sistem operasi sendiri untuk produk yang di
tawarkannya, salah satunya adalah Cisco Router dengan sistem operasi Cisco IOS
(Internet Operating system), dalam artikel kali ini kita akan membahas
perintah dasar cisco khususnya pada perangkat Cisco Router dengan sistem
operasi Cisco IOS atau Anda dapat mempraktikannya menggunakan emulator jaringan
yang powerfull bernama Cisco Packet Tracer.
1.
router>enable
Secara default, CLI (Command Line Interface)
akan masuk ke mode user, tandanya adalah simbol “>” yang ada
di bagian depan nama host (dalam hal ini “router”),
pada mode user Anda tidak dapat mengkonfigurasi apapun, oleh
karena itu Anda perlu beralih ke mode privileged (juga di
kenal sebagai EXEC-level mode) dengan perintah “router>enable”
kemudian tekan Enter, apabila perintah berhasil tereksekusi, maka simbol di
depan nama host akan berubah menjadi “#” (misalnya
“router#”).
2. router#show
?
Perintah “router#show ?” di gunakan untuk
melihat daftar perintah yang tersedia untuk di eksekusi.
3. router#show
running-config
Perintah “router#show running-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang sedang di jalankan pada RAM.
4.
router#show startup-config
Perintah “router#show startup-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang di jalankan saat startup,
file konfigurasi tersebut di simpan pada NVRAM (Non Volatile Random Access
Memory), berbeda dengan SRAM (Static Random Access Memory) atau DRAM (Dynamic
Random Access Memory). Penyimpanan data yang dilakukan saat daya listrik
mengalir, NVRAM tetap menyimpan file konfigurasi sekalipun perangkat router di
matikan.
Perlu di ingat bahwa NVRAM tidak sama dengan
Flash SIMM (Single In-line Memory Module). Perbedaan antara NVRAM sama dengan
Flash SIMM seperti perbedaan RAM dan hardisk drive (walaupun pada kenyataannya
RAM dengan NVRAM juga berbeda), Flash SIMM sendiri lebih mirip hard disk drive
yang menyimpan file sistem operasi Cisco IOS dan file lain yang di perlukan.
5. router#copy
running-config startup-config
Perintah “router#copy running-config
startup-config” di gunakan untuk menyimpan pengaturan yang sedang berjalan
(running connfiguration) pada RAM ke NVRAM sehingga dapat di terapkan pada saat
router di nyalakan (start-up).
6.
router#erase startup-config
Perintah “router#erase startup-config” di
gunakan untuk menghapus file konfigurasi yang di simpan pada NVRAM (Non
Volatile Random Access Memory)
7. router#copy
running-config tftp
Selain menyimpan running-config ke startup-config,
Anda juga dapat meyimpan running-config ke TFTP Server secara remote (jarak
jauh), caranya cukup dengan mengeksekusi perintah “router#copy running-config
tftp”.
8. router#show
users
Perintah “router#show users” di gunakan untuk
menampilkan pengguna yang sedang terhubung ke jaringan (router) yang
bersangkutan.
9.
router #show arp
Perintah “router #show arp” di gunakan untuk
menampilkan tabel ARP, ARP atau Address Resolution Protocol merupakan sebuah
protokol yang memetakan fungsi IP address ke alamat fisik mesin (di kenal
juga sebagai alamat MAC) yang di kenali oleh jaringan lokal. Tabel ARP atau di
kenal juga dengan sebutan ARP Cache di gunakan untuk memelihara korelasi antara
alamat MAC dengan alamat IP.
10.
router #show history
Perintah “router #show history” di gunakan
untuk menampilkan riwayat perintah yang telah di eksekusi sebelumnya, perintah
ini akan sangat berguna jika Anda hendak mengulangi perintah serupa tanpa mengetik
ulang perintahnya.
11. router#show
interfaces
Perintah “router#show interfaces” di gunakan
untuk menampilkan statistik dari semua interface yang tersedia, perintah
“router#show interfaces” akan menampilkan informasi yang mencakup interface,
status interface (baik fisik maupun data link), dan IP address. Perintah
“router#show interfaces” juga mencakup informasi tambahan termasuk subnet mask
IP interface, pengaturan bandwidth, pengaturan delay, konfigurasi antrian,
informasi protokol data link (dalam hal ini tipe duplex, ARP), dan sejumlah
counter yang berbeda yang dapat di gunakan untuk memantau interface.
12. router#show
host
Perintah “router#show host” di gunakan untuk
menampilkan cache dari host yang tersedia.
13. router#show
flash
Perintah “router#show flash” di gunakan untuk
menampilkan informasi mengenai memori Flash yang terdapat pada perangkat router
Cisco. Informasi yang di tampilkan termasuk file yang ada di dalamnya, ruang
kosong, ruang yang di gunakan, total ruang (kapasitas) yang tersedia hingga
ukuran ‘processor board System Flash’.
14. router#show
protocols
Perintah “router#show protocols” menunjukkan
status protokol layer ketiga pada perangkat yang telah di konfigurasi. Layer
ketiga yang di maksud adalah bagian dari model OSI layer, layer ketiga adalah network
layer, fungsi network layer salah satunya adalah menyediakan
sarana fungsional dan prosedural untuk mentransfer data ke node lain yang
terhubung dalam jaringan yang berbeda, router adalah salah satu perangkat yang
bekerja di layer ketiga ini.
15.
router#show ip interface
Perintah “router#show ip interface” di gunakan
untuk menampilkan informasi mengenai pengaturan IP interface secara lengkap,
termasuk alamat IP dan informasi mask, access list configuration (ACL),
jenis switching yang digunakan (bagaimana lalu lintas IP di proses oleh
perangkat), pengaturan kompresi, dan lain sebagainya.
16.
router#show ip interface brief
Perintah “router#show ip interface brief” di
gunakan untuk menampilkan output dari status IP address suatu interface secara
ringkas. Informasi penting yang akan di tampilkan meliputi interface, IP
address dari interface tersebut, status (secara fisik) dan status protokol
(data link).
17.
router#show ip protocol
Perintah “router#show ip protocol” di gunakan
saat protokol routing dinamis di jalankan pada perangkat. Output dari perintah
ini dapat digunakan untuk memverifikasi konfigurasi protokol routing sedang di
proses seperti yang di harapkan. Output yang tepat dari perintah ini bergantung
pada dynamic routing protocol yang di konfigurasi.
18.
router#show ip route
Perintah “router#show ip route” di gunakan
untuk menampilkan konten tabel routing IP saat ini. Output dari perintah
“router#show ip route” bisa sangat lama ketika beberapa jaringan di kelola oleh
satu perangkat.
19.
router#show logging
Perintah “router#show logging” di gunakan untuk
verifikasi beberapa hal yang di anggap tidak sesuai. Perintah “router#show
logging” dapat mengakses log dan menampilkannya. Dengan begitu Anda dapat
mem-verifikasi apabila terdapat beberapa hal yang di anggap tidak sesuai
(biasanya antara konfigurasi yang di terapkan dengan hasil yang di harapkan
yang tidak sesuai).
20. router#show
clock
Perintah “router#show clock” di gunakan untuk
menampilkan jam dari sistem saat ini, ingat bahwa router Cisco menggunakan
sistem operasi tersendiri sehingga jam pada sistem Cisco dengan jam pada sistem
Host mungkin berbeda, mencocokkan jam pada keduanya berguna untuk singkronisasi
log sehingga memudahkan verifikasi.
21.
router#ping
Perintah “router#ping” di gunakan untuk
memverifikasi ketergapaian (reachability) host tujuan dengan mengirim
lima paket ICMP (Internet Control Message Protocol) ke host tujuan, dan host
tujuan akan mengembalikan atau menjawab kiriman tersebut dengan paket yang
serupa.
22.
router#traceroute
Perintah “router#traceroute” di gunakan untuk
memverifikasi operasi jaringan dengan mengirimkan paket sesuai jalur yang telah
di tentukan dari jalur sumber ke jalur tujuan yang memanfaatkan fungsi TTL
(Time to Live) yang terdapat pada IP header, prinsipnya sama dengan perintah
“router#ping”, apabila host tujuan tidak merespon (paket tidak sampai ke
tujuan) maka pesan “unreachable” (tak tergapai).
23.
router#show version
Perintah “router#show version” di gunakan untuk
menampilkan versi Cisco IOS (Internet Operating System) yang di gunakan.
24. router#configure
terminal
Jika Anda perhatikan, perintah di atas hanya
untuk melihat atau menampilkan informasi tertentu (beberapa ada yang di gunakan
untuk meng-copy), untuk dapat mengkonfigurasi router misalnya mengubah
running-configuration Anda harus masuk ke Global Configuration Mode, lihat
kembali perintah “router#copy running-config startup-config” pada poin ke 5 dan
perintah “router#copy running-config tftp” ke 7, di sana hanya menjelaskan
mengenai perintah untuk menyimpan running-config ke startup-config atau tftp,
cara mengkonfigurasi running-config itu sendiri belum di paparkan.
Untuk dapat melakukan konfigurasi, Anda harus
mengeksekusi perintah “router#configure terminal” untuk masuk ke Global
Configuration Mode, indikator pada nama host nantinya akan berubah menjadi
“router(config)#” yang artinya Anda telah masuk ke Global Configuration Mode.
25. router(config)#hostname
Perintah “router(config)#hostname” di gunakan
untuk mengganti nama host, secara default host bernama “router”, untuk
menggantinya dengan nama lain misalnya “dosenit”, cukup ketikkan perintah
“router(config)#hostname dosenit” dan indikator pada CLI akan berubah menjadi
“dosenit(config)#”.
26. router(config)#banner
motd
Perintah “router(config)#banner motd” di
gunakan untuk menambahkan MotD (Message of the Day) sebagai banner, pesan
tersebut nantinya akan tampil pada antarmuka pengguna yang mengakses antarmuka
router, pesan dapat di tambahkan dengan perintah “router(config)#banner motd
# isi pesan #”.
27. router(config)#no
banner motd
Perintah “router(config)#no banner motd” di
gunakan untuk menghapus pesan (MotD, Message of the Day) dari banner.
28. router(config)#do
Ingat, bahwa saat ini Anda berada pada Global
Configuration Mode, Anda tidak dapat mengeksekusi perintah yang ada pada
Privilege Mode atau EXEC Level Mode, misalnya “router#show running-config”
tidak dapat Anda akses dengan perintah “router(config)#show
running-config”, namun Anda tetap dapat menjalankan perintah Privilege
Mode/EXEC Level Mode (misalnya “show running-config” di atas) walaupun
Anda berada pada Global Configuration Mode dengan “router(config)#do”,
misalnya “router(config)#do show running-config”.
29. router(config)#enable password
Perintah “router(config)#enable password” di
gunakan untuk mengaktifkan fitur password.
30. router(config)#line console
Perintah “router(config)#line console” di
gunakan untuk masuk ke Line Console Mode, dengan masuk ke Line Console Mode
Anda dapat mengakses berbagai pengaturan yang tidak tersedia pada Global
Configuration Mode misalnya menetapkan exec-timeout (akan kita bahas kemudian)
dan lain sebagainya, indikator pada Line Console Mode akan berubah menjadi
“router(config-line)#”.
31. router(config-line)#password
admin
Perintah “router(config-line)#password admin”
di gunakan untuk menetapkan password untuk login dengan password “admin”, Anda
dapat mengganti password dengan teks lain yang Anda kehendaki.
32. router(config-line)#login
Perintah “router(config-line)#login” di gunakan
untuk mengaktifkan fitur login, saat pengguna masuk ke mode konfigurasi (dengan
hak akses lebih tinggi) maka pengguna di haruskan memasukkan password terlebih
dahulu.
33. router(config-line)#exec-timeout
1 30
Perintah “router(config-line)#exec-timeout 1
30” di gunakan untuk mengatur fitur auto log off (apabila fitur login di
aktifkan), nilai “1” pada perintah tersebut merupakan nilai “menit” sedangkan
nilai “30” merupakan nilai “detik”, artinya pengguna akan secara otomatis log
off apabila tidak ada aktifitas selama 1 menit 30 detik, untuk mengatur agar
pengguna tidak log off otomatis, maka perintah yang di jalankan adalah
“router(config-line)#exec-timeout 0 0”.
ads
Cisco memproduksi berbagai perangkat keras,
perangkat lunak, hingga sistem operasi sendiri untuk produk yang di
tawarkannya, salah satunya adalah Cisco Router dengan sistem operasi Cisco IOS
(Internet Operating system), dalam artikel kali ini kita akan membahas
perintah dasar cisco khususnya pada perangkat Cisco Router dengan sistem
operasi Cisco IOS atau Anda dapat mempraktikannya menggunakan emulator jaringan
yang powerfull bernama Cisco Packet Tracer.
1.
router>enable
Secara default, CLI (Command Line Interface)
akan masuk ke mode user, tandanya adalah simbol “>” yang ada
di bagian depan nama host (dalam hal ini “router”),
pada mode user Anda tidak dapat mengkonfigurasi apapun, oleh
karena itu Anda perlu beralih ke mode privileged (juga di
kenal sebagai EXEC-level mode) dengan perintah “router>enable”
kemudian tekan Enter, apabila perintah berhasil tereksekusi, maka simbol di
depan nama host akan berubah menjadi “#” (misalnya
“router#”).
2. router#show
?
Perintah “router#show ?” di gunakan untuk melihat
daftar perintah yang tersedia untuk di eksekusi.
3. router#show
running-config
Perintah “router#show running-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang sedang di jalankan pada RAM.
4.
router#show startup-config
Perintah “router#show startup-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang di jalankan saat startup,
file konfigurasi tersebut di simpan pada NVRAM (Non Volatile Random Access
Memory), berbeda dengan SRAM (Static Random Access Memory) atau DRAM (Dynamic
Random Access Memory). Penyimpanan data yang dilakukan saat daya listrik
mengalir, NVRAM tetap menyimpan file konfigurasi sekalipun perangkat router di
matikan.
Perlu di ingat bahwa NVRAM tidak sama dengan
Flash SIMM (Single In-line Memory Module). Perbedaan antara NVRAM sama dengan
Flash SIMM seperti perbedaan RAM dan hardisk drive (walaupun pada kenyataannya
RAM dengan NVRAM juga berbeda), Flash SIMM sendiri lebih mirip hard disk drive
yang menyimpan file sistem operasi Cisco IOS dan file lain yang di perlukan.
5. router#copy
running-config startup-config
Perintah “router#copy running-config
startup-config” di gunakan untuk menyimpan pengaturan yang sedang berjalan
(running connfiguration) pada RAM ke NVRAM sehingga dapat di terapkan pada saat
router di nyalakan (start-up).
6.
router#erase startup-config
Perintah “router#erase startup-config” di
gunakan untuk menghapus file konfigurasi yang di simpan pada NVRAM (Non
Volatile Random Access Memory)
7. router#copy
running-config tftp
Selain menyimpan running-config ke
startup-config, Anda juga dapat meyimpan running-config ke TFTP Server secara
remote (jarak jauh), caranya cukup dengan mengeksekusi perintah “router#copy
running-config tftp”.
8. router#show
users
Perintah “router#show users” di gunakan untuk
menampilkan pengguna yang sedang terhubung ke jaringan (router) yang
bersangkutan.
9.
router #show arp
Perintah “router #show arp” di gunakan untuk
menampilkan tabel ARP, ARP atau Address Resolution Protocol merupakan sebuah
protokol yang memetakan fungsi IP address ke alamat fisik mesin (di kenal
juga sebagai alamat MAC) yang di kenali oleh jaringan lokal. Tabel ARP atau di
kenal juga dengan sebutan ARP Cache di gunakan untuk memelihara korelasi antara
alamat MAC dengan alamat IP.
10.
router #show history
Perintah “router #show history” di gunakan
untuk menampilkan riwayat perintah yang telah di eksekusi sebelumnya, perintah
ini akan sangat berguna jika Anda hendak mengulangi perintah serupa tanpa
mengetik ulang perintahnya.
11. router#show
interfaces
Perintah “router#show interfaces” di gunakan
untuk menampilkan statistik dari semua interface yang tersedia, perintah “router#show
interfaces” akan menampilkan informasi yang mencakup interface, status
interface (baik fisik maupun data link), dan IP address. Perintah “router#show
interfaces” juga mencakup informasi tambahan termasuk subnet mask IP interface,
pengaturan bandwidth, pengaturan delay, konfigurasi antrian, informasi protokol
data link (dalam hal ini tipe duplex, ARP), dan sejumlah counter yang
berbeda yang dapat di gunakan untuk memantau interface.
12. router#show
host
Perintah “router#show host” di gunakan untuk menampilkan
cache dari host yang tersedia.
13. router#show
flash
Perintah “router#show flash” di gunakan untuk
menampilkan informasi mengenai memori Flash yang terdapat pada perangkat router
Cisco. Informasi yang di tampilkan termasuk file yang ada di dalamnya, ruang
kosong, ruang yang di gunakan, total ruang (kapasitas) yang tersedia hingga
ukuran ‘processor board System Flash’.
14. router#show
protocols
Perintah “router#show protocols” menunjukkan
status protokol layer ketiga pada perangkat yang telah di konfigurasi. Layer
ketiga yang di maksud adalah bagian dari model OSI layer, layer ketiga adalah network
layer, fungsi network layer salah satunya adalah menyediakan
sarana fungsional dan prosedural untuk mentransfer data ke node lain yang
terhubung dalam jaringan yang berbeda, router adalah salah satu perangkat yang
bekerja di layer ketiga ini.
15.
router#show ip interface
Perintah “router#show ip interface” di gunakan
untuk menampilkan informasi mengenai pengaturan IP interface secara lengkap,
termasuk alamat IP dan informasi mask, access list configuration (ACL),
jenis switching yang digunakan (bagaimana lalu lintas IP di proses oleh
perangkat), pengaturan kompresi, dan lain sebagainya.
16.
router#show ip interface brief
Perintah “router#show ip interface brief” di
gunakan untuk menampilkan output dari status IP address suatu interface secara
ringkas. Informasi penting yang akan di tampilkan meliputi interface, IP
address dari interface tersebut, status (secara fisik) dan status protokol
(data link).
17.
router#show ip protocol
Perintah “router#show ip protocol” di gunakan
saat protokol routing dinamis di jalankan pada perangkat. Output dari perintah
ini dapat digunakan untuk memverifikasi konfigurasi protokol routing sedang di
proses seperti yang di harapkan. Output yang tepat dari perintah ini bergantung
pada dynamic routing protocol yang di konfigurasi.
18.
router#show ip route
Perintah “router#show ip route” di gunakan
untuk menampilkan konten tabel routing IP saat ini. Output dari perintah
“router#show ip route” bisa sangat lama ketika beberapa jaringan di kelola oleh
satu perangkat.
19.
router#show logging
Perintah “router#show logging” di gunakan untuk
verifikasi beberapa hal yang di anggap tidak sesuai. Perintah “router#show
logging” dapat mengakses log dan menampilkannya. Dengan begitu Anda dapat
mem-verifikasi apabila terdapat beberapa hal yang di anggap tidak sesuai
(biasanya antara konfigurasi yang di terapkan dengan hasil yang di harapkan
yang tidak sesuai).
20. router#show
clock
Perintah “router#show clock” di gunakan untuk
menampilkan jam dari sistem saat ini, ingat bahwa router Cisco menggunakan
sistem operasi tersendiri sehingga jam pada sistem Cisco dengan jam pada sistem
Host mungkin berbeda, mencocokkan jam pada keduanya berguna untuk singkronisasi
log sehingga memudahkan verifikasi.
21.
router#ping
Perintah “router#ping” di gunakan untuk
memverifikasi ketergapaian (reachability) host tujuan dengan mengirim
lima paket ICMP (Internet Control Message Protocol) ke host tujuan, dan host
tujuan akan mengembalikan atau menjawab kiriman tersebut dengan paket yang serupa.
22.
router#traceroute
Perintah “router#traceroute” di gunakan untuk
memverifikasi operasi jaringan dengan mengirimkan paket sesuai jalur yang telah
di tentukan dari jalur sumber ke jalur tujuan yang memanfaatkan fungsi TTL
(Time to Live) yang terdapat pada IP header, prinsipnya sama dengan perintah
“router#ping”, apabila host tujuan tidak merespon (paket tidak sampai ke
tujuan) maka pesan “unreachable” (tak tergapai).
23.
router#show version
Perintah “router#show version” di gunakan untuk
menampilkan versi Cisco IOS (Internet Operating System) yang di gunakan.
24. router#configure
terminal
Jika Anda perhatikan, perintah di atas hanya
untuk melihat atau menampilkan informasi tertentu (beberapa ada yang di gunakan
untuk meng-copy), untuk dapat mengkonfigurasi router misalnya mengubah
running-configuration Anda harus masuk ke Global Configuration Mode, lihat
kembali perintah “router#copy running-config startup-config” pada poin ke 5 dan
perintah “router#copy running-config tftp” ke 7, di sana hanya menjelaskan
mengenai perintah untuk menyimpan running-config ke startup-config atau tftp,
cara mengkonfigurasi running-config itu sendiri belum di paparkan.
Untuk dapat melakukan konfigurasi, Anda harus
mengeksekusi perintah “router#configure terminal” untuk masuk ke Global
Configuration Mode, indikator pada nama host nantinya akan berubah menjadi
“router(config)#” yang artinya Anda telah masuk ke Global Configuration
Mode.
25. router(config)#hostname
Perintah “router(config)#hostname” di gunakan
untuk mengganti nama host, secara default host bernama “router”, untuk
menggantinya dengan nama lain misalnya “dosenit”, cukup ketikkan perintah
“router(config)#hostname dosenit” dan indikator pada CLI akan berubah menjadi
“dosenit(config)#”.
26. router(config)#banner
motd
Perintah “router(config)#banner motd” di
gunakan untuk menambahkan MotD (Message of the Day) sebagai banner, pesan
tersebut nantinya akan tampil pada antarmuka pengguna yang mengakses antarmuka
router, pesan dapat di tambahkan dengan perintah “router(config)#banner motd
# isi pesan #”.
27. router(config)#no
banner motd
Perintah “router(config)#no banner motd” di
gunakan untuk menghapus pesan (MotD, Message of the Day) dari banner.
28. router(config)#do
Ingat, bahwa saat ini Anda berada pada Global
Configuration Mode, Anda tidak dapat mengeksekusi perintah yang ada pada
Privilege Mode atau EXEC Level Mode, misalnya “router#show running-config”
tidak dapat Anda akses dengan perintah “router(config)#show
running-config”, namun Anda tetap dapat menjalankan perintah Privilege
Mode/EXEC Level Mode (misalnya “show running-config” di atas) walaupun
Anda berada pada Global Configuration Mode dengan “router(config)#do”,
misalnya “router(config)#do show running-config”.
29. router(config)#enable password
Perintah “router(config)#enable password” di
gunakan untuk mengaktifkan fitur password.
30. router(config)#line console
Perintah “router(config)#line console” di
gunakan untuk masuk ke Line Console Mode, dengan masuk ke Line Console Mode
Anda dapat mengakses berbagai pengaturan yang tidak tersedia pada Global
Configuration Mode misalnya menetapkan exec-timeout (akan kita bahas kemudian)
dan lain sebagainya, indikator pada Line Console Mode akan berubah menjadi
“router(config-line)#”.
31. router(config-line)#password admin
Perintah “router(config-line)#password admin”
di gunakan untuk menetapkan password untuk login dengan password “admin”, Anda
dapat mengganti password dengan teks lain yang Anda kehendaki.
32. router(config-line)#login
Perintah “router(config-line)#login” di gunakan
untuk mengaktifkan fitur login, saat pengguna masuk ke mode konfigurasi (dengan
hak akses lebih tinggi) maka pengguna di haruskan memasukkan password terlebih
dahulu.
33. router(config-line)#exec-timeout
1 30
Perintah “router(config-line)#exec-timeout 1
30” di gunakan untuk mengatur fitur auto log off (apabila fitur login di
aktifkan), nilai “1” pada perintah tersebut merupakan nilai “menit” sedangkan
nilai “30” merupakan nilai “detik”, artinya pengguna akan secara otomatis log
off apabila tidak ada aktifitas selama 1 menit 30 detik, untuk mengatur agar
pengguna tidak log off otomatis, maka perintah yang di jalankan adalah
“router(config-line)#exec-timeout 0 0”.
Baca Juga : Laporan Prakerin : Merakit Pc
1.
router>enable
Secara default, CLI (Command Line Interface)
akan masuk ke mode user, tandanya adalah simbol “>” yang ada
di bagian depan nama host (dalam hal ini “router”),
pada mode user Anda tidak dapat mengkonfigurasi apapun, oleh
karena itu Anda perlu beralih ke mode privileged (juga di
kenal sebagai EXEC-level mode) dengan perintah “router>enable” kemudian
tekan Enter, apabila perintah berhasil tereksekusi, maka simbol di depan
nama host akan berubah menjadi “#” (misalnya “router#”).
2. router#show
?
Perintah “router#show ?” di gunakan untuk
melihat daftar perintah yang tersedia untuk di eksekusi.
3. router#show
running-config
Perintah “router#show running-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang sedang di jalankan pada RAM.
4.
router#show startup-config
Perintah “router#show startup-config” di
gunakan untuk menampilkan file konfigurasi yang di jalankan saat startup,
file konfigurasi tersebut di simpan pada NVRAM (Non Volatile Random Access
Memory), berbeda dengan SRAM (Static Random Access Memory) atau DRAM (Dynamic
Random Access Memory). Penyimpanan data yang dilakukan saat daya listrik
mengalir, NVRAM tetap menyimpan file konfigurasi sekalipun perangkat router di
matikan.
Perlu di ingat bahwa NVRAM tidak sama dengan
Flash SIMM (Single In-line Memory Module). Perbedaan antara NVRAM sama dengan
Flash SIMM seperti perbedaan RAM dan hardisk drive (walaupun pada kenyataannya
RAM dengan NVRAM juga berbeda), Flash SIMM sendiri lebih mirip hard disk drive
yang menyimpan file sistem operasi Cisco IOS dan file lain yang di perlukan.
5. router#copy
running-config startup-config
Perintah “router#copy running-config
startup-config” di gunakan untuk menyimpan pengaturan yang sedang berjalan
(running connfiguration) pada RAM ke NVRAM sehingga dapat di terapkan pada saat
router di nyalakan (start-up).
6.
router#erase startup-config
Perintah “router#erase startup-config” di
gunakan untuk menghapus file konfigurasi yang di simpan pada NVRAM (Non
Volatile Random Access Memory)
7. router#copy
running-config tftp
Selain menyimpan running-config ke
startup-config, Anda juga dapat meyimpan running-config ke TFTP Server secara
remote (jarak jauh), caranya cukup dengan mengeksekusi perintah “router#copy
running-config tftp”.
8. router#show
users
Perintah “router#show users” di gunakan untuk
menampilkan pengguna yang sedang terhubung ke jaringan (router) yang
bersangkutan.
9.
router #show arp
Perintah “router #show arp” di gunakan untuk
menampilkan tabel ARP, ARP atau Address Resolution Protocol merupakan sebuah
protokol yang memetakan fungsi IP address ke alamat fisik mesin (di kenal
juga sebagai alamat MAC) yang di kenali oleh jaringan lokal. Tabel ARP atau di
kenal juga dengan sebutan ARP Cache di gunakan untuk memelihara korelasi antara
alamat MAC dengan alamat IP.
10.
router #show history
Perintah “router #show history” di gunakan
untuk menampilkan riwayat perintah yang telah di eksekusi sebelumnya, perintah
ini akan sangat berguna jika Anda hendak mengulangi perintah serupa tanpa
mengetik ulang perintahnya.
11. router#show
interfaces
Perintah “router#show interfaces” di gunakan
untuk menampilkan statistik dari semua interface yang tersedia, perintah
“router#show interfaces” akan menampilkan informasi yang mencakup interface,
status interface (baik fisik maupun data link), dan IP address. Perintah
“router#show interfaces” juga mencakup informasi tambahan termasuk subnet mask
IP interface, pengaturan bandwidth, pengaturan delay, konfigurasi antrian,
informasi protokol data link (dalam hal ini tipe duplex, ARP), dan sejumlah
counter yang berbeda yang dapat di gunakan untuk memantau interface.
12. router#show
host
Perintah “router#show host” di gunakan untuk
menampilkan cache dari host yang tersedia.
13. router#show
flash
Perintah “router#show flash” di gunakan untuk
menampilkan informasi mengenai memori Flash yang terdapat pada perangkat router
Cisco. Informasi yang di tampilkan termasuk file yang ada di dalamnya, ruang
kosong, ruang yang di gunakan, total ruang (kapasitas) yang tersedia hingga
ukuran ‘processor board System Flash’.
14. router#show
protocols
Perintah “router#show protocols” menunjukkan
status protokol layer ketiga pada perangkat yang telah di konfigurasi. Layer
ketiga yang di maksud adalah bagian dari model OSI layer, layer ketiga adalah network
layer, fungsi network layer salah satunya adalah menyediakan
sarana fungsional dan prosedural untuk mentransfer data ke node lain yang
terhubung dalam jaringan yang berbeda, router adalah salah satu perangkat yang
bekerja di layer ketiga ini.
15.
router#show ip interface
Perintah “router#show ip interface” di gunakan
untuk menampilkan informasi mengenai pengaturan IP interface secara lengkap,
termasuk alamat IP dan informasi mask, access list configuration (ACL),
jenis switching yang digunakan (bagaimana lalu lintas IP di proses oleh perangkat),
pengaturan kompresi, dan lain sebagainya.
16.
router#show ip interface brief
Perintah “router#show ip interface brief” di
gunakan untuk menampilkan output dari status IP address suatu interface secara
ringkas. Informasi penting yang akan di tampilkan meliputi interface, IP
address dari interface tersebut, status (secara fisik) dan status protokol
(data link).
17.
router#show ip protocol
Perintah “router#show ip protocol” di gunakan
saat protokol routing dinamis di jalankan pada perangkat. Output dari perintah
ini dapat digunakan untuk memverifikasi konfigurasi protokol routing sedang di
proses seperti yang di harapkan. Output yang tepat dari perintah ini bergantung
pada dynamic routing protocol yang di konfigurasi.
18.
router#show ip route
Perintah “router#show ip route” di gunakan
untuk menampilkan konten tabel routing IP saat ini. Output dari perintah
“router#show ip route” bisa sangat lama ketika beberapa jaringan di kelola oleh
satu perangkat.
19.
router#show logging
Perintah “router#show logging” di gunakan untuk
verifikasi beberapa hal yang di anggap tidak sesuai. Perintah “router#show
logging” dapat mengakses log dan menampilkannya. Dengan begitu Anda dapat
mem-verifikasi apabila terdapat beberapa hal yang di anggap tidak sesuai
(biasanya antara konfigurasi yang di terapkan dengan hasil yang di harapkan
yang tidak sesuai).
20. router#show
clock
Perintah “router#show clock” di gunakan untuk
menampilkan jam dari sistem saat ini, ingat bahwa router Cisco menggunakan
sistem operasi tersendiri sehingga jam pada sistem Cisco dengan jam pada sistem
Host mungkin berbeda, mencocokkan jam pada keduanya berguna untuk singkronisasi
log sehingga memudahkan verifikasi.
21.
router#ping
Perintah “router#ping” di gunakan untuk
memverifikasi ketergapaian (reachability) host tujuan dengan mengirim
lima paket ICMP (Internet Control Message Protocol) ke host tujuan, dan host
tujuan akan mengembalikan atau menjawab kiriman tersebut dengan paket yang
serupa.
22.
router#traceroute
Perintah “router#traceroute” di gunakan untuk
memverifikasi operasi jaringan dengan mengirimkan paket sesuai jalur yang telah
di tentukan dari jalur sumber ke jalur tujuan yang memanfaatkan fungsi TTL
(Time to Live) yang terdapat pada IP header, prinsipnya sama dengan perintah
“router#ping”, apabila host tujuan tidak merespon (paket tidak sampai ke
tujuan) maka pesan “unreachable” (tak tergapai).
23.
router#show version
Perintah “router#show version” di gunakan untuk
menampilkan versi Cisco IOS (Internet Operating System) yang di gunakan.
24. router#configure
terminal
Jika Anda perhatikan, perintah di atas hanya
untuk melihat atau menampilkan informasi tertentu (beberapa ada yang di gunakan
untuk meng-copy), untuk dapat mengkonfigurasi router misalnya mengubah
running-configuration Anda harus masuk ke Global Configuration Mode, lihat
kembali perintah “router#copy running-config startup-config” pada poin ke 5 dan
perintah “router#copy running-config tftp” ke 7, di sana hanya menjelaskan
mengenai perintah untuk menyimpan running-config ke startup-config atau tftp,
cara mengkonfigurasi running-config itu sendiri belum di paparkan.
Untuk dapat melakukan konfigurasi, Anda harus
mengeksekusi perintah “router#configure terminal” untuk masuk ke Global
Configuration Mode, indikator pada nama host nantinya akan berubah menjadi
“router(config)#” yang artinya Anda telah masuk ke Global Configuration
Mode.
25. router(config)#hostname
Perintah “router(config)#hostname” di gunakan
untuk mengganti nama host, secara default host bernama “router”, untuk
menggantinya dengan nama lain misalnya “dosenit”, cukup ketikkan perintah
“router(config)#hostname dosenit” dan indikator pada CLI akan berubah menjadi
“dosenit(config)#”.
26. router(config)#banner
motd
Perintah “router(config)#banner motd” di
gunakan untuk menambahkan MotD (Message of the Day) sebagai banner, pesan
tersebut nantinya akan tampil pada antarmuka pengguna yang mengakses antarmuka
router, pesan dapat di tambahkan dengan perintah “router(config)#banner motd
# isi pesan #”.
27. router(config)#no
banner motd
Perintah “router(config)#no banner motd” di
gunakan untuk menghapus pesan (MotD, Message of the Day) dari banner.
28. router(config)#do
Ingat, bahwa saat ini Anda berada pada Global
Configuration Mode, Anda tidak dapat mengeksekusi perintah yang ada pada
Privilege Mode atau EXEC Level Mode, misalnya “router#show running-config”
tidak dapat Anda akses dengan perintah “router(config)#show
running-config”, namun Anda tetap dapat menjalankan perintah Privilege
Mode/EXEC Level Mode (misalnya “show running-config” di atas) walaupun
Anda berada pada Global Configuration Mode dengan “router(config)#do”,
misalnya “router(config)#do show running-config”.
29. router(config)#enable password
Perintah “router(config)#enable password” di
gunakan untuk mengaktifkan fitur password.
30. router(config)#line console
Perintah “router(config)#line console” di
gunakan untuk masuk ke Line Console Mode, dengan masuk ke Line Console Mode
Anda dapat mengakses berbagai pengaturan yang tidak tersedia pada Global
Configuration Mode misalnya menetapkan exec-timeout (akan kita bahas kemudian)
dan lain sebagainya, indikator pada Line Console Mode akan berubah menjadi
“router(config-line)#”.
31. router(config-line)#password
admin
Perintah “router(config-line)#password admin”
di gunakan untuk menetapkan password untuk login dengan password “admin”, Anda
dapat mengganti password dengan teks lain yang Anda kehendaki.
32. router(config-line)#login
Perintah “router(config-line)#login” di gunakan
untuk mengaktifkan fitur login, saat pengguna masuk ke mode konfigurasi (dengan
hak akses lebih tinggi) maka pengguna di haruskan memasukkan password terlebih
dahulu.
33. router(config-line)#exec-timeout
1 30
Perintah “router(config-line)#exec-timeout 1
30” di gunakan untuk mengatur fitur auto log off (apabila fitur login di
aktifkan), nilai “1” pada perintah tersebut merupakan nilai “menit” sedangkan
nilai “30” merupakan nilai “detik”, artinya pengguna akan secara otomatis log
off apabila tidak ada aktifitas selama 1 menit 30 detik, untuk mengatur agar
pengguna tidak log off otomatis, maka perintah yang di jalankan adalah
“router(config-line)#exec-timeout 0 0”.

Post a Comment for "Penjelasan Lengkap tentang Perintah Dasar Teknik Komputer dan Jaringan "
Komentar