Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Ikhlas dan Dahsyatnya Kekuatan yang Menyertainya


Pengertian ikhlas mungkin memang banyak yang sudah paham akan makna dan artinya. Namun faktanya tidak sedikit pula yang salah mengartikannya, hingga akhirnya merugikan diri dan kehidupannya sendiri.

Tidak sedikit orang yang diam saja ketika diperlakukan tidak adil, kemudian ia diam saja dengan alasan ikhas.

Menilik sejarah, ketika bangsa terjajah kurang lebih 3,5 abad lamanya. Alasan utama lamanya bangsa terbebas dari belenggu para penjajah ini, adalah karena banyaknya orang yang salah kaprah dalam mengartikan kata ikhlas. Mereka menganggap iklhas itu menerima begitu saja. Padahal itu bukanlah ikhlas, sikap seperti itu justru sangat merugikan kita, dan dapat menurunkan harga diri kita sebagai manusia. Lantas apakah pengertian ikhlas itu yang sebenarnya?

Pengertian Ikhlas

Pengertian ikhlas bukanlah sikap yang rela dan menerima begitu saja, sebab jika pengertian itu yang kita anggap benar, maka kita justru akan bisa dengan mudah diremehkan dan diinjak-injak orang.

Pengertian ikhlas pada dasarnya adalah sebuah sikap dan perasaan kita, dimana kita menyadari dengan sepenuhnya bahwa semua yang berasal dari Tuhan semesta alam, akan kembali kepada Tuhan semesta alam.

Saat kita menyadari hal itu sepenuhnya, maka disaat itulah kita akan bisa merasakan bagaimana rasanya ikhlas itu. Hingga akhirnya hati kita lapang, tenang, dan damai karenanya.

Pengertian Ikhlas Menurut ulama


Pengertian ikhlas menurut ulama, memiliki berbagai redaksi yang berbeda dalam menggambarkannya. Ada yang berpendapat, ikhlas adalah memurnikan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ada pula yang berpendapat, ikhlas adalah mengesakan Allah dalam beribadah kepadaNya. Ada pula yang berpendapat, ikhlas adalah pembersihan dari pamrih kepada makhluk.

Dilansir dari almanhaj.or.id, pengertian ikhlas menurut ulama diantaranya adalah sebagai berikut:

Al ‘Izz bin Abdis Salam berkata : “Ikhlas ialah, seorang mukallaf melaksanakan ketaatan semata-mata karena Allah. Dia tidak berharap pengagungan dan penghormatan manusia, dan tidak pula berharap manfaat dan menolak bahaya”.

Al Harawi mengatakan : “Ikhlas ialah, membersihkan amal dari setiap noda.” Yang lain berkata : “Seorang yang ikhlas ialah, seorang yang tidak mencari perhatian di hati manusia dalam rangka memperbaiki hatinya di hadapan Allah, dan tidak suka seandainya manusia sampai memperhatikan amalnya, meskipun hanya seberat biji sawi”.

Abu ‘Utsman berkata : “Ikhlas ialah, melupakan pandangan makhluk, dengan selalu melihat kepada Khaliq (Allah)”.

Abu Hudzaifah Al Mar’asyi berkata : “Ikhlas ialah, kesesuaian perbuatan seorang hamba antara lahir dan batin”.

Abu ‘Ali Fudhail bin ‘Iyadh berkata : “Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’. Dan beramal karena manusia adalah syirik. Dan ikhlas ialah, apabila Allah menyelamatkan kamu dari keduanya”

Perbedaan Ikhlas dan Nerima

Ketika bangsa kita dijajah, kemudian rakyat diam saja itulah menerima. Tapi ketika rakyat berjuang untuk bisa terbebas dari belenggu penjajah, itulah ikhlas.

Ilustrasi lainnya seperti ini, sobat bekerja dengan baik di sebuah perusahaan, selalu berangkat kerja, dan tidak pernah menunda-nunda pekerjaan. Tiba-tiba suatu hari, sobat dipecat tanpa alasan yang jelas. Kemudian menerima keputusan itu dengan alasan ikhlas, ketahuilah itu bukan ikhlas tapi menerima.

Perwujudan dari hati yang ikhlas adalah berupaya maksimal, ketika sudah maksimal tapi hasilnya  tidak sesuai yang diharapkan barulah kita menerima setiap keputusan takdir yang telah Allah tentukan tersebut.

Pentingnya Manusia Memiliki Rasa Ikhlas


Tanpa rasa ikhlas, hidup manusia akan sulit untuk mendapatkan ketanangan. Hal ini dikarenakan manusia bisa melupakan hakikat segala yang ada di dunia ini adalah fana.

Padahal semua yang ada dalam hidup ini adalah tipuan, inilah salah satu bukti kongkret dari kepanaan itu.

Tidak sedikit bukan, orang yang saat ini membuat kita sangat kecewa adalah orang yang dulunya sangat baik terhadap kita. Itulah salah satu bukti lain dari dunia yang memang bersifat fana ini. Kita sering tertipu bahwa orang baik akan selamanya baik, banyaknya harta tidak akan berkurang, anak tidak akan pernah meninggalkan orangtuanya, istri akan selalu menyenangkan hati suaminya, kecantikan akan selalu abadi, percayalah itulah semua hanya tipuan. Bahkan tidak sedikit yang menuru kita akan membahagiakan, justru dialah yang membuat kita sengsara.

Karena memang semua yang ada di dunia hanyalah tipuan, semua yang datang akan dikembalikan pada yang menciptakan. Itulah faktanya, dan itulah alasannya kenapa kita harus menjadi pribadi yang ikhlas.

Cara Agar Bisa Menjadi Pribadi yang Ikhlas


Cara agar bisa menjadi pribadi yang ikhlas tentu dengan mendekatkan diri pada Dzat yang menciptakan rasa ikhlas. Salah satu cara terbaik adalah dengan memperbanyak sujud kepada-Nya.

Leburkan dirimu dalam sujud, sujud adalah sebuah sikap perbuatan gerakan yang sempurna, sebab ketika kita sujud kita mengecilkan diri sekecil-kecilnya,  di hadapan Sang Pencipta.

Kerika kita bersujud kita akan tiba-tiba sadar jika ternyata kita sangat kecil, kita akan sadar bahwa kita tidak ada apa-apanya dibandingkan Tuhan semesta alam yang telah menciptakan kita.

Dari hal itu kita akan menyadari bahwa segala hal yang berasal dari Tuhan Semesta Alam akan kembli kepada Tuhan Semesta Alam, kita akan menjadi pribadi yang ikhlas di dalam sujud yang kita lakukan.

Ketika kita sujud kita akan sadar bahwa tidak ada yang lebih besar dari kuasa Sang Pencipta yang menciptakan kita, tidak ada yang lebih besar dari apa yang sudah ditentukan oleh Tuhan semesta alam kepada kita. Leburkan hidup kita , larutkan hidup kita dalam sujud.

Pertanyaannya, kapankah terakhir kali kamu sujud?

Jika saat ini kamu merasa depresi dan stres penyebab utamanya adalah karena lupa untuk mengecilkan diri di hadapan Tuhan semseta alam.

Baca Juga : Inilah Penyebab Pusing dan Depresi dalam Hidup yang Sebenarnya Bisa Kamu Hindari

Mungkin kamu kecewa dengan orang-orang yang suka bersujud tapi kelakuannya buruk, lalu apa salah Tuhan semesta alam atas itu semua, kenapa kamu berhenti bersujud kepada-Nya? bukankah kamu rindu sebenarnya ingin kembali bersujud kepada-Nya?

Cobalah kembali bersujud, karena di situ hati kamu akan tenang kembali.

Kekuatan di Balik Rasa Ikhlas

Ikhlas adalah salah satu kekuatan utama, yang dapat menembus berbagai hal di luar logika manusia.

Apakah sobat sering ngotot dalam berdo'a, dan selalu berharap do'anya cepat dikabul? Jika ia, rubahlah sekarang.

Tuhan menciptakan segala sesuatunya dengan kekuatan, begitupun dengan alam ini. Ketika kita ngotot dalam berdo'a maka justru akan lama waktu dikabulnya, sebab sinyal kekuatan kita lemah sehingga do'a kita lama dijawab Tuhan.

Beda halnya ketika kita berdo'a dengan berserah diri total dan kemudian melepaskan diri tanpa syarat atas do'a tersebut. Artinya setelah kita berdo'a maka kita tidak ngotot agar Tuhan mengabulkan kita, namun kita lepaskan. Hal ini menunjukan rasa ikhlas kita, dan kita meyakini sepenuhnya bahwa Tuhan lebih mengerti mana yang terbaik untuk kita, Dia tidak selalu mengabulkan apa yang kita inginkan, namun pasti selalu memberi yang terbaik yang memang kita butuhkan.

Beberapa point penting yang seringa manusia lupakan dalam berdo'a sehingga do'anya lama dikabulkan yaitu, berdo'a, bersyukur, dan pasrah sepenuhnya tadi. Ketika berdo'a, jangan lupa selalu menyematkan rasa syukur kita kepada Tuhan, atas segala nikmat yang selalu Dia berikan. Do'a juga ajang perenungan diri, dimana kita lebih banyak diberikan berbagai kenikmatan melebihi kebanyakan orang. Lihatlah ke bawah untuk urusan dunia, dan lihatlah ke atas untuk urusan ibadah, niscaya signal kekuatan kita akan tinggi, sehingga do'anya akan cepat kabulkan Tuhan.

Referensi almanhaj.or.id & pagar kehidupan

Post a Comment for "Pengertian Ikhlas dan Dahsyatnya Kekuatan yang Menyertainya"