Ingin Bahagia dan Tak Tersakiti ? Pahamilah Batasan Mencintai Ini dengan Baik


Batasan mencintai merupakan hal dasar yang harus dipahami, agar kamu memiliki rambu-rambu yang benar dalam mencintai. Dengan mengetahui batas mencintai maka diharapkan kamu akan selalu bijak dalam memperlakukan cinta dan senantiasa bahagia karenanya.

Saya yakin hampir semua orang mengalami, suatu hal yang sangat menyakitkan dalam cinta. Yaitu ketika kita memberikan cinta dengan tulus, namun justru dibalas racun oleh orang yang kita cintai tersebut.


Melalui postingan kali ini blog Membangun Inspirasi akan membahas tentang batasan mencintai, sehingga diharapkan kita semua semakin paham akan cinta dan memperlakukan cinta. Karena tidak sedikit orang yang menganggap cinta dan ketulusan itu sama, dan diberikan sama kepada jenis orang yang berbeda. Padahal sejatinya cinta itu memiliki batasan ketulusannya masing-masing.

Cinta Itu Tidak Sama

Hal dasar yang harus kita pahami, bahwa cinta itu tidaklah sama. Batasan ketulusannya pun sangat tergantung pada siapa kita memberikan cinta itu sendiri.

Di dunia ini, selain cinta kepada Tuhan, ketulusan kita dalam memberikan cinta terbagi menjadi tiga macam, yaitu cinta kepada benda, cinta kepada orang yang sedarah, dan cinta kepada orang yang tidak sedarah.

Mencintai benda tentu tidak boleh lebih besar dari cinta kita pada orang yang sedarah, begitu pun untuk cinta kita kepada orang yang tidak sedarah.

Cinta kepada orangtua harus lebih besar dari pada, pada pasangan kita. Celaka nantinya jika cinta kita samakan forsinya, Jika kamu ingin memberikan cinta yang besar, selalu berikan cinta yang besar itu untuk orang yang sedarah terlebih dahulu, terutama ibu yang melahirkanmu.

Tak jarang saat ibu mengingatkan kita, tentang orang baru yang mencintai dan kita cintai, kita tidak menghiraukannya, terutama saat mengingatkan bahwa dia bukan orang yang baik. Padahal ayah ibumu adalah orang yang harus lebih kamu dengarkan dibanding orang yang tidak ada hubungan darah denganmu, dan biasanya mereka jauh lebih peka dari mu.

Bahkan jika seandainya pasanganmu sangat mencintaimu, percayalah tidak ada orang lain yang cintanya lebih besar melebihi cinta seorang ibu kepada anaknya. Orang lain bisa mencintaimu saat dewasa, itu dikarenakan bentukan ibumu dari kecil. Selain mengandung dan melahirkanmu dengan bertaruh nyawa, ibumu senantiasa membantu dalam berbagai hal.

Coba renungkan, siapa yang menyuapimu ketika kamu lapar ? Ketika kamu merengek siapa yang menenangkanmu ? Ketika kamu baru bisa merangkak, siapa yang membantumu berdiri ? Ketika kamu sakit siapa yang begitu panik kesana kemari mencari obat demi kesembuhanmu ? Apakah orang yang baru kamu cintai itu ? Jawabannya tentu tidak , ayah ibumu lah yang dari dulu selalu membantu dan menyayngimu dengan tulus.


Makanya, jangan lagi mencintai dengan salah. Jangan pula berikan cinta yang besar pada orang yang salah. Cintai ibumu baru pasanganmu, itulah cinta yang betul.

Rumus Batasan Mencintai

Jika kamu mencintai seseorang yang belum resmi menjadi pasanganmu, janganlah berharap terlalu banyak. Anggap saja hubunganmu bukanlah apa-apa. Hubungan yang lama tidak ada jaminan berjodoh, betapa banyak orang yang menikah justru dengan orang yang baru beberapa minggu dikenalnya.

Tidak sedikit orang yang sudah mengenal lama, kemudian menuntut ia menjadi pasangannya, bahkan menuntut dirinya untuk menjadi seperti apa yang kamu mau. Berhentilah jangan berharap terlalu besar, atau nanti kamu akan dikecewakan.

Cinta Itu Nyaman dan Menyamankan

Jika kamu dekat dengan pasanganmu, kamu selalu terzolimi dengan pelecehan fisik ataupun pelecehan mulutnya, Maka sebaiknya pikirkan baik-baik untuk kamu terus bersamanya. Pelecehan fisik itu seperi memulul dan lainnya. Sementara pelecehan mulut, seperti menghina, dan membanding-bandingkan kekuranganmu dengan kelebihan orang lain.

Jika itu terjadi, tanyakan baik-baik padanya, apakah dia mau menerima kamu apa adanya ? Jika jawabannya iya, maka mintalah buktinya. Sebab cinta yang tulus tidak akan menyakiti, apalagi membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain.

Batasan Mencintai dalam Islam 



Cinta merupakan suatu hal yang alami dirasakan oleh umat manusia. Cinta erat hubungannya dengan nafsu, sehingga dalam Islam pun cinta memiliki batasa-batasannya, sehingga tidak berakbiat buruk nantinya. Sebab jika ada sepasang manusia yang saling mencintai, namun belum berada dalam ikatan suci pernikahan, maka sangat dikhawatirkan akan ada godaan syaitan yang mampu menjerumuskannya ke lembah kehinaan.


Dibawah ini beberapa alsan kenapa cinta dalam Islam harus dibatasi :

Cinta yang Membuatmu Lemah

Tidak sedikit orang yang mencintai, lalu kemudian mereka menjadi tersesat di tengah jalan. Mereka menjadi lemah iman, lemah pikir, hingga lemah fisik karena cinta. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat An Nisa :

Dan manusia dijadikan bersifat lemah. Q.S.An Nisa:28

Tidak sedikit kisah yang menyebabkan manusia menjadi lemah karena cinta. Istilah galau yang sering kita dengar dewasa ini, adalah salah satu bukti bahwa cinta bisa melemahkan kita. Oleh karena itu kita harus bisa memahami batasan mencintai, sehingga cinta tidak sampai melemahkan kita.

Tidak sedikit cinta yang tidak terealisasi membuat orang menjadi gila, hingga akhirnya syaitan tepuk tangan karena berhasil menggoda. Begitu juga saat terjadi perkelahian atas nama cemburu, hingga tak sedikit pula yang melukai dirinya sendiri. Inilah betapa kuatnya bukti bahwa cinta bisa melemahkan manusia, dan kita harus membatasinya agar itu tidak terjadi pada diri kita.

Cinta Bisa Menyiksa


Seseorang yang tidak memahami batasan mencintai, maka dia akan sulit untuk mengendalikan perasaab cinyanya. Sehingga akibatnya selain dapat menyiksa diri sendiri, tidak sedikit pula cintanya yang bisa menyakiti orang lain.

Contoh realnya saat kamu mencintai seseorang namun cintamu bertepuk sebelah tangan. Orang yang memahami batasan mencintai, akan menerima ini dengan ikhlas sebab sadar cinta tidak dipaksakan dan cinta hanya datang dari Tuhan. Namun jika kamu tidak paham dengan hakikat cinta ini,maka bisa jadi orang yang kamu cintai akan menjadi sangat tersiksa, karena pengertian cinta yang salah akan mengakibatkan perbuatan yang salah pula.

Cinta Bisa Membuat Lupa Ibadah


Tidak sedikit cinta seseorang kepda orang lain telah membuatnya lupa untuk beribadah. Setiap waktunya ia senantiasa dibayang-bayangi wajah pujaan hatinya, hingga akhirnya ia malas untuk melakukan berbagai aktivitas apapun, sebab pikiran dan hatinya terlalu sibuk memikirkan orang yang dicintainya itu.

Jika hal ini terjadi padamu, segeralah sadar. Sebab segala cinta yang bersifat duniawi hanyalah sementara, ibadah sebagai bentuk menabung untuk alam akhirat harus diutamakan. Selain itu ibadah juga adalah kebutuhan lahir bathinmu, sehingga hati dan hidupmu tenang dan segala urusanmu di dunia ini menjadi lancar.

Cinta Bisa Membuatmu Kurang Objektif

Jika kamu tidak membatasi cintamu dengan benar, maka tidak menutup kemungkinan kamu akan menjadi orang yang kurang objektif.

Hingga akhirnya kamu menganggap setiap yang dilakukan oleh orang yang kamu cintai adalah benar, bahkan jika seandainya ia jelas-jelas salah pun, kamu tetap saja menganggapnya benar. Jika hal ini terjadi padamu, maka lambat laun pasti akan merugikan kamu, dan akan membuatmu celaka.

Bijaklah dalam memperlakukan cinta, berikan cinta yang baik untuk orang-orang yang baik, agar direspon dengan baik, prosesnya selalu baik, dan hasilnya pun akan sangat baik.

Terimakasih semoga bermanfaat. Jangan lupa share di medsos kamu ya!

Post a Comment for "Ingin Bahagia dan Tak Tersakiti ? Pahamilah Batasan Mencintai Ini dengan Baik"