Kisah Nabi Ayub As. Lengkap Beserta Dalil-dalilnya
Kisah Nabi Ayub As.
Lengkap – Nabi Ayub As. adalah putera Ish bin Ishak bin Ibrahim. Nabi Ayub
adalah seorang yang kaya raya. Isterinya banyak, anaknya banyak, hartanya
melimpah ruah dan ternaknya tak terbilang jumlahnya.
Baca Juga :
- Kisah Nabi Ibrahim Lengkap Beserta Dalil-dalilnya
- Kisah Nabi Ishak As Lengkap Beserta Dalil-Dalilnya
Ia hidup makmur dan sejahtera. Walau demikian ia tetap tekun
beribadah. Segala nikmat dan kesenangan yang dikaruniakan kepadanya tak sampai
melupakannya kepada Allah. Ia gemar berbuat kebajikan, suka menolong orang yang
menderita terlebih dari golongan fakir miskin.
Kisah Nabi Ayub As –
Cobaan Silih Berganti
Para malaikat di langit terkagum-kagum dan semua
membicarakan ketaatan nabi Ayub As. dan keikhlasannya dalam beribadah kepada
Allah. Iblis yang mendengar pembicaraan itu merasa iri dan ingin menjerumuskan
Nabi Ayub As. agar menjadi orang yang tidak sabar dan celaka.
Pertama Iblis mencoba sendiri menggoda Nabi Ayub As. agar
tersesat dan tak mau bersyukur kepada Allah. Namun ia gagal. Nabi Ayub tak
tergoyahkan.
Iblis kemudian menghadap Allah . Minta izin untuk menggoda
Nabi Ayub As. :
“Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayub yang senantiasa patuh dan
berbakti menyembah-Mu, senantiasa memuji-Mu, tak lain hanyalah karena takut
kehilangan kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadanya. Semua ibadah tidak
ikhlas dan bukan karena cinta dan taat kepada-Mu. Andaikata ia terkena musibah
dan kehilangan harta benda , anak-anak dan isterinya belum tentu ia akan taat
dan tetap ikhlas menyembah-Mu.”
Allah berfirman kepada Iblis : “Sesungguhnya Ayub adalah
hamba-Ku yang sangat taat kepada-Ku, ia seorang mu’min yang sejati. Apa yang ia
lakukan untuk mendekatkan diri kepada-Ku
adalah semata-mata didorong iman yang teguh kuat dan taat yang bulat kepada-Ku.
Iman dan taqwanya takkan tergoyah oleh perubahan keadaan duniawi. Cintanya
kepada-Ku dan kebajikannya tidak akan menurun dan menjadi berkurang walau
ditimpa musibah apapun yang melanda dirinya dan hartanya.
Ia yakin bahwa apa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang
sewaktu-waktu dapat Aku cabut dari padanya atau menjadikannya berlipat ganda.
Ia bersih dari segala tuduhan dan prasangkamu. Engkau tidak rela melihat
hamba-hamba-Ku anak cucu Adam berada di atas jalan yang lurus.
Untuk menguji keteguhan hati ayub dan keyakinannya pada
takdir-Ku. Ku izinkan kau menggoda dan memalingkannya dari-Ku. Kerahkanlah
pembantu-pembantumu untuk menggoda Ayub melalui harta dan keluarganya. Cerai
beraikanlah keluarganya yang rukun damai sejahtera itu. Lihatlah sampai dimana
kemampuanmu untuk menyesatkan hamba-Ku, Ayub itu.”
Demikianlah, Iblis dan para pembantunya kemudian mulai
menyerbu keimanan Ayub. Mula-mula mereka membinasakan hewan ternak peliharaan
Nabi Ayub As. Satu persatu hewan-0hewan itu mati bergelimpangan disusul
lumbung-lumbung gandum dan lahan pertanian Nabi Ayub As. terbakar dan musnah.
Iblis mengira Nabi Ayub As. akan berkeluh kesah setelah
kehilangan ternak dan lahan pertaniannya itu. Namun Nabi Ayub As., tetap
berbaik sangka kepada Allah. Segalanya ia serahkan kepada Allah. Harta adalah
titipan Allah sewaktu-waktu dapat saja diambil lagi.
Berikutnya Iblis dan pembantu-pembantunya mendatangi
putra-putra Nabi Ayub As. di gedung yang besar dan megah. Mereka
goyang-goyangkan tiang-tiang gedung sehingga gedung itu kemudian roboh dan
anak-anak Nabi Ayub As. mati semua.
Iblis mengira usahanya berhasil menggoyahkan iman Nabi Ayub
yang sangat menyayangi putra-putranya itu, namun mereka kecewa. Nabi Ayub As.
tetap berserah diri kepada Allah. Nabi Ayub bersedih hati dan menangis tapi
jiwa dan hatinya tetap kokoh dalam keyakinan bahwa jika Allah Yang Maha Pemberi
menghendaki semua ini maka tak ada seorang pun mampu menghalangi-Nya.
Selanjutnya Iblis menaburkan baksil disekujur tubuh Nabi
Ayub As. sehingga beliau menderita sakit kulit yang menjijikan. Famili dan
tetangganya menjauhinya. Isteri-isterinya banyak yang melarikan diri. Hanya
setia yang selalu setia mendampinginya, yaitu Rahmah.
Para tetangga Nabi Ayub As. tidak mau ketularan penyakit,
sehingga mereka terutama kaum ibu terang-terangan mengusir Nabi Ayub As. dari
perkampungan. Mak pergilah Nabi Ayub As. dan Rahmah ke sebuah tempat yang sepi
dari manusia.
Waktu tujuh tahun dalam penderitaan terus menerus memang
merupakan ujian berat bagi Nabi Ayub As. dan Rahmah. Namun Nabi Ayub bisa
bersabar dan tetap berzikir menyebut asma Allah. Untuk mencukupi kebutuhan
hidup sehari-hari. Rahmah terpaksa bekerja pada pabrik roti.
Pagi berangkat sorenya kembali ke rumah pengasingan. Namun
lama-lama majikannya mengetahui jika Rahmah adalah isteri Nabi Ayub yang
berpenyakitan. Mereka khawatir Rahmah membawa baksil yang dapat menular melalui
roti, maka Rahmah dihentikan dari pekerjaannya.
Rahmah yang setia ini masih memikirkan suaminya. Ia meminta
majikannya agar memberinya hutang roti. Majikannya menolak. Majikannya hanya
mau memberi roti jika Rahmah rela memotong gelung rambutnya yang panjang,
padahal gelung rambut itu sangat disukai suaminya. Rahmah akhirnya setuju.
Namun di rumah Nabi Ayub menyangka Rahmah telah menyeleweng. Padahal tidak.
Pada suatu hari, mungkin karena tidak tahan dalam
penderitaan atau karena apa. Rahmah pamit meninggalkan suaminya. Ia akan
bekerja untuk menghidupi suaminya. Nabi Ayub melarangnya, namun Rahmah tetap
pergi sembari berkeluh kesah.
“Kiranya kau telah terkena bujukan setan, sehingga kau
berkeluh kesah atas takdir Allah.” Kata Nabi Ayub kepada isterinya. Kelak jika
aku sembuh kau akan kupukul seratus kali. Mulai saat ini tinggalkan aku seorang
diri, aku tak membutuhkan pertolonganmu sampai Allah menentukan takdir-Nya.
Setelah ditinggal Rahmah, satu-satunya orang yang masih
menyayangi dan merawatnya kini Nabi Ayub As. hidup seorang diri. Di dalam
kamarnya ia bermunajat kepada Allah Swt. sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an :
Artinya:
Dan ingatlah akan
hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya; “Sesungguhnya aku diganggu syaitan
dengan kepayahan dan siksaan.” (QS.
Shad: 41)
Kisah Nabi Ayub As -
Ujian Allah Berakhir
Allah menerima do’a Nabi Ayub As. yang telah mencapai puncak
kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi cobaan. Allah memerintahkan Nabi
Ayub As. supaya ia menghentakkan kakinya ke tanah, maka memancarlah air yang
dapat dipakai untuk mandi dan minum.
Dengan izin-Nya, Nabi Ayub sembuh dan sehat seperti sedia
kala. Allah kisahkan peristiwa ini dalam Al-Qur’an yang artinya :
(Allah berfirman) :
“Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami
anugerahi dia (dengan megumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan)
kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi
orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS.
Shad: 42-43)
Kisah Nabi Ayub As
Melaksanakan Sumpahnya
Sementara itu Rahmah yang telah pergi meninggalkan Nabi Ayub
lama-lama merasa kasihan dan tak tega membiarkan Nabi Ayub seorang diri. Ia
datang menjenguk, namun ia tak mengenali suaminya lagi. Karena Nabi Ayub sudah
sembuh dan keadaannya jauh lebih baik daripada sebelumnya. Lebih sehat dan
lebih tampan.
Nabi Ayub As. gembira melihat isterinya kembali, namun ia
ingat sumpahnya yaitu ingin memukul isterinya seratus kali. Ia harus
melaksanakan sumpah itu. Kini ia bimbang, isterinya sudah turut menderita
sewaktu bersama-sama dengannya selama tujuh tahun ini, akankah ia memukulnya
seratus kali.
Dalam kebimbangannya datanglah wahyu Allah yang memberikan
jalan keluar. Firman-Nya yang artinya :
Dan ambilah dengan
tanganmu seikat (rumput, maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar
sumpah. Sesunggunya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah
sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta’at (kepada Tuhannya). (QS. Shad : 44)
Demikianlah Nabi Ayub As. akhirnya memukul isterinya dengan
seikat rumput yang berjumlah seratus sebanyak satu kali saja untuk memenuhi
sumpahnya.
Nabi Ayub As. kembali hidup dengan keluarganya, dan
memperoleh kembali ketentraman hidup, dianugerahi oleh Allah anak-anak yang
banyak. Diantara anak-anak Nabi Ayub itu ada yang menjadi Nabi yaitu Nabi
Dzulkifli.
Hikmah dari Kisah
Nabi Ayub As.
1.
Nabi Ayub As. adalah hamba Allah yang sangat
sabar dan taat kepada Allah, dalam suka dan duka. Baik ketika senang dan
bergelimang harta maupun ketika tertimpa musibah yang sangat luar biasa hingga
ia diasingkan.
2.
Kekayaan Nabi Ayub tidaklah membuat ia lupa
untuk taat dan berbakti kepada Allah,
Kesusahan hidup yang ia alami sebagai cobaan dari Allah tidak membuatnya
berkeluh kesah dan putus asa.
3.
Iblis akan mengerahkan segala upayanya dalam
menggoda manusia agar tergelincir ke dalam jurang kesesatan. Mawas diri dengan
beriman dan beramal shaleh adalah benteng kokoh yang akan menghalangi dari
gangguan iblis.
Tonton videonya :
Bagi sobat yang ingin membaca kisah Nabi dan Rasul lainnya, silahkan bisa melihatnya di Daftar Isi Kisah 25Nabi dan Rasul Lengkap Beserta Dalilnya dengan cara klik di sini.





Post a Comment for "Kisah Nabi Ayub As. Lengkap Beserta Dalil-dalilnya"
Komentar