Kisah Nabi As. Syu'aib Beserta Dalilnya

Kisah Nabi Syu'aib As. - Syu'aib secara harafiah artinya "Yang Menunjukkan Jalan Kebenaran". Karena menurut kisah Islam, Syu'aib telah berusaha untuk menujukkan jalan yang lurus kepada umatnya yaitu penduduk Madyan dan Aykah.


Nabi Syu'aib As. diutus di negeri Madyan. Penduduk negeri Madyan sudah lama  melupakan ajaran Nab-Nabi dan Rasul-Rasul yang diutus sebelumnya. 


Mereka tidak percaya adanya Allah. Mereka menyembah hutan dan menyembah Aikah yaitu sebidang padang pasir yang ditumbuhi pohon dan tanaman.

Ajakan Nabi Syu'aib As. kepada Kaumnya

Pada masa itu penduduk Madyan sudah sangat sesat. Kemungkarannya sudah sangat keterlaluan. Kemaksiyatan sudah menjadi hal yang biasa mereka lakukan. Dan kebiasaan buruk mereka yang sangat jahat adalah mengurangi takaran atau timbangan dalam berdagang. Inilah kiranya yang harus dihindari oleh para pedagang zaman ini.

Nabi Syu'aib As. mengajak kaumnya menyembah Allah SWT. Menjauhi kedzaliman, kemungkaran, dan segala macam bentuk kemaksiyatan. Ia juga mengajak mereka berlaku jujur, menimbang dengan benar tanpa dikurangi seperti kebiasaan mereka.

Di dalam Al-Qur'an disebutkan, yang artinya :

"Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang yang beriman." (QS. Al-A'raf : 85)

Nabi Syu'aib As. juga memperingatkan mereka agar tidak menghalang-halangi para pengikutnya untuk beribadah kepada Allah. Sebab kaum Madyan punya kebiasaan jelek, mereka suka menghalang-halangi pengikut Nabi Syu'aib As. yang beriman. Bahkan banyak dari mereka yang dipaksa dengan kekerasan untuk meninggalkan ajaran Nabi Syu'aib As.

Seruan Nabi Syu'aib As. ternyata tidak didengar oleh kaumnya sedikit pun. Mereka bahkan menentangnya dengan berkata :

"Datangkanlah kepada kami siksaan yang kamu ancamkan itu sekarang juga, jika kamu memang benar." Pernyataan kaum Madyan yang lain, sebagaimana diterangkan di dalam Al-Qur'an, yang artinya :

Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang menyombongkan diri berkata : "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kam." Berkata Syu'aib: "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya,?" (QS. Al-A'raf: 88)

Siksaan Allah Datang

Nabi Syu'aib merencanakan untuk berhijrah bersama pengikutnya dari Madyan karena Allah Swt. akan segera mendatangkan siksaan-Nya atas penduduk negeri itu. Sebelum pergi, Nabi Syu'aib berpesan kepada kaumnya :

"Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku pun telah memberi nasihat kepadamu, maka bagaimana aku akan bersedih terhadap orang-orang yang kafir." (QS. Al-A'raf: 93)

Tidak lama setelah itu, Allah Swt. menurunkan azab-Nya, sebagaimana difirmankan-Nya dalam Al-Qur'an yang artinya :

"Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka." (QS. Al-A'raf: 91)

Nabi Syu'aib As. dan Pengikutnya Berhijrah

Setelah Allah Swt. memusnahkan orang-orang yang durhaka di negeri Madyan, Nabi Syu'aib dan para pengikutnya hijrah ke negeri Aikah, sebuah dusun yang tidak jauh dari negeri Madyan.

Penduduk Aikah sama dengan kaum Nabi Syu'aib di Madyan, mereka durhaka kepada Allah Swt. Seruan Nabi Syu'aib pun tidak mereka perhatikan. Meski demikian, Nabi Syu'aib As. tetap menyeru mereka agar menyembah Allah Swt. dan mencegah mereka berbuat kejahatan terhadap sesama manusia.

Seruan itu dijawab oleh mereka, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur'an yang artinya :

Mereka berkata : "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir, dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. (QS. Asy - Syu'ara : 185 - 187)

Azab Allah Menimpa Penduduk Aikah


Bagaimana azab Allah yang ditimpakan kepada penduduk negeri Aikah, Al-Qur'an menerangkannya, yang artinya :

Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar (QS. Asy-Syu'ara : 189)

Demikianlah, kaum Aikah dimusnahkan Allah Swt. dengan siksaan awan yang sangat hebat terik panasnya. Itulah balasan bagi orang-orang yang durhaka kepada Allah swt. Dan bagi orang-orang yang beriman, balasannya adalah keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Hikmah Kisah Nabi Syu'aib As.
  • Mengurangi ukuran timbangan di dalam perdagangan adalah perbuatan yang amat tercela dan ancaman hukumannya amat berat.
  • Allah Swt. Maha Berkehendak, Ia tidak pernah ragu-ragu untuk mendatangkan azab-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang ingkar, dan melindungi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Bagi sobat yang ingin membaca kisah Nabi dan Rasul lainnya, silahkan bisa melihatnya di Daftar Isi Kisah 25Nabi dan Rasul Lengkap Beserta Dalilnya dengan cara klik di sini.

Tonton video kisah Nabi Syu'aib



 Sumber :  Mahfan. 2005, Kisah 25 Nabi & Rasul, Jakarta: Sandro Jaya.

Post a Comment for "Kisah Nabi As. Syu'aib Beserta Dalilnya"