Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Nabi Adam As. : Kisah Qabil dan Habil Serta Perkawinan di Zaman Nabi Adam AS.

Kisah Qabil dan Habil : Sebelum sobat membaca kisah Qabil dan Habil serta perkawinan di zaman Nabi Adam AS. bagi sobat yang belum membaca tulisan sebelumnya, silahkan bisa dibaca terlebih dahulu, melalui mengklik link di bawah ini :


Adapun kisah Qabil dan Habil serta perkawinan di zaman Nabi Adam ini merupakan kisah lanjutan dari kedua tulisan tersebut. Berikut ini kisah lengkapnya :

Kisah Qabil dan Habil Serta Perkawinan di Zaman Nabi Adam AS.

Adam dan Hawa, sebagai suami isteri, sebagai manusia pertama dan sebagai nenek moyang kita, hidup rukun bersama. Tiap kali melahirkan, Siti Hawa selalu beranak kembar yang terdiri dari laki-laki dan perempuan sampai sepuluh kali. Pada kehamilan yang kesebelas, yakni yang terakhir, Siti Hawa hanya melahirkan satu anak laki-laki yang diberi nama Syits, yang kemudian menjadi Nabi. Dengan demikian anak mereka berjumlah 21, terdiri dari 10 perempuan dan 11 laki-laki.

Dibawah asuhan ayah ibunya yang penuh cinta kasih, tumbuhlah anak-anak mereka dengan cepatnya. Nabi Adam dan Siti Hawa tidak membeda-bedakan kasih sayang diantara anak-anaknya.

Ketika menginjak usia dewasa, Allah memberi petunjuk kepada Nabi Adam agar mengawinkan putra putrinya. Qabil dikawinkan dengan adik Habil yang bernama Labuda, sedang Habil dikawinkan dengan adik Qabil yang bernama Iqlima. Inilah syariat yang telah ditentukan Allah. Cara ini disampaikan Nabi Adam kepada putra-putrinya. Namun Qabil menolaknya mentah-mentah. Ia tidak mau dikawinkan dengan Labuda yang berwajah tidak secantik adiknya sendiri yaitu Iqlima.

Ini adalah perselisihan pertama kali yang melahirkan permusuhan dan pertumpahan darah. Ini adalah bukti kebenaran firman Allah SWT ketika Adam terusir dari surga bahwa akan terjadi perselisihan dan permusuhan diantara anak cucu Adam.

Rupanya Qabil telah termakan bujukan Iblis, ia lebih memperturutkan hawa nafsu dari pada akalnya. Ia tak mau menerima syariat yang ditetapkan Nabi Adam.

Nabi Adam adalah ayah yang bijaksana. Ia terus menasehati Qabil agar menerima keputusan yang berasal dari Allah, namun Qabil tetap menolak. Akhirnya Adam memerintahkan kepada Qabil dan Habil mempersembahkan qurban. Biarlah Allah sendiri yang akan menentukan masalah itu.

Maka dengan disasksikan seluruh anggota keluarga Adam, Qabil dan Habil mempersembahkan qurban di atas bukit.  Qabil mempersembahkan hasil pertaniannya. Ia sengaja memilih hasil gandum dari jenis yang jelek. Sedang Habil mempersembahkan seekor kambing terbaik dan yang paling ia sayangi. Dengan berdebar-debar mereka menyaksikan dari jauh. Tak lama kemudian nampak api besar menyambar kambing persembahan Habil. Sedangkan gandum persembahan Qabil tetap utuh berarti qurbannya tidak diterima.

Kabil sangat kecewa melihat kenyataan itu. Ia terpaksa menerima keputusan itu. Padahal hatinya tetap tidak mau menerimanya. Maka berlangsunglah perkawinan itu. Qabil dengan Labuda, Habil dengan Iqlima.

Hari-hari berlalu. Iblis datang merasuki pikiran Qabil. Ia membisikan sesuatu. Bahwa jika Qabil dapat membunuh Habil tentulah ia akan dapat mengawini Iqlima yang cantik jelita. Hal ini terus dilakukan oleh iblis tanpa jemu dan bosan.


Pada dasarnya nafsu Qabil memang ingin memiliki Iqlima. Maka ia turuti bisikan iblis itu. Pada suatu hari, ketika Habil mengembala ternaknya di tempat yang sepi. Jauh dari pemukiman Nabi Adam dan Hawa, tiba-tiba tanpa setahu Habil saudaranya itu memukul kepalanya dengan keras sekali. Maka matilah Habil. Inilah pembunuhan pertama atas umat manusia di bumi. Iblis tertawa kesenangan, ia sudah mempunyai teman. Allah menceritakan hal ini dalam Al-Qur'an :

"Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil) : "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil : "Sungguh kalau kamu menggerakan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakan tanganku untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam." Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim." Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi." (QS. Al-Maidah: 27-30)

Setelah Habil mati, Qabil merasa kebingungan. Diguncang-guncangkan tubuh saudaranya itu, tentu saja tak mau bergerak. Lalu ia bawa ke sana ke mari. Ia benar-benar kacau, tak tahu harus dikemanakan mayat saoudaranya itu. Ia merasa menyesal, air matanya berlinang.

Baca Selanjutnya : Pelajaran dari Burung Gagak

Bagi sobat yang ingin membaca kisah Nabi dan Rasul lainnya, silahkan bisa melihatnya di Daftar Isi Kisah 25Nabi dan Rasul Lengkap Beserta Dalilnya dengan cara klik di sini.


Sumber : Mahfan. 2005, Kisah 25 Nabi dan Rasul, Jakarta: Sandro Jaya
Gb : enterahidup.net, dan YouTube


Post a Comment for "Kisah Nabi Adam As. : Kisah Qabil dan Habil Serta Perkawinan di Zaman Nabi Adam AS."