Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Target Costing : Makalah Akutansi Manajemen

tinobusiness.com


TARGET COSTING

MAKALAH

Di susun untuk memenuhi tugas terstruktur 

mata kuliah akuntansi manajemen

Dosen Pengampu : Drs.H.Robani,MM.,M.Ag




Disusun oleh : Kelompok 5

Nunung Nur’aeni 1414231089
Nur Afni 1414231090
Nurjayanah 1414231092
Roisatul Khadijah 1414231102
Siti Aroh M 1414231106
Syahrul Ma’arif 1414231116
Vita Putri Sari 1414231121

Perbankan Syariah 3/V

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SYEKH NURJATI CIREBON

JL. Perjuangan By Pass Sunyaragi Telp. (0231) 481264 Fax. (0231) 489926

Tahun 2016


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah S.W.T, yang telah memberikan karunia dan hidayahnya kepada kami, sehingga kami mampu menyusun makalah ini dan menyelesaikannya dengan tepat waktu.

Makalah yang berjudul “Target Costing” ini di susun guna untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah akuntansi manajemen. Adapun isi dari makalah ialah di dalammnya di jelaskan mengenai apa itu target costing, prinsipnya, karakteristiknya serta cara mengaplikasikannya.

Semoga makalah ini sesuai untuk kita jadikan sebagai referensi pembelajaran dalam memahami serta menerapkan target costing dalam suatu perusahaan baik barang maupun jasa, dan semoga dapat mendatangkan manfaat untuk para pembaca. Dan tentunya kesempurnaan adalah milik Tuhan kita Allah SWT, sehingga atas kekurangan yang ada dalam makalah kami, kami mohon maaf. Kami akan sangat senang jika pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun agar makalah yang selanjutnya bisa lebih baik.











                                                                                                                    Cirebon 11 November 2016


                                                                                                                                  Penyusun



BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu keputusan tersulit yang dihadapi oleh perusahaan adalah mengenai penetapan harga. Perusahaan selalu memiliki pesaing, sehingga setiap perusahaan harus membangun strategi yang tepat untuk memenangkan persaingan didalam suatu pasar tertentu.

Permintaan adalah suatu sisi dari persamaan penetapan harga. Sementara penawaran adalah sisi lainnya. Karena pendapatan harus menutup biaya perusahaan untuk menghasilkan laba, maka banyak perusahaan terlebih dulu menetapkan biaya dalam menentukan harga. Mereka menghitung biaya produk dan menambah laba yang diinginkan. Perusahaan yang produksinya tergantung pada penawaran secara rutin menetapkan harga penawarannya berdasarkan biaya (metode cost based pricing).

Seringkali terdapat sejumlah pesaing yang telah menjual produk sejenis dengan harga tertentu, menjadikan perusahaan harus bisa menyesuaikan harga jual dengan harga pesaing dan daya beli masyarakat. Kondisi tersebut membuat metode cost based pricing tidak relevan untuk digunakan oleh perusahaan. Perusahaan tidak dapat lagi membuat produknya, menentukan biaya produknya dan harga jualnya, lalu memasarkannya.tetapi perusahaan terlebih dulu harus menentukan biaya produknya, kemudian membuat produk yang sesuai dengan biaya yang telah ditetapkan. Pendekatan ini disebut dengan target costing.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara untuk menentukan target harga ?
2. Apa yang dimaksud dengan target costing ?
3. Bagaimana prinsip dari target costing ?
4. Bagaimana siklus dari sebuah biaya dalam memproduksi suatu barang ?
5. Bagaimana karakteristik dari target costing ?
6. Bagaimana langkah-langkah dalam mengimplementasikan target costing ?
7. Bagaimana penjelasan mengenai rekayasa nilai, dalam sebuah aktivitas target costing?
8. Bagaimana ilustrasi mengenai penyusunan target costing?
9. Apa kelemahan serta kelebihan dari metode target costing?

C. Tujuan

tujuan dari penyusunan makalah ini diantaranya :

1. Untuk mengetahui cara dalam menentukan target harga 
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan target costing 
3. Untuk mengetahui prinsip-prinsip dari target costing 
4. Untuk mengetahui siklus sebuah biaya dalam memproduksi suatu barang 
5. Untuk mengetahui  karakteristik dari target costing 
6. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam mengimplementasikan target costing 
7. Untuk mengetahui penjelasan mengenai rekayasa nilai, dalam sebuah aktivitas target costing
8. Untuk mengetahui  ilustrasi mengenai penyusunan target costing
9. Untuk mengetahui kelemahan serta kelebihan dari metode target costing.





BAB II

PEMBAHASAN

A. Menentukan Harga target

Cara penetapan harga dan penanganan harga jual yang digunakan oleh perusahaan memiliki banyak cara. Dalam perusahaan kecil, harga sering ditetapkan oleh manajemen teras, dan bukan oleh bagian pemasaran atau penjualan. Sedangkan pada perusahaan-perusahaan besar, penetapan harga biasanya ditangani oleh manajer divisi atau manajer lini produk.

Pada dasarnya, penetapan harga yang ditargetkan, mengandung tujuan-tujuan  tertentu. Meskipun pada titik tertentu, ada perusahaan yang tidak mempunyai keleluasaan untuk mementukan harga produksinya, misalnya dalam organisasi penjualan yang diorganisir, yang dibatasi oleh kuota harga. 
Berikut gambaran tujuan-tujuan dari penetapan harga yang ditargetkan.



1. Cost Based Pricing

Adalah Penentuan harga jual produk yang didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan membuat produk tertentu, kemudian menentukan harga jualnya berdasarkan metode tertentu, lalu dipasarkan kepada masyarakat.  Pendapatan harus menutupi biaya perusahaan untuk menghasilkan laba, maka banyak perusahaan terlebih dulu menetapkan biaya dalam menentukan harga. Mereka menghitung biaya produk dan menambah laba yang diinginkan. Pendekatan ini tidak berbelit-belit dan biasanya, terdapat beberapa biaya dasar dan mark up. Mark up adalah persentase yang dibebankan kepada biaya dasar; termasuk diantaranya adalah laba yang diinginkan dan setiap biaya yang tidak termasuk dalam biaya dasar. 

Dalam metode Cost based pricing, manajemen hanya menghitung biaya yang telah dikeluarkan untuk membuat suatu produk dengan menggunakan berbagai metode yang dipilih sebagai alternatif untuk menentukan biaya produk dan kemudian menentukan harga jual produk berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan.  




“Bagan alur cost based pricing”

2. Kalkulasi Biaya Target (Target Costing)

Persaingan antar perusahaan yang semakin kompetitif dalam menawarkan produk ataupun jasa menuntut perusahaan untuk memikirkan metode penetapan biaya yang lebih baik dibandingkan dengan metode Cost based pricing yang dipakai perusahaan pada umumnya, metode di atas memiliki kelemahan yaitu biaya dan laba yang ditetapkan lebih dulu akan menjadi dasar penetapan harga jual sehingga harga jual sering kali menjadi kurang kompetitif. Target costing merupakan metode penetapan biaya yang bertolak belakang dengan metode cost based pricing.

B. Pengertian Target Costing

Kalkulasi biaya target (target costing)  adalah suatu metode penentuan biaya produk atau jasa berdasarkan harga (harga target) dimana pelanggan bersedia membayarnya. Ini juga sering disebut sebagai kalkulasi biaya berdasarkan harga (price-driven costing). 

Menurut metode ini, perusahaan menetapkan biaya produk yang dianggap sesuai dengan keadaan pasar, menentukan laba yang diinginkan, baru kemudian menentukan harga jual produk tersebut kepada masyarakat. 



Kebanyakan perusahaaan Amerika, dan hampir semua perusahaan Eropa, menetapkan harga produk baru sebagai penjumlahan dari biaya dan laba yang diinginkan. Logikanya adalah bahwa perusahaan harus menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutup semua biaya dan menghasilkan laba. Menurut Peter Drucker, “hal ini benar tetapi tidak relevan : pelanggan tidak melihat hal itu sebagai pekerjaan mereka untuk menjamin pabrikan mendapatkan laba. Satu-satunya cara yang baik menetapkan harga adalah mengetahui berapa yang ingin dibayar oleh pasar.

Kalkulasi biaya target merupakan metode pengerjaan terbalik dari harga untuk menentukan biaya. Departemen pemasaran menetapkan karakteristik dan harga produk yang paling dapat diterima pelanggan, yang selanjutnya adalah tugas teknisi perusahaan untuk mendesain serta mengembangkan produk sedemikian rupa sehingga biaya dan laba dapat ditutupi oleh harga. 

Perbedaan antara harga jual produk / jasa yang diperlukan untuk mencapai pangsa pasar (market share)  tertentu dengan laba persatuan yang diharapkan disebut dengan target costing, Jika target cost dibawah cost produk yang sekarang dapat dicapai, maka manajemen harus merencanakan program pengurangan biaya untuk menurukan biaya yang sekarang dikonsumsi untuk menghasilkan produk ke target cost. Kemajuan yang dicapai dari program pengurangan biaya tersebut diukur dengan membandingkan biaya yang sesungguhnya dengan target cost. 

C. Prinsip Target Costing

1. Harga jual mendahului biaya

Sistem target costing menetapkan terget biaya dengan mengurangi margin laba yang diharapkan dari pasar yang kompetitif. Harga pasar dikendalikan oleh situasi pasar dan target laba ditentukan oleh kondisi keuangan suatu perusahaan dan industri yang digelutinya.

2. Fokus pada pelanggan

Sistem target costing digerakkan oleh pasar. Persyaratan pelanggan atas kualitas, biaya, dan waktu secara simultan diintegrasikan ke dalam produk dan keputusan proses, serta arah analisis biaya. Target biaya tidak boleh dicapai dengan mengorbankan tampilan yang diinginkan pelanggan, menurunkan kinerja atau keandalan suatu produk, atau menunda peluncuran produk dipasar. 

3. Fokus pada desain

Perusahaan menghabiskan lebih banyak waktu pada tahap desain dan mengurangi waktu sampai kepasar dengan menghilangkan perubahan yang mahal dan menghabiskan banyak waktu yang diperlukan dikemudian hari. 

D. Siklus Biaya

Siklus biaya atau The cost life cycle merupakan urutan aktivitas biaya dalam perusahaan mulai dari riset dan pengembangan, kemudian desain, produksi, pemasaran, dan distribusi, hingga pelayanan kepada pelanggan.

Setelah menetapkan produk apa yang akan dihasilkan, perusahaan melakukan riset dan pengembangan untuk membuat inovasi baru berkaitan dengan produk yang akan dihasilkan tersebut. Inovasi dapat berkaitan dengan produk tersebut, proses produksinya, alternatif produknya, dan sebagainya.

Berdasarkan hasil riset dan pengembangan tersebut, perusahaan membuat desain produk yang akan dihasilkan. Tahap desain ini mencakup semua aspek yang terkait dengan bayangan tentang produk seperti apa yang ingin dihasilkan oleh perusahaan seperti unsur kualitas, bentuk, kemasan, warna, dan sebagainya.

Pada saat penentuan kualitas produk, perusahaan akan dihadapkan pada kualitas dan harga bahan yang akan digunakan. Pada pendekatan lainnya, harga bahan akan mengikuti kualitas yang diharapkan. Sedangkan pada target costing, perusahaan menetapkan harga terlebih dahulu, baru kemudian kualitasnya mengikuti harga tersebut. Jadi, perusahaan harus menurunkan biaya hingga ketingkat biaya yang dikehendaki.






Untuk menurunkan biaya hingga ketingkat biaya yang dikehendaki, perusahaan memiliki dua alternatif, yaitu :

1. Mengintegrasikan teknologi manufaktur baru, menggunakan teknik manajemen biaya yang canggih seperti ABC, dan mencari produktivitas yang lebih tinggi melalui perbaikan organisasi serta hubungan tenaga kerja, sehingga perusahaan dapat menurunkan biaya. pendekatan ini diimplementasikan dengan menggunakan penentuan biaya standar atau kaizen costing.

2. Dengan mendesain produk atau jasa, perusahaan dapat menurunkan biaya hingga ke tingkat target biaya yang diinginkan. Metode ini belum dipakai, karena mengakui bahwa keputusan desain memiliki pengaruh yang besar terhadap total biaya selama siklus biaya produk.

Pada tahap produksi, bagian produksi tinggal mengikuti seluruh desain yang dibuat oleh desainer perusahaan. Pada saat memasuki tahap pemasaran dan distribusi, bagian marketing akan menyesuaikan dengan kualitas yang dimiliki produk yang dijualnya. 

E. Karakteristik Target Costing

1. Target costing digunakan pada tahap perencanaan dan desain

2. Target costing merupakan perencanaan biaya yang berujung pada pengurangan biaya

3. Target costing lebih cocok digunakan oleh perusahaan yang berorientasi pada perakitan yang membuat beranekaragaman produk dalam jumlah sedang dan sedikit dibandingkan dalam industri yang berorientasi pada proses yang ditandai dengan produksi yang terus menerus dan bersifat masal.

4. Target costing digunakan untuk pengendalian spesifikasi desain dan teknik produksi 

F. Langkah mengimplementasikan target costing

1. Menentukan harga jual yang kompetitif
Manajemen harus mempertimbangkan harga produk pesaing, daya beli masyarakat, kondisi perekonomian secara umum, nilai tukar rupiah, dsb untuk dapat menentukan harga produk. 

2. Menentukan laba yang diharapkan
Penentuan harga jual per unit produk dipengaruhi oleh pangsa pasar (market share) yang ingin diperoleh, tingkat pertumbuhan yang ingin dicapai perusahaan, volume penjualan yang ingin direncanakan, dsb.

3. Menetapkan target biaya

Target biaya  = harga jual – laba yang diharapkan

4. Melakukan rekayasa nilai

Rekayasa nilai digunakan dalam target costing untuk menurunkan biaya produk dengan cara menganalisis trade off antara lain: jenis dan tingkat yang berbeda dalam fungsional produk, biaya produk total.

5. Menggunakan kaizen costing dan pengendalian operasi
Kaizen costing adalah metode perhitungan biaya dimana secara terus menerus berupaya mencari cara baru untuk menurunkan biaya dalam proses pembuatan produk dengan desain dan fungsional yang ada.

G. Rekayasa Nilai (value)

Salah satu langkah yang perlu dilakukan dalam mengimplementasikan target costing adalah merekayasa nilai, yaitu semua upaya yang dianggap perlu untuk memodifikasi produk perusahaan pada biaya yang lebih rendah dengan tetap disertai upaya memberikan nilai (value) yang optimal kepada pelanggan. Rekayasa nilai digunakan dalam target costing untuk menurunkan biaya produksi melalui analisis konsumen. Yang kemudian digunakan untuk mengidentifikasi selera konsumen, karena terdapat berbagai hal dalam suatu produk yang dinilai penting oleh konsumen.

Secara umum produk yang dihasilkan perusahaan berdasarkan fungsinya dapat diklasifikasikan menjadi :

1. Kelompok produk yang fungsinya relatif mudah ditambah dan dikurangi
2. Kelompok produk yang fungsionalitasnya relatif stabil

H. Ilustrasi Penyusunan Target Costing

1. PT.Duta Niaga adalah produsen barang-barang elektronik yang berlokasi di jakarta. Melihat terjadinya pergeseran teknologi dan selera masyarakat berkaitan dengan peralatan audio visual, perusahaan ini melihat peluang berupa ceruk pada pasar DVD Player bagi masyarakat Indonesia.

Perusahaan ingin memproduksi DVD Player murah dengan kualitas yang baik. Dari hasil penelitian pasar, diperkirakan harga yang terjangkau oleh masyarakat dan jauh lebih murah dari para pesaing lainnya adalah Rp.300.000 per unit. Dengan harga jual sebesar itu, divisi marketing perusahaan memperkirakan dapat menjual sebanyak 50.000 unit per tahun. Untuk mendesain, mengembangkan, dan memproduksi DVD Player ini diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp.12.000.000.000. perusahaan mengharapkan ROI (return on investment) sebesar 25%. 

Berdasarkan perumusan Target Costing = Harga Jual – Laba Yang Diharapkan dan data sebelumnya, maka biaya yang ditargetkan (target costing) untuk memproduksi setiap unit DVD Player adalah:

Proyeksi penjualan (50.000 x 300.000) 15.000.000.000
Laba yang diharapkan (25% x 12.000.000.000) (3.000.000.000)
Target biaya total (50.000 unit DVD Player) 12.000.000.000
Target biaya per unit (12.000.000.000 : 50.000) 240.000

Dari perhitungan tersebut, terlihat bahwa perusahaan menetapkan target biaya produksi DVD Player sebesar Rp.240.000 per unit. Itu berarti, desainer perusahaan harus mampu mendesain produk dengan biaya produksi maksimal sebesar Rp.240.000 per unit. Berdasarkan target biaya yang ditetapkan itu, desainer harus mampu mencari komponen elektronik yang sesuai dengan harga tersebut.

2. PT.Sandang Nusantara adalah perusahaan pakaian pria yang berlokasi di Bandung. Melihat banyak pakaian impor dari China yang masuk ke Indonesia dengan harga murah dan respon masyarakat terhadap pakaian impor tersebut, perusahaan ini melihat peluang berupa ceruk pada pasar kemeja pria bagi masyarakat Indonesia. 

Perusahaan ingin memproduksi kemeja pria murah dengan kualitas yang baik.dari hasil penelitian pasar, diperkirakan harga yang terjangkau oleh masyarakat dan jauh lebih murah dari para pesaing lainnya adalah Rp.40.000 per unit. Dengan harga sebesar itu divisi marketing perusahaan memperkirakan dapat menjual sebanyak 400.000 unit per tahun. Untuk mendesain, mengembangkan dan memproduksi kemeja pria ini diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp.10.000.000.000. perusahaan mengharapkan ROI (return on investment) sebesar 28%.

Berdasarkan perumusan Target Costing = Harga Jual – Laba Yang Diharapkan dan data sebelumnya, maka biaya yang ditargetkan (target costing) untuk memproduksi setiap unit kemeja pria adalah :

Proyeksi penjualan (400.000 x 40.000) 16.000.000.000
Laba yang diharapkan (28% x 10.000.000.000) (2.800.000.000)
Target biaya total (400.000 unit Kemeja Pria) 13.200.000.000
Target biaya per unit (13.200.000.000 : 400.000) 33.000

Dari perhitungan tersebut, terlihat bahwa perusahaan menetapkan target biaya produksi Kemeja Pria sebesar Rp.33.000 per unit. Itu berarti, desainer perusahaan harus mampu mendesain produk dengan biaya produksi maksimal sebesar Rp.33.000 per unit. Berdasarkan target biaya yang ditetapkan itu, desainer harus mampu mencari komponen produk yang sesuai dengan harga tersebut.

I. Kelemahan dan kelebihan target costing

Menurut Atkinson (2007) target costing memiliki beberapa kelemahan yaitu:

1. Kurangnya pemahaman konsep target costing. Karena target costing pertama kali ditemukan di Jepang, maka ketika dibawa keluar Jepang tidak semua pengguna memahami dengan baik konsep target costing. Akibatnya banyak senior manajemen yang menolak ide ini.

2. Implementasi yang kurang dalam konsep teamwork. Pengurangan biaya yang dilakukan dalam sebuah unit kerja seringkali tidak dilakukan di unit kerja yang lain. Sebagai contoh ketika departemen produksi berhasil mengelola biaya sehingga berhasil melakukan pengurangan biaya, namun departemen lain misalya administrasi, pemasaran, dan distribusi malah memboroskan biaya. Sehingga perusahaan yang akan mengadopsi target costing harus mengadaptasi tingkat kerjasama tim, kepercayaan, dan kerjasama agar target costing dapat sukses.

3. Penyebab karyawan terlalu lelah. Karyawan di banyak perusahaan Jepang yang menerapkan target costing mengalami kelelahan yang luar biasa karena adanya tekanan untuk memenuhi target biaya.

4. Waktu pengembangan yang terlalu lama. Walaupun biaya target terpenuhi namun waktu pengembangan akan meningkat karena adanya pengulangan dalam siklus value engineer untuk menurunkan biaya, sehingga produk dapat terlambat sampai ke pasar. 

Metode ini memiliki keunggulan, yaitu harga jual produk ditetapkan terlebih dulu, sedangkan target margin laba dan target cost dietapkan kemudian. Jika target margin laba perusahaan ditingkatkan, maka perusahan harus melakukan penghematan dan perekayasaan nilai pada biaya produks serta biaya nonproduksi untuk mencapai target cost yang ditetapkan berdasarkan harga jual. 

Target costing memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya selama desain daripada mereduksi biaya setelah proses desain. Target costing memastikan profitabilitas dalam jangka pendek dan panjang, karena produk yang dihasilkan memiliki margin rendah atau tidak menguntungkan selama pengembangan produk baru dapat dengan cepat jatuh. 

Tim desain dalam target costing berfokus pada pelanggan utama dan kesediaan mereka untuk membayar fitur produk. Penggunaan target costing juga memaksa manajemen untuk menentukan kualitas, fitur dan masalah waktu awal dalam proses dan untuk menyeimbangkan biaya dan fitur terhadap kesediaan pelanggan untuk membayar produk (Ansari dan Bell, 1997; Cooper, 1995; Cooper dan Chew, 1996 dalam Everaeret et all, 2006).  



PENUTUP

A. KESIMPULAN

Cara penetapan harga dan penanganan harga jual yang digunakan oleh perusahaan diataranya yaitu Kalkulasi Biaya Target (Target Costing).

Kalkulasi biaya target (target costing) adalah suatu metode penentuan biaya produk atau jasa berdasarkan harga (harga target) dimana pelanggan bersedia membayarnya.

Prinsip dalam target costing ialah harga jual mendahului biaya, fokus pada pelanggan dan fokus pada desain.

Siklus biaya atau The cost life cycle merupakan urutan aktivitas biaya dalam perusahaan mulai dari riset dan pengembangan, kemudian desain, produksi, pemasaran, dan distribusi, hingga pelayanan kepada pelanggan.

Karakteristik target costing ialah target costing digunakan pada tahap perencanaan dan desain, target costing merupakan perencanaan biaya yang berujung pada pengurangan biaya, target costing lebih cocok digunakan oleh perusahaan yang berorientasi pada perakitan, target costing digunakan untuk pengendalian spesifikasi desain dan teknik produks.

Langkah mengimplementasikan target costing yaitu Menentukan harga jual yang kompetitif kemudian menentukan laba yang diharapkan lalu menetapkan target biaya lalu melakukan rekayasa nilai dan kemudian menggunakan kaizen costing dan pengendalian operasi.

Kelemahan dari target costing ialah Kurangnya pemahaman konsep target costing, Implementasi yang kurang dalam konsep teamwork, Penyebab karyawan terlalu lelah, Waktu pengembangan yang terlalu lama.Metode ini memiliki keunggulan, yaitu harga jual produk ditetapkan terlebih dulu, sedangkan target margin laba dan target cost dietapkan kemudian. 


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Komarudin.2000.Akuntansi Manajemen:dasar-dasar konsep biaya dan pengambilan keputusan. Jakarta:PT Raja Grafis

Hansen Mowen.2000.Akuntansi Manajemen.Jakarta:Erlangga.

Mulyadi.2001.Akuntansi Manajemen.Jakarta:Salemba Empat.

Rudianto.2013.Akuntansi Manajemen Informasi untuk pengambilan keputusan strategik.Jakarta:Erlangga.

http://wirawanradianto.com/akuntansi/target-costing-konsep-proses-dan-implementasi.html (Diakses pada tanggal 29 September 2016. Pukul 20.00)

Post a Comment for "Target Costing : Makalah Akutansi Manajemen"