Rahmat Allah adalah Hal Paling Penting bagi Kita

Gb. ashhabulhadits.files.wordpress.com


Kata rahmat pasti sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat seseorang berbicara di depan podium. 

“Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang teah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sehingga Alhamdulillah kita bisa berkumpul dalam acara ini.” 

Begitulah kurang lebih ucapan hampir semua orang ketika tampil berbicara didepan umum. Lalu apa sebenarnya rahmat itu ?

Keutamaan Rahmat Allah 

Berbicara soal rahmat Allah penulis masih ingat khutbah seorang ustadz dalam sholat Jum’at. Beliau bercerita yng bersumber dari hadits Rasulullah SAW.

Dikisahkan bahwa ada seorang ahli ibadah tinggal disebuah gunung selama 500 tahun. Setiap waktunya orang tersebut menghabiskan waktunya hanya untuk beribadah, tak pernah berbuat dosa sedikitpun. Suatu ketika Allah mengutus malaikat menyampaikan pesan-Nya.

 Malaikatpun menyampaikan pesan Allah tersebut kepada orang yang dimaksud “Atas berkat rahmat Allah kamu akan dimasukan ke syurga-Nya. Mendengar pesan tersebut orang tersebut tidak terima, dia menganggap dirinya berhak masuk surga karena selama ini selalu beribadah kepada Allah, dan tanpa berbuat dosa sedikitpun.

Akhirnya malaikatpun menyampaikan komplain hamba Allah tersebut. Setelah itu Allahpun mengutus kembali malaikat tersebut untuk mendatangi hamba-Nya itu. Malaikat tersebut mendapat tugas untuk menghitung rahmat Allah dengan ibadahnya selama ini.

Ketika malaikat menghitung rahmat yang sudah Allah berikan pada mata orang tersebut, maka sudah dapat diketahui ibadahnya selama 500 tahun ini kalah jauh jika dibandingkan dengan Rahmat Allah, meski baru dihitung dari rahmat yang diberikan pada matanya saja, apalagi jika dihitung dengan rahmat Allah yang lain, maka sudah pasti ibadahnya menjadi semakin tidak ada apa-apanya.

Dalam Khutbah tersebut juga diceritakan bahwa Imam Al-Ghazali masyuk syurga bukan karena ibadahnya, atau karena kitab-kitab hasil karangannya yang sangat bermanfaat untuk umat. Namun ternyata Rahmat Allah justru hadir saat beliau membiarkan seekor lalat hinggap pada tinta yang sedang digunakannya untuk menulis kitab.

Oleh karena itu khotib berwasiat agar kita tidak meremehkan kebaikan apapun, karena boleh jadi kebaikan yang kita anggap remeh itulah justru perantara rahmat Allah terbuka untuk kita.


Pengertian Rahmat Allah 

Dikutip dari khazanahalquran.com kata “rahmat” memiliki makna yang luas. Setiap pemberian Allah di alam ini, berupa materi atau non materi disebut sebagai rahmat.

Allah berfirman :

“Apa saja yang Allah anugrahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir : 2)

Karena itulah terkadang seorang mukmin yang sedang dalam banyak masalah, bahkan kebebasannya hilang karena berada di balik jeruji besi penjara sekalipun, hatinya bisa tentram dan bahagia. Itulah ciri rahmat Allah sudah turun kepada hatinya.

Sebaliknya kendatipun seseorang hidup dalam kemewahan, hartanya bertumpuk, dan berbagai anugrah keduniaan lainnya. Tetap saja orang tersebut tidak akan merasakan kebahagiaan, hatinya akan selalu tertekan bahkan terasa berada dalam penjara jika rahmat Allah belum terbuka pada hatinya.

Posisi Strategis untuk Meraih Rahmat Allah

Masih dikutip dari situs yang sama yaitu khazanahalquran.com.

Jika rahmat Allah terputus kurang dari sedetik saja, maka ala mini akan hancur dan binasa. Kita dapat bergerak, berbicara dan beraktivitas, semuanya karena rahmat dan kasih sayang-Nya. Tanpa itu semua mustahil kita mampu bernafas dan bertahan hidup.

Namun rahmat Allah pada setiap makhluk itu berbeda-beda. Ada rahmat yang bersifat umum untuk semua dan ada pula ramat-Nya yang bersifat khusus. Karena itulah kita akan temukan sifat-sifat-Nya yang Rahman dan Rahim pada pembuka dari Al-Qur’an.

Para Ahli Tafsir menyebutkan bahwa  sifat Ar-rahman artinya  Maha Pengasih untuk seluruh ciptaan-Nya, sementara Ar-rahim adalah sifat Maha Penyayang yang khusus diperuntukan untuk kaum mukmin saja. Tentunya kita berharap mendapatkan kucuran rahmat Allah yang begitu berlimpah.

Berikut posisi strategis untuk meraih Rahmat Allah :
1. Iman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya
“Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, maka Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan menunjukan mereka jalan yang lurus kepada-Nya,” (QS. An-Nisa’:175)
2. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat,” (QS. Ali Imran:132)
3. Sabar ketika ditimpa musibah

“Dan sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan-nya.” (QS.Al-Baqarah: 155-157)

4. Berbuat baik

“Sesunguhnya rahmat Allah sangat dekat pada orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-A’raf :56)

5. Memohon ampunan (Istighfar) kepada Allah

Dia (Shalih) berkata : “Mengapa kamu tidak memohon ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?” (QS. An-Naml:46)

6. Mendengarkan bacaan Al-Qur’an

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf:204)

7. Mendamaikan diantara kaum mukmin

“Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat:10)

Itulah posisi strategis dari sekian banyak cara untuk meraih rahmat Allah swt. Semakin besar rahmat Allah yang turun maka solusi berbagai masalah dalam kehidupan akan semakin terbuka. Surgapun takan diraih oleh siapapun jika bukan karena rahmat-Nya. Apakah kita akan mengandalkan amal yang sedikit ini untuk dapat memasuki surge-Nya?

Sungguh tidak ada yang kami andalkan selain rahmat dan kasih sayang-Mu, Ya Arhamar Rahimin…




0 Response to "Rahmat Allah adalah Hal Paling Penting bagi Kita"

Post a Comment

Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel