Sekelam Apapun Masalalu Jika Kau Taubat & Memperbaiki Diri Insya Allah Syurga Untukmu
Assalamu’alaikum sahabat saoudaraku Fillah.
Alhamdulillah sampai detik ini Allah masih menganugrahkan
nikmat terbesar bagi kita yaitu nikmat Iman dan Islam. Sahabat-sahabatku
seperti sering saya katakan bahwasanya
saya bukanlah orang baik, namun sedang belajar menjadi orang baik dan mendalami
Islam secara kafah , Insya Allah.
Alhamdulillah sampai saat ini Allah selalu merizikikan kita taubat dari
berbagai kemaksiyatan, sehingga sampai detik inipun kita masih selamat dari adzab dunia , terlebih
adzab kubur dan neraka yang sangat pedih lagi hina.
Sahabat saoudaraku fillah, betapa banyak orang-orang yang
ada disekitar kita yang belum merasakan nikmatnya taubat, mereka masih senang
melakukan maksiyat dan meninggalkan perintah Allah.
Saya mengajak diri pribadi dan kawan-kawan semua, untuk
tidak menjauhi mereka. Tapi sayangilah mereka , nasihatilah mereka, atau
setidaknya doakanlah mereka agar segera Allah berikan hidayah. Saya yang merasa
penuh dosa ini selalu takut jika
memikirkan hari pembalasan, meski sekarang sudah bertekad untuk bertaubat. Apalagi
jika memikirkan mereka yang belum mau bertaubat, terlebih bagi mereka yang belum
bertaubat namun sudah dipanggil kembali kepada-Nya. Sungguh saya tak bisa
membayangkan betapa mengerikannya malam-malam mereka ditemani dahsyatnya siksa
kubur. Jerit tangis, rintihan kesakitan
mereka sungguh sangat membuat mata berlinang meski hanya ada dalam angan.
Karena azab itu akan abadi mereka rasakan sampai kiamat tiba, bahkan setelahnya
nerakapun menanti mereka penuh murka. Naudzubillhimindzalik.
Kawan jika engkau sekarang sedang ingin bertaubat, namun
bimbang karena sudah begitu banyak dosa yang dilakukan. Bersegeralah kawan sungguh
ampunan Allah itu sangat luas. Jangan sampai kita mati masih dalam keadaan
penuh dosa dan belum bertaubat.
Jangan kau berpikir karena sudah terlanjur banyak dosa,
dibanyakin dosa sekalian. Berperanglah kawan, berperanglah melawan bisikan
iblis dan bala tentaranya yang ingin menjadikanmu kawan mereka dalam ganasnya
api neraka. Segeralah bertaubat sebelum terlambat. Yakini setiap dosa yang
telah kau lakukan justru akan menjadi batu loncatan untuk menjadikanmu hamba
terbaik-Nya, hamba yang akan sangat berguna untuk Agama-Nya. Bukankah Allah itu sesuai prasangka kita
kawan…
“Aku sesuai dengan prasangkaan hamba pada-Ku”
(Muttafaqun’alaih)
Jadikan hadits Qudsi ini sebagai penyemangat kawan. Jadikan
pula sejarah Umar bin Khatab sebagai motivasimu. Umar bin Khatab adalah salah seorang sahabat
Rasul yang utama kini namanya sangat harum sampai saat ini. Nama lengkap beliau adalah Umar bin
Khatab bin Nafiel bin abdul Uzza lahir
di Mekkah dengan orangtua bernama Khatab bin Nufail Al Mahzumi AL Quraisyi dan
Hantamah binti Hasyim.
Sebelum masuk Islam sebagaimana tradisi kaum Jahiliyah
Mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Selain itu Umar juga suka
mabuk-mabukan, bahkan lebih dari itu Umar merupakan penentang paling keras
dakwah Rasulullah Saw dan sering melakukan penyiksaan terhadap kaum muslimin.
Bahkan secara terang-terangan ingin membunuh Rasulullah Saw.
Dikatakan bahwa pada suatu saat , Umar ingin membunuh Nabi
Muhammad Saw . Saat sedang mencarinya ia berpapasan dengan seorang muslim
(Nu’aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuannya
juga telah memeluk Islam . Umar terkejut atas pemberi tahuan itu dan pulang
kerumahnya. Ia murka .
Dirumah, Umar menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca
ayat-ayat Al-Qur’an (surat Thoha), ia menjadi marah akan hal tersebut dan
memukul saudaranya. Ketika melihat soudaranya berdarah oleh pukulannya ia
menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia
kemudian menjadi sangat terguncang oleh isi Al-Qur’an tersebut dan kemudian
langsung memeluk Islam pada hari itu juga.
Kawan Insya Allah kau Islam dari dulu… Insya Allah kau
beriman dari dulu, Insya Allah dosamu tak sebesar beliau yang dulu mengubur
putrinya hidup-hidup. Oleh karenanya
jadilah sejarah beliau menjadi penyemangat kawan agar setelah berbagai
kemaksiyatan yang telah kita lakukan , setelahnya kita bisa ganti dengan
pengabdian terbaik untuk Allah dan Agama ini.
Tidak sedikit kawan ulama besar terlahir dari mereka yang
dulunya adalah para pendosa besar, bahkan berasal dari Agama yang bukan Islam
yang tentu kesyirikannya dimasa lalu sangat luar biasa. Tapi berkat hidayah
Allah, tekad yang kuat untuk bertaubat, semangat luar biasa menuntut ilmu-Nya,
akhirnya beliau-beliau justru menjadi ahli ilmu Islam yang kemudian mampu
menyelamatkan banyak umat dari kesesatan. Oleh karenanya mari kitapun
berprasangka yang baik untuk diri kita, bahkan berprasangkalah yang terbaik,
hingga akhirnya Allah wujudkan prasangka kita itu. Yakinlah Allah akan menambah
ilmu-Nya untuk kita, yakinlah kita akan menjadi ahli ibadah, ahli tauhid, ahli
sabar dan ikhlas, dan kita adalah pribadi yang senantiasa sangat membenci dosa dan kemaksiyatan.
Yakinlah bahwa kita akan mampu mengganti setiap dosa dan kesalahan dimasa lalu
dengan ibadah dan pengabdian terbaik untuk Allah dan Agama-Nya.
Jika selama ini kita hampir saja membuat Allah murka dengan
berbagai dosa dan kemaksiyatan yang kita lakukan, maka sekarang bertekadlah
untuk kita bisa membuat Allah gembira dengan Taubatan Nasuha kita.
“Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat
hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang diantara kalian yang menemukan kembali
untanya yang telah hilang disuatu tanah yang luas.” (HR.Bukhori no. 6309 dan
Muslim no.2747)
Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah
“katakanlah : “Hai hamba-hamba Ku yang melampaui batas
terhadap diri sendiri, jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu , dan berserah dirilah
kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong
lagi.” (QS. Az-Zumar :53-54).
Dalam Hadits yang disebutkan oleh ‘Abdur Razaq dalam
Mushonnafnya .
“Dari Ibnu Mas’ud Ia berkata bahwa diantara dosa besar yang
terbesar adalah berbuat syirik pada Allah, merasa aman dari murka Allah dan
merasa putus asa dan putus harapan dari ampunan Allah.” (HR. Abdurrozaq, 10:460
. Dikeluarkan pula oleh Ath Thobroni )
Segeralah Jangan Menunda-Nunda Taubat
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah
kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong
(lagi).” (QS. Az Zumar : 53-54).
Bagi engkau yang gemar melakukan dosa baik sembunyi-sembunyi
terlebih dengan bangga terang-terangan melakukannya. Segeralah bartaubat dan
melakukan amalan sholih sebelum terputusnya nikmat. Sebelum ruh dicabut dari
raga, sebelum malaikat menjemput untuk menempatkanmu dialam kubur yang gelap,
penuh siksa, dan binatang-binatang mengerikan yang Ia sediakan untuk para
pendosa yang mati sebelum bertauabat.
Adakah jaminan kau akan tetap hidup besok pagi kawan? ? ? Bahkan banyak orang
yang sedang segar bugar tiba-tiba dalam hitungan jam, bahkan menit dia
meninggal. Lalu atas dasar apa engkau masih juga menunda-nunda taubat?
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu ia berkata , “Aku
mendengar Rasulullah Saw bersabda , “Allah azza wa jalla berfirman “Hai anak
Adam ! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya
Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai
anak Adam, seandainya dosamu setinggi langit , kemudian engkau meminta ampun
kepada Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam !
Jika engkau datang kepada Ku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi
bumi kemudian engkau bertemu dengan Ku
dalam keadaan tidak mempersekutukan Ku dengan sesuatupun, Niscaya Aku datang
kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi .” (HR. At-Tirmidzi no 350, dan
beliau berkata hadits ini hasan Shahih).
Tauhid merupakan faktor terbesar penyebab ampunan.
Barangsiapa tidak mempunyai tauhid, ia tidak mendapatan ampunan. Barangsiapa
membawa tauhid sungguh ia membawa aspek terbesar penyebab ampunan.
Allah Azza wa Jalla
berfirman :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa karena
mempersekutukan-Nya (syirik). Dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain dari
(syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki….”.
(An-Nisa / 4:48)
Taubat ada yang diterima dan ditolak
Allah memang menjamin pengampunan bagi siapa saja hamba-Nya
yang bertaubat. Namun demikian ada taubat seorang hamba yang diterima juga
tertolak. Ini bukan berarti Allah berkhianat terhadap apa yang difirmankan-Nya.
Maha suci Allah dari hal-hal buruk seperti itu.
Tidak diterimanya taubat seorang hamba tentu dikarenakan
taubatnya tidak mampu memenuhi berbagai kriteria taubat yang telah ditentukan,
Menurut Ustadz Ahmad Sarwat, lc diantara taubat yang tidak
diterima tersebut antara lain adalah :
1.
Taubat yang tidak disertai
penyesalan dalam hati
2.
Taubat yang tidak mencegah
dari pengulangan dosa
3.
Tidak mendapat maaf dari
orang lain
Oleh karena itu kita harus berupaya keras
agar taubat kita bisa diterima oleh Allah, hingga akhirnya kita tidak dimasukan
kedalam neraka-Nya, bahkan dari siksa kubur-Nya yang ganas sekalipun. Lalu
bagaimana agar taubat kita bisa diterima ?
Kritereria Taubat yang diterima
Ustadz Ahmad Sarwat,Lc juga menjelaskan bahwa bila seseorang
bertaubat atas dosa yang pernah dilakukannya dengan taubat yang sesungguhnya serta
diiringi dengan minta ampun kepada Allah , penyesalan dan meninggalkan semua
dosa-dosa itu lalu, lalu memulai kehidupan yang baru yang jauh dari dosa dan
suci dari noda, maka sesungguhnya Allah akan mengampuni dan memasukan hambanya
yang bertaubat itu kedalam kelompok orang-orang yang shalih.
Lebih lanjut beliau menjelaskan agar setelah kita bertobat
memiliki benteng keimanan yang tangguh maka ada beberapa hal yang harus kita
lakukan :
1.
Seseorang harus belajar
Islam secara serius dan mendalam, baik yang berkaitan dengan Aqidah, Syariah,
maupun akhlaq. Sehingga dia paham dan mengerti betul apa itu iman dan Islam
sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
2.
Dia harus memiliki lingkungan
dan pergaulan yang Islami dan baik, dimana didalamnya selalu ditegakan amar
makruf dan nahi mungkar dan selalu ada taushiyah antara sesame teman.
3.
Dia harus selalu berdakwah
dan mengajarkan ajaran Islam itu baik dalam diri anda, keluarganya, dan juga
teman-temannya yang lainnya. Sehingga dia tidak hanya menjadi objek dakwah ,
namun sekaligus juga menjadi pelaku dakwah itu sendiri.
4.
Dia harus selalu
memperbaharui keimanannya, karena iman
itu kadang berkurang dan kadang bertambah. Caranya adalah dengan beragam
kegiatan seperti menambah kajian tentang keimanan. Merenungi penciptaan alam
semesta, mengambil pelajaran dari orang-orang yang shalih dan seterusnya.
Referensi :
Post a Comment for "Sekelam Apapun Masalalu Jika Kau Taubat & Memperbaiki Diri Insya Allah Syurga Untukmu "
Komentar